Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 86


__ADS_3

Marvin mengajak Nabila berbelanja pakaian ke Mall setelah itu membeli beberapa bahan makanan mentah untuk stok.


Nabila sangat senang bisa membeli semua yang di inginkan nya ya walaupun harus merogoh kantong dari sahabat nya.


"Makasih banyak ya Vin lu udah mau belanjain gua," ucap nya merasa tidak enak.


"Santai aja," ucap Marvin sambil memasukan barang barang nya ke dalam mobil, mereka memang sudah selesai berbelanja.


Nabila sudah duduk di sebelah Marvin, dan Marvin sendiri langsung menancap gas meninggalkan tempat itu.


"Tumben lu gak sibuk Vin,biasanya hari libur lu males kemana mana," tebak Nabila karna itu yang selalu Marvin lakukan dulu.


"Tahu aja lu," jawabnya terkekeh mendengar nya, ternyata sahabatnya itu masih mengingat kelakuan nya.


"Emang betul kan hari libur lu cuma buat tidur doang," ucapnya.


"Ya mau kemana lagi Bil, ya kalo punya cewek mungkin gua jalan sama cewek gua dan ada kegiatan lain," ucapnya.


"Makanya cari cewek dong lu, biar gak di rumah terus kalo hari libur," ucap Nabila sambil menatap lurus kedepan.


"Ya gimana dong gua mau nya lu yang jadi cewek gua," ucap nya membuat Nabila kaget.


"Hah apa?" ucap nya menoleh.


"Gak kok gua cuma becanda, gua sebenarnya lagi nyari tapi belum dapet aja," ucap Marvin sambil terkekeh.


Namun perkataan Marvin seolah membuat Nabila kecewa, lalu gadis itu kembali diam dengan pikiran nya.


"Mau kemana lagi sih?" tanya Nabila melihat jalan bukan ke arah apartemant.


Marvin pun tersenyum melihat gadis itu yang semakin menggemaskan, di tambah keringat di kening nya membuat nya tambau ****.


"Kita ke tempat biasa mau gak?" tanya Marvin membuat Nabila mengerutkan kening nya.


"Kemana sih gua lupa," ucap nya bingung karna sudah lama sekali Ia tidak jalan bersama Marvin.


"Nanti juga tahu," jawab nya.


"Terserah," ucap Nabila sambil terus memainkan ponsel nya dan sesekali Ia tersenyum melihat postingan teman teman nya.


"Ehh ini Kak Kania dimana sih tempat nya kaya nya enak?" tanya Nabila menunjukan postingan Kania di Cafe milik Axsel, entah apa yang Kania lakukan disana.

__ADS_1


'Ngapain kakak disana, apa mungkin sengaja pengen makan di sana karna bawaan bayinya,' batin Marvin.


"Itu Cafe Love story, milik temennya Kak Kania," jawab Marvin.


"Kapan -kapan ajak gua kesana ya," ucap nya sambil tersenyum.


"Oke," jawab Marvin.


Setelah 30 menit mereka pun sampai di tepi pantai namun Marvin bingung katna Nabila diam saja, biasanya gadis itu akan antusias bila sampai di tempat itu karna pantai adalah tempat favorit mereka.


"Kok diem bil ayo turun kita udah sampai," ucap Marvin membuka sabuk pengaman nya.


Marvin pun mengerutkan kening nya melihat Nabila masih diam, akhirnya dia pun membuka jaket nya yang menutupi wajah Nabila dan ternyata memang gadis itu tertidur.


"Pantes aja gue ngomong ga di respon ternyata malah tidur," gumannya sambil membenarkan rambut nya yang menghalangi wajah cantik gadis itu.


'Kalo aja lu gak di jodohin sama orang, mungkin gua bakal lamar lu di sini Bil," batinnya.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Nabila pun bangun Ia merasakan silau.


"Kita dimana sih Vin?" tanya Nabila sambil terus mengucek matanya.


"Eh, kok gak ada lu dimana sih Vin?" gumannya sambil membuka pintu mobil,sedangkan Marvin sudah berdiri di bawah pohon tidak jauh dari sana.


"Astaga temen kecil gua ganteng kalo kek gitu," batinnya.


"Sini Bil," ucap Marvin melambaikan tangan nya, Nabila pun tersadar dari lamunan nya dan segera berjalan ke tempat Marvin berada.


"Wahh tahu aja lu kalo gua lagi haus," ucap nya tersenyum.


Ternyata Marvin sudah memesan es kelapa muda untuk mereka,beserta dengan jagung bakar, memang sore itu cuaca masih terasa terik sehingga mereka memilih duduk di bawah pohon sambil menikmati semeriwir angin.


"Lu masih ingat tempat ini Vin?" tanya Nabila tidak menyangka dulu waktu sekolah mereka sering sekali bolos dan malah bermain di sana.


"Mana bisa gua lupa, lu bikin gua hampar tenggelam di sana," ucap Marvin mengingat kejadian itu.


"Astaga Vin masih ingat aja sih yang itu, lagian gua gak sengaja dorong lu ketengah lagian sampe sekarang lu masih idup jadi jangan di ingat lagi ya," ucap nya.


Bagaimana tidak bila mengingat itu Nabila selalu sedih dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan Marvin.


Kala itu Nabila sangat kaget melihat Marvin tidak sadarkan diri, Ia menangis segukan takut Marvin kenapa napa lalu Ia segera memberikan nafas buatan untuk pria itu, untung saja Marvin selamat.

__ADS_1


"Di tempat ini lu berjanji akan jagain Bil tapi ternyata lu malah ninggalin gua," ucap Marvin.


"Sorry bukan maksud gua ingkar janji, lu tahu kan gimana bokap gua kalo semua kemauan nya harus terpenuhi," ucapnya merasa bersalah.


Hampir 8 tahun mereka berpisah membuat Nabila sedikit dewasa, gadis tomboy itu masih sama namun sifat manja nya sudah sedikit hilang.


"Gua betah Vin di sini, lu jangan kasih tahu mereka ya kalo gua ada di sini," ucap nya menyandarkan kepalanya di bahu Marvin.


"Oke tapi gua gak janji," ucap nya.


Kini mereka sama sama diam, mereka larut dalam lamunan nya masing masing hingga tak terasa waktu pun sudah mulai sore.


***


Kania sendiri sudah pergi dari cafe Axsel sejak tadi entah mengapa Ia merasa tidak nyaman dengan kebaikan Axsel padanya, Ia merasa pria itu masih sama menatapnya seperti dulu.


Sekarang Ia sudah berada di rumah bu Eka kebetulan saja Ia sangat ingin makan es pisang ijo buatan bu Eka.


Saat sampai di sana Kania nampak heran saat yang membuka pintu adalah seorang gadis berhijab.


'Eh siapa dia?' batinnya.


"Silahkan masuk Kak," ucap nya sopan sedangkan Kania hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Kania kamu sudah sampai rupanya, bagaimana kabarmu sudah lama tidak bertemu," ucap bu Eka memeluk nya sebentar.


"Kabar baik bu, oya bu maaf ya sudah mengganggu waktu istirahat nya gak tahu kenapa penen banget ngerasain lagi makanan yang ibu buat," ucap nya merasa tidak enak.


"Tidak apa apa kebetulan saya sedang santai dan anak saya baru pulang dari pondok jadi ada yang membantu saya," ucap nya.


"Oh jadi yang tadi anak nya bu Eka?" tanya Kania lupa karna dulu gadis itu masih kecil.


"Iya dia baru saja lulus dan memutuskan untuk keluar dari pesantren katanya mau bantu saya di rumah," ucap nya.


"Kabar bapak gimana bu?" tanya Kania mengingat suami bu Eka sudah lama lumpuh.


"Masih sama," jawab nya.


"Yang sabar ya bu," ucap Kania merasa tidak enak.


"Tidak apa apa, ayo kebelakang kebetulan sudah jadi es pisang ijo nya," ucap bu Eka menajak Kania ke teras belakang kebetulan cuaca masih panas.

__ADS_1


"Erika masih ingat kakak?" tanya Kania menghampiri gadis itu.


Dan gadis itu pun mengangguk sambil tersenyum,


__ADS_2