Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
pArt 31


__ADS_3

"Sayang ponsel kamu berdering," ucap Mama Maya.


Kania memang izin ke toilet setelah bertemu dengan teman nya Mama Maya karna dari tadi seolah membencinya.


"Maaf aku angkat dulu bentar ya Ma, itu dari temen aku takut nya penting," ujar nya dan Mama Maya pun mengangguk.


Kania pun berjalan keluar dari Restoran itu karna takut mengganggun pengunjung yang lain.


Tertera nomor baru di sana Kania pun mengerutkan kening nya siapa itu.


Dengan wajah penasaran dia pun mengangkat ponsel nya.


[Hallo]


[Hallo siapa ini?] tanya Kania bingung mendengar suara perempuan dia sebaranf sana.


[Ya elah Nia baru aja kemarin ketemu loe udah lupa sama gue, bukannya loe mau jemput gue ke rumasakit] ucap wanita itu nyerocos terus.


Kania pun baru ingat tenyata itu nomer nya Kak Dita, kenapa dia sampai lupa apa mungkin Andres lupa ngasih tahu kalo dia tidak bisa kesana.


[Maaf Kak gue beneran minta maaf tapi gue udah bilang sama Kak Andres kalo gue gak bisa ikut jemput loe] jawab nya.


[Gue udah di rumah Nia, loe kapan kesini gue pengen cerita sama loe sebelum sibuk mengurusi pernikahan] lirih nya membuat Kania tidak tega.


Namun dia juga bingung harus berkata apa sama Mama Maya agar bisa ketemu dengan Dita.


[Iya nanti gue kabarin kalo bisa, sekarang gue masih ada urusan]


[Ya sudah kalo gitu gue tutup ya, bye]


[Oke bye] jawab nya dan segera memutuskan telpon nya.


Lalu dia berbalik saat akan masuk matanya tak sengaja melihat Arga sedang duduk di salah satu meja di Restoran sebelah bersama seorang wanita.


"Astaga kalo Mama Maya liat gimana,' batinnya.


Kania pun lantas menekan ponsel nya menghubungi Arga dia benar-benar kesal dengan suami nya itu kenapa dia ada di sana.


Baberapa saat berlalu namun tidak juga diangkat, lantas Kania pun menekan lagi panggilan nya.Hingga terdengar suara Arga di sana.


[Ada apa? aku sedang sibuk] ucap Arga di sebrang sana.

__ADS_1


Kaila bisa tahu kalo dirinya mengganggu lantas Kania pun langsung saja mengutarakan maksud dari panggilan nya itu.


[Aku sama Mama ada di Restoran sebelah kamu makan, aku harap kamu mengerti maksud aku apa] ujar Kania langsung memutuskan panggilan nya.


tut


tut


[Hallo] ucap Arga sedikit kesal karna Kania langsung saja mematikan panggilan nya tanpa mendengar jawaban darinya.


'Sial apa sih mau nya dia,' batinnya.


"Ada apa Mas kenapa kamu tambah kesal sih, apa orang itu ganggu kamu?" tanya Sita semakin bingung dari tadi Arga sempat marah-marah gak jelas padanya.


"Mas kamu dengerin aku gak sih?"


Arga pun tersadar kalo dia masih bersama dengan Sita.


Hati nya tiba-tiba saja merasa tidak enak dia mengingat wajah manis Kaila yang tersenyum manis padanya.


"Mas," ucap Sita sedikit membentak membuat Arga kaget.


"Apaan sih Ta ko kamu bentak aku?" tanya Arga sedikit kesal.


"Sorry Mas, habis nya kamu yang mulai duluan. sebenar nya kamu kenapa sih?" tanya Sita heran.


"Aku harus pulang Mama nyariin aku," ujar nya dia benar-benar gak mau kalo Mama Maya melihat nya ada di sana.


"Tapi Mas kita baru sebentar bertemu, makanan kamu juga belum habis," ucap Sita seolah tidak mengizinkan Arga pulang.


"Maaf aku gak bisa lama-lama kamu tahu kan kalo Mama marah aku bisa di tendang dari perusahaan," ujar nya.


Dan Sita pun diam dia tidak mau kalo sampai Arga menjadi miskin.


"Baik lah tapi kamu harus terus kabari aku," ucap Sita memeluk Arga namun Arga segeka melepas kan nya.


Setelah dia membayar makanan nya dia langsung saja naik kedalam mobil nya dia langsung tancap gas meninggalkan Sita yamg masih berdiri di depan Restoran.


'Kalo bukan karna harta nya males banget gue sama dia, apalagi sikap nya yang gak pernah peka bikin gue semakin ilfil saja,' batinnya.


Di sisi lain Kania sudah sampai di rumah nya dan membantu Mama Maya membereskan barang belanjaan nya

__ADS_1


Setelah selesai Kania pun ingat dengan Dita dan dia pun izin ke rumah Dita sama Mama Maya, dan Mama Maya pun mengizinkan nya.


"Ma aku pergi bentar ya mau kerumah teman, bentar lagi Kak Arga juga pulang kok." ucap nya dan Mama Maya pun mengangguk.


"Oh gitu ya nak ya sudah kamu pergi saja, Mama gak papa kok kamu hati-hati ya," ujar nya.


Kania pun menganguk dan mencium tangan Mama Maya sebelum berangkat.


Dia membawa motor nya menuju rumah Dita dan hanya tiga puluh menit dia pun langsung sampai di depan rumah Dita.


Dia pun langsung di sambut oleh tante Mira dan segera masuk, Dita sangat senang melihat Kania berkunjung.


Mereka pun bercerita satu sama lain,hingga dua jam berlalu Kania pun pamit pulang takut kalo Mama Maya nyariin.


.


Beberapa hari sudah Mama Maya berada di sana kini beliau pamit pulang karna rumah nya sudah selesai di renovasi Papa nya Arga pun sudah kembali dari luar negri.


"Nia Mama pulang dulu yah, nanti kamu sama Arga main ke rumah," ucap Mama Maya memeluk Kania sebentar.


"Iya Ma."


Mama pun memasukan kopernya ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah, ada rasa sedih saat rumah kembali sepi,memang selama mertua nya di sana mereka terlihat harmonis namun jika di belakang tetap saja begitu.


"Kenapa kaya sedih gitu?" tanya Arga melipat tangan nya di dada.


Dia bisa melihat kesedihan dimata Kania setelah Mama nya pergi.


"Aku gak papa kok."


"O-ya Nia semenjak menikah kamu kok gak pernah ngajak aku ke makam kedua orang tua mu, ya setidak nya mereka juga kan harus tahu kalo kamu udah nikah," ucap Arga berharap dia ajak berjiarah.


Kania pun menghela nafas dia benar-benar bingung harus menjawab apa, sedangkan dia juga tidak tahu dimana makam orang tua nya berada.


"Buat apa aku bawa kamu ke makam Mama sama Papa gak penting juga kan, kamu lupa pernikahan kita tinggal satu minggu lagi," ucap nya meninggalkan Arga yang masih memating di depan rumah.


'Satu minggu,' beo nya.


Arga pun mengguyar rambut nya dia benar-benar bingung harus apa di satu sisi dia tidak mau kehilangan Kania, namun di satu sisi dia gengsi untuk mengatakan kalo dia sudah nyaman dengan Kania.


Apalagi selama satu minggu ini mereka sangat harmonis sekali, jujur saja Arga melakukan itu bukan hanya akting semata namun tulus dari lubuk hati nya.

__ADS_1


Arga sempat berfikir kalo Kania akan meminta nya untuk melanjutkan pernikahan itu, namun seperti nya hanya angan-angan saja.


__ADS_2