Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 12


__ADS_3

Dengan wajah yang masih penasaran Arga pun menyuruh asisten nya menyusul nya serta membawakan baju ganti untuk nya karna dia lupa tak membawa apa-apa hanya kunci mobil dan dompet saja yang di ingat nya.


Selang beberapa jam asistennya pun datang dia sedikit kesal karna hari libur nya terganggu, biasanya Bara akan bersantai sambil membantu ibu nya di toko kue.


Namun hari ini dia malah harus menuruti keinginan bos nya yang dadakan.


"Kenapa gak bilang dari kemarin bos kalau mau kesini, saya bisa siapkan semua nya," ucap Bara sedikit kesal.


Arga hanya terkekeh melihat raut wajah Bara yang tak bersahabat dia tahu Bara pasti sangat kesal padanya.


"Maaf saya lupa, mana baju yang saya minta?" tanya Arga tak mau memikirkan Bara dia hanya ingin segera kembali ke tempat tadi melihat keaadan Kania.


Bara pun menyerahkan satu buah papaer bag ketangan bos nya itu, untung saja dia cekatan dan membeli sesuai dengan merk dan ukuran yang Arga minta.


Ya tentu saja dia membeli nya dengan duit Arga kalo bukan ya bisa rugi lah.


"Kita akan menginap di Vila malam ini kamu boleh pilih kamar yang kamu suka, dan bilang pada pak Ujang suruh istri nya buat kan makan siang," ujar nya membuat Bara melongo apa tak salah dengar dia sebenar nya ada acara apa hingga bos nya mau menginap segala.


Karna biasanya Arga tak akan pernah mau menginap kemana pun mereka pargi.


"Udah gak usah bengong ayo pergi," ujar nya dan Bara pun pergi meninggalkan nya


Arga sudah kenal dengan tukang kebun dan istri nya dari dulu Vila itu sering di sewa kan kalo ada acara-acara mendadak sedangkan pemilik Vila berada di luar negri.


Vila itu di isi oleh pa Ujang dan keluarga nya, jarak Vila ke Vila lain tidak terlalu jauh bahkan tempat itu terlihat nyaman bukan seperti Vila-Vila di dalam Film yang nampak menyeramkan.


Vila itu nampak bersih dan terawat bahkan fasilitasnya pun lumayan banyak dari mulai kolam renang juga Wifi sydah tersedia.


Arga pun membersihkan diri nya, setelah itu menghampiri Bara yang sedang duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Vila dua tinggat itu sangat mewah ada kolam renang juga, tak berbeda juah dengan Vila yang ada di samping nya yakni milik keluarga Fadli.


"Apa bos butuh sesuatu?" tanya Bara langsung berdiri.


Melihat Arga menghampiri nya membuat Bara siap siaga.


"Tidak usah formal begitu Bar, ini bukan di kantor," ujar nya ikut duduk di sofa.


Arga tahu Bara pasti juga lelah sama seperti dirinya.


"Hmm seperti nya menyenangkan juga berlibur di sini," ujar Bara tersenyum sambil memainkan games dalam ponsel nya.


Biasa nya hari libur begini Bara akan malas-malasan di rumah nya, namun kali ini dia harus siap di suruh-suruh oleh bos nya itu.


"Aku liat Fadli tadi masuk ke Vila sebelah apa keluarga nya sedang ada acara di sana?" ujar Bara.


Bara juga dulu satu kampus dengan mereka yang bernasib menjadi asisten nya Arga.


"Alasan nya apa bos?" tanya Bara bingung sedangkan dia sudah lama tidak bertemu bersama Fadli


"Terserah kamu saja," jawab nya dia juga bingung apa alasanya.


"Baik lah, tapi nanti malam saja ya aku ke sana nya, aku ingin beristirahat lebih dulu " ucap Bara negosiasi dan Arga pun menganggukan kepala nya.


"Hmm." jawab Arga membuat Bara senang dan kembali memainkan games di ponsel nya.


Tak lama kemudian Pak Ujang memanggil mereka untuk makan siang, karna makanan nya sudah siap.


Arga pun berjalan lebih dulu lalu di susul Bara di belakang nya yang juga sudah kelaparan.

__ADS_1


Di Vila sebelah nampak Kania sedang kesal sedari tadi dia menggerutu dalam hati nya kenapa dia lupa kalo Fadli pasti ikut mereka.


"Sudah lah Kania jangan marah ya, aku benar-benar tidak tahu kalo kak Fadli ikut ke sini," ujar Vani merasa bersalah.


Dia tahu Kania sedang tidak baik-baik saja namun dia juga benar-benar tidak tahu kalo kakak nya akan menyusul mereka.


"Tidak apa-apa biarkan saja," jawab nya tidak mau ambil pusing toh dia hanya tamu di sana, terserah Fadli saja mau bagaimana pun keluarga Fadli pemilik nya.


Saat Kania melihat Fadli dia segera masuk ke dalam kamar nya, entah apa yang di pikirkan nya yang jelas dia masih belum mau bertatap muka dengan pria yang pernah singgah di hati nya itu.


"Ya sudah ayo kita makan siang dulu, kamu pasti udah laper kan?" ajak Vani menarik tangan sahabatnya itu agar mengikuti nya.


Memang perut Kania sudah berdemo dari tadi karna tadi pagi dia lupa untuk sarapan karna saking malas nya bertemu dengan suaminya ingin makan tapi dia tidak ingin keluar kamar.


"Ayolah tidak usah banyak berfikir kalo pun ada kak Fadli dia tidak akan macam-macam apalagi ada Axsel di sana," bujuk nya terus memaksa Kania agar menurutinya.


Vani terus membujuk sahabat nya itu agar mau ikut dengan nya, dan Kania pun akhir nya luluh dia mengekori Vani dari belakang dan tak terasa mereka pun sampai di meja makan.


"Sayang ayo sini semua sudah menunggu kalian," ucap mama nya Vani melambaikan tangan menyuruh mereka duduk.


Dimeja besar itu terlihat ada Axsel dan kedua teman nya, Aurel dan juga Fadli ada juga papa dan mama nya Vani.


"Mereka?" guman Fadli bingung, karna setahu nya mereka hanya tinggal menunggu Vani saja.


Dengan penasaran yang tinggi Fadli pun menoleh dan melebarkan mata nya tak percaya ternyata ada Kania bersama adik nya itu berjalan mendekati mereka.


Semua orang menyambut kedatangan mereka bahkan Axsel tak segan-segan mengganggu Kania.


'Kania kamu datang,' batin Fadli.

__ADS_1


Jujur saja dia merasa senang melihat Kania ada di sana bersama adik nya, sudah lama mereka tidak bertemu membuat rasa rindu nya memuncak.


__ADS_2