Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 40


__ADS_3

Saat sedang menyiapkan makan malam ternyata ada yang mengetuk pintu Kania dan ibunya saling melirik seolah bertanya siapa?


"Siapa ya yang bertamu malam-malam begini?" tanya Kania heran.


Sedangkan ibunya hanya menggelengkan kepala nya dia juga tidak tahu siapa yang bertamu malam ini, mereka pun segera menghampiri Arga di ruang tamu mungkin Arga sudah membukakan pintunnya.


Dan benar saja Arga sedang berbincang dengan Bagas yang baru saja datang sepertinya membawa makanan karna Kania bisa melihat ada bungkusan di atas meja.


Kania bingung harus bagaimana sehingga senggolan dari ibunya membuat nya sadar walau bagaimana pun beliau adalah ayah kandung nya.


"Kalian apa kabar, maaf Papa bertamu malam-malam dan ini Papa belikan martabak coklat keju kesukaan kalian," ujar Bagas melihat Kania yang baru saja datang bersama istri nya.


Kania pun tersenyum dia duduk di samping Arga, dia tidak menyangka kalo Om Bagas akan datang secepat ini, mungkin ini waktu nya dia berbicara dengan ayah nya itu.


"Kabar ku baik bagaimana kabar Om? kok repot-repot sih Om tapi aku seneng banget ternyata Om masih ingat kesukaan ibu," ujar Kania belum mengganti panggilan nya membuat Bagas kecewa.


Arga yang menyadari itu pun lalu menggenggam tangan Kania dan meremasnya pelan, dia memberi kode pada Kania agar memanggil nya Ayah.


"Sayang dia papa kamu loh kenapa masih memanggilnya Om?" tanya Arga pelan.


Kania pun menunduk dia tidak tahu harus memanggil nya apa, bingung sekali rasanya apalagi dia tidak dekat dengan Om Bagas.


Kania pun berdehem menetralkan perasaan nya rasanya canggung sekali namun bagaimana pun itu adalah Ayah nya dia harus bisa menerima nya dan bukan sepenuh nya salah Bagas juga karna dia tidak tahu kalo Kania adalah anak kandung nya.


"Apa Papa sudah makan malam? kalo belum sebaiknya kita makan malam bersama aku dan ibu sudah memasak banyak," ajak nya tersenyum.


Bagas pun menatap Kania sendu dia tidak percaya kalo Kania mau memanggilnya Papa.


Sedangkan Aisyah nampak tersenyum setidak nya Kania sudah mulai menerima Bagas sebagai Ayah nya.


"Nia kamu penggil apa tadi nak?" tanya Bagas berkaca-kaca dia tidak menyangka Kania akan memanggil nya Papa secepat itu.

__ADS_1


"Papa," ucap nya Kania pun menunduk dia sangat senang sekali melihat Papa nya tersenyum selama ini Kania belum pernah melihat Bagas tersenyum tulus seperti itu.


"Maafkan Kania Pah karna jujur saja selama ini Kania sangat takut sama Papa karna Papa selalu marah kepadaku tanpa alasan yang jelas," ucap nya mengutarakan apa yang ada di hatinya selama ini.


"Maafkan Papa Nia, Papa memang berusaha menghindari kamu karna setiap kali melihat mata kamu itu mengingatkan papa kepada ibu kamu," jawab nya sendu dia menatap Aisyah sedangkan yang di tatap memalingkan wajah nya agar tidak bertemu dengan mata Bagas.


Kania bisa merasakan kesedihan di mata ayah nya itu dan kecanggungan pun terjadi diatara Ibu dan Papa nya sedangkan Bagas nampak menghela nafas dia tahu kalo Aisyah masih belum memaafkan nya.


Walau pun Bagas tidak tahu apa-apa tetap saja Aisyah tidak mau berurusan lagi dengan Bagas.


Apalagi Aisyah sering melihat Bagas bersikap manis di hadapan nya dan menunjukan sikap harmonis nya bersama Sania ya walau pun itu cuma pura-pura tapi tetap saja perasaan Aisyah sakit.


Andai saja dia bisa membuka penyamaran nya ingin sekali dia menghajar suami nya itu namun demi penyamaran nya agar tidak terbongkar Aisyah hanya memedam saja perasaan nya.


Kani sendiri bisa melihat luka di mata ibu nya, dia tidak menyangka ibu nya semenderita itu, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membahagiakan nya.


"Kania sudah memaafkan Papa kok, maafkan Nia juga ya Pah dan Kania harap semoga Papa sama Ibu bisa kembali lagi Kania sering mendengarkan cerita ibu kalo dia tidak akan pernah mau menikah lagi karna tidak bisa melupakan cinta pertama nya. Dan Kania yakin kalo itu pasti Papa."


Kania tersenyum melihat ibu nya yang nampak memerah menahan malu, sedangkan Aisyah sendiri di buat kesal dengan Kania yang malah mengatakan itu di depan Bagas dan suami nya.


Mereka pun makan malam bersama Kania pun sangat bahagia sekali melihat nya dia benar-benar tidak menyangka kalo semua ini akan terjadi makan malam bersama orang- orang yang dia sayang.


Malam ini Kania terpaksa menginap karna sudah terlalu malam untuk pulang kasian Arga seperti nya sangat lelah sekali.


Untung saja di dalam mobil Arga membawa baju ganti kalo tidak kan bisa ribet.


"Apa kita akan tidur berdua di kasur ini?" tanya Arga karna dia sangat takut kalo Kania marah.


Kania yang baru saja keluar dari kamar mandi pun mengerutkan kening mendengar ucapan dari Arga itu.


"Tinggal tidur aja apa susah nya sih, bukannya kita udah pernah ya tidur satu kasur tapi kalo gak mau juga gak papa Kakak bisa tidur di bawah," ucap nya enteng dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur.

__ADS_1


Arga yang sudah lelah pun langsung ikut merebahkan tubuh nya menghadap punggung Kania, ya Kania memang tidur membelakangi suami nya itu.


"Nia?"


"Hmm,"


"Udah mau tidur ya?"


"Hmm tidur kak udah malem," jawab nya sambil memejam kan matanya.


Arga pun mendekati nya dan memeluk nya dari belakang dan itu sukses membuaymt Kania melebarkan matanya untung saja dia tidak berteriak karna kaget.


"Astaga apa yang kakak lakukan," ucap nya pelan takut nya Ibu nya mendengar perkataan mereka karna kamar nya tidak kedap suara.


"Memang gak boleh ya suami meluk istri nya sendiri?" tanya Arga berbisik di telinga nya dan hembusan nafas nya pun terasa hangat di lehernya.


"Bukannya gitu Kak ini tuh gak aman kalo kaya gini," ucap nya pelan.


Bagaimana tidak jantung nya benar-benar bermasalah kalo terus -terusan tidur seperti ini.


"Jadi gak boleh peluk gitu? Nia gimana kalo kita lupain tentang surat perjanjian kita, kita bisa mulai dari awal dan menjadi suami istri yang sesungguhnya tanpa ada alasan apapun," ucap nya.


Kania yang kaget pun langsung membalikan tubuh nya menghadap suami nya itu, dia benar-benar tidak menyangka kalo Arga akan berbicara seperti itu kepadanya.


"Maksud nya gimana?" tanya Kania memberanikan diri menatap mata suami nya itu hingga tatapan mata mereka pun bertemu.


Kania pun langsung menundukan wajah nya karna malu di tatap seperti itu oleh suami nya.


"Biasa aja deh natap nya aku tahu kalo aku cantik," ucap nya.


Sedangkan Arga nampak terkekeh dan mengangkat dagu istri nya itu lantas dia mencium bibir Kania.

__ADS_1


Cup


Kania melebarkan mata nya saat merasakan benda kenyal menyentuh bibir nya dan ini yang pertama baginya.


__ADS_2