
Kania sudah sampai di rumah sore hari, Ia bisa melihat Arga menatap tajam padanya seperti nya suami nya itu marah pada nya karna pergi tanpa izin.
Namun Kania yang masih kesal pun tidak menghiraukan nya Ia langsung masuk ke kamar mandi tanpa menyapa nya.
Arga pun berusaha setenang mungkin Ia harus bisa menahan emosinya Ia tidak mau salah ucap dan ujungnya malah menyakiti Kania.
"Dari mana?" tanya Arga.
"Cari angin," jawab nya asal.
"Bisa tidak kalo sedang bicara dengan suami tidak ketus begitu, apa cari angin harus sampai sore seperti ini dan kenapa tidak izin dulu pada suamimu," ucap Arga merasa kesal, Ia merasa tidak di hargai oleh istrinya.
"Maaf," jawab Kania.
Arga pun duduk di sebelah Kania yang sedang menyisir rambut nya di depan cerimin.
"Lain kali kalo magah jangan di pendam, bilang yang jelas bukan malah mendiamkan suami kamu dan malah pergi nemuin pria lain di luar sana," ucap Arga kesal, bagaimana tidak Ia menerima pesan dari teman nya kalo Kania sedang ada di Cafe Axsel dan bercanda dengan pria itu.
Arga menyusul nya kesana namun Kania sudah pulang, saat Arga sampai di rumah ternyata Kania masih belum juga pulang.
Emosi Arga pun memuncak namun Ia berusaha tenang saat Kania datang beberapa waktu yang lalu.
"Ada maksud kamu?" tanya Kania heran kenapa Arga berbicara seperti itu.
"Sepertinya mood kamu membaik setelah bertemu dengan Axsel," ucap Arga.
Deg
Kania pun langsung menoleh Ia tidak menyangka kalo suami nya tahu Ia bertemu dengan pemuda itu.
"Itu cuma kebetulan, lagian kami cuma ngobrol saja dan tidak hanya berdua di sana banyak orang," jawab Kania jujur, memang Ia tidak sengaja mampir di Cafe milik Axsel.
__ADS_1
"Oh kebetulan ya atau mau balas dendam karna kamu cemburu dengan Sita," ucap nya membuat Kania menggelengkan kepalanya mood nya kembali buruk saat Arga menuduh nya seperti itu.
"Kalo gak percaya ya udah, lagian aku gak pernah ya niat balas dendam kalo pun niat dari dulu aja kenapa baru sekarang, aku gak peduli kamu mau balik lagi sama mantan kamu juga yang jelas aku dan Axsel cuma berteman dan gak pernah punya hubungan apa apa dari dulu," ucap nya langsung berdiri meninggalkan Arga.
Kania membuak pintu kamar itu Ia berniat mengambil minum ke dapur karna tenggorokan nya terasa sangat kering, percuma berdebat dengan suami nya karna pasti Arga sedang emosi sekali.
Kania sangat tahu bagaimana Arga saat emosi, Ia ingat dulu saat tak sengaja mengobrol dengan Axsel di acara pertunangan Fadly dan Arga benar benar cemburu.
"Kania tunggu," ucap Arga menarik tangan Kania agar tidak jadi keluar, Arga lalu mengunci pintu kamar itu.
"Apa sih, bikin kaget aja," ucap Kania, Ia bisa melihat raut wajah Arga yang memerah menahan kesal.
"Sekarang jelaskan kenapa kamu keluar tanpa izin dan pulang sesore ini? apa kamu sengaja menghindari suami kamu hmm?" ucap Arga sedikit membentak dan itu sukses membuat Kania diam entah mengapa hatinya merasa sakit mendengar hal itu padalah dulu Arga sering membentak nya lebih dari itu namun tidak apa -apa kenapa sekarang rasanya beda.
"Kenapa diam sengaja menemui pria lain saat ada masalah dengan suami mu, bukannya menyelesaikan nya malah pergi begitu saja dan ketawa ketawa gak jelas kamu pikir itu bagus hmm ingat kamu sudah punya istri dan sebentar lagi punya anak jangan ganjen," ucap Arga sedikit menurunkan bicara nya.
Ia bisa melihat Kania sudah meneteskan air mata, dan itu membuat nya merasa bersalah.
Arga pun meraih tangan Kania namun Kania melepas nya dengan kasar, mood nya benar benar hancur Ia tidak ingin berbicara dengan suaminya.
"Sayang maaf aku gak maksud bentak kamu, aku hanya ingin kamu jujur sama aku," ucap Arga dan sontak saja Kania tertawa dengan air mata yang terus mengalir.
"Aku gak perlu menjelaskan apapun, kamu bisa cari tahu sendiri dan kamu pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi, tak perlu aku ceritakan juga pasti kamu tahu bukannya selama ini kamu selalu mengawasi ku," ucap nya.
Kania berusaha tenang walau hatinya bergemuruh, entah mengapa perut nya tiba tiba keram namun Ia berusaha tidak menghiraukan nya.
"Sayang maaf bukan itu maksudku," ucap Arga.
"Sudahlah, sekarang kamu bisa kembali lagi dengan mantan pacarmu dan tinggalkan aku. Aku gak butuh pasangan yang tidak percaya padaku," ucap nya sedikit meringis memegang perut nya dan Arga pun menyadari nya.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Arga langsung mendekati nya namun Kania malah mundur Ia tidak mau di pegang oleh suami nya itu.
__ADS_1
"Jangan sentuh aku," ucap nya dan Kania pun berjalan melewati suami nya Ia membuka pintu kamar namun saat memegang gagang pintu tiba tiba pandangan nya kabur.
"Aww," ucap nya pelan.
Kepalanya pusing dan perut nya sakit sekali Ia berpegangan pada pintu namun saking pusing dan perut nya sakit Kania pun jatuha tak sadarkan diri.
Untung saja Arga dengan sigap menahan nya dan segera membawa nya ke bawah, Ia berniat membawa Kania ke rumasakit.
"Kania kenapa?" tanya Bu Ayana melihat Arga menggendong istri nya di atas tangga.
"Kania pingsan bu," jawab nya.
"Astagfirul nak kamu kenapa sayang, bangun lah jangan membuat kami cemas," ucap Bu Ayana menepuk nepuk pipi nya namun Kania masih saja tidak sadar.
"Saya akan membawa nya kerusakit bu takut nya kenapa napa," ucap nya.
"Baiklah ibu akan panggil Papa dulu biar segera nyusul," ucap nya.
Bu Ayana pun segera memanggil suami nya yang sedang ada di kamar mandi. Ia tidak mau terjadi apa apa dengan anak dan calon cucu nya.
"Pah cepetan Kania pingsan," ucap nya dan Papa Bagas pun segera menghampiri mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya pria paruh baya itu.
"Entah lah Ibu juga tidak tahu," jawab nya karna memang sedari tadi juga belum bertemu dengan Kania sejak izin padanya tadi pagi.
"Dimana Kania sekarang?" tanya Papa Bgas cemas mendengar kabar seperti itu bagaimana tidak Papa Bagas tadi ketemu saat Kania pulang.
"Arga membawa nya ke luar mungkin mau di baw ke rumasakit, ayo kita ikuti mereka Pah, Ibu gak mau terjadi sesuatu dengan mereka," ucap bu Ayana dan Pak Bagas pun mengangguk.
Mereka segera berlari keluar dan mobil Arga pun sudah melaju meninggalkan halaman rumah.
__ADS_1
"Semoga Kania dan bayinya baik baik saja," ucap Bu Ayana.