
Dokter pun memeriksa keadaan Kania sudah membaik dan hanya butuh pemulihan saja luka di kepalanya sudah di jahit.
Kania memang sudah di pindahkan ke ruang rawat namun masih belum bisa di jenguk dan Bagas meminta kamar VIP untuk anak nya itu, dia sengaja meminta kamar itu agar mereka yang menunggu merasa nyaman di sana.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?"
"Kondisi nya mulai membaik setelah mendapat kan donor darah semalam dan untung saja janin nya selamat dan sehat," ucap dokter paruh baya itu membuat mereka saling menatap satu sama lain.
Janin..?
Jadi maksud nya Kania hamil itu yang ada di benak bu Ayana.
"Maksudnya gimana Dok saya tidak mengerti?" tanya Ayana takut nya dia salah mendengar karna Kania tidak bercerita tentang kandungan nya.
"Anak ibu sedang hamil, perkiraan baru 6 minggu nanti lebih lanjut nya kita periksa setelah pasien sadar," ucap Dokter itu tersenyum.
Ayana sangat senang sekali mendengar nya di usia pernikahan mereka yang sudah hampir 6 bulan ini akhirnya Kania di beri kepercayaan,semoga saja Kania cepat sadar dan kembali sehat seperti semula.
...
Arga sudah sampai di kantor hari ini dia menyerahkan pekerjaan nya kepada Bara.
"Ada apa sih bos kacau banget gak kek biasanya?"
"Saya lagi sedih kamu bisa liat gimana kacau nya saya dan itu semua gara-gara kamu."
"Lah kok malah nyalahin saya sih bos, salah saya apa coba?"
Bara benar-benar bingung apa kesalahan nya sehingga Bos nya jadi seperti itu, bukankan semalam dia baik-baik saja pikirnya.
"Semalam kamu ada di acara party nya Axsel kan dan kamu mengabadikan momen itu di situ lah asal mula salah kamu," ucap nya sambil memijat pelipisnya yang mulai pening.
"Maksudnya gimana saya tidak mengerti?"
"Kamu yang mengabadikan momen itu dan saya benar-benar kesal karna istri saya yang menjadi bintang utamanya," ucap Arga menjelaskan.
Istri siapa yang Arga maksud karna Bara tidak pernah bertemu dengan istri bos nya itu.
"Jangan pura-pura bego, Kania adalah istri saya semalam dia naik keatas panggung bersama Axsel."
Bara pun melebarkan matanya dia tidak menyangka gadis manis itu adalah istri bos nya, lalu kenapa Arga tidak bilang dari dulu kepada nya dan kenapa Arga menyembunyikan pernikahan nya.
__ADS_1
Bara ingat saat liburan ke vila Kania juga ada di sana, apa mungkin Arga sengaja menyusul nya tapi kenapa Arga tidak cerita yang sebenarnya.
"Jangan becanda Bos, kalo betul gadis itu istrinya kenapa semalam gak dampingi dia?"
Bara benar seharusnya dia mendampingi Kania kemana pun karna itu sudah menjadi keawajiban nya sebagai suami.
Arga tidak menjawab namun dia bergegas meninggalkan kantor dia harus segera kembali ke rumasakit takut nya Kania membutuhkan nya, namun sebelum itu Arga memberi pesan kepada Bara.
"Kamu gantikan saya metting siang nanti karna saya harus kembali ke rumasakit," ujar nya.
"Baik bos."
.
Disisi lain orang tua Arga sudah sampai di rumasakit mereka segera menghampiri Bagas dan juga Ayana yang sedang duduk di depan ruang rawat Kania.
"Mas Bagas, Mbak Aisyah bagaimana keadaan Kania?"
Mama Maya nampak cemas sekali sepanjang perjalana tadi pun hanya bisa menangis, begitu juga Pak Joko dia benar-benar sangat bersalah karna Arga Kania jadi seperti ini.
"Keadaan nya mulai membaik, namun dia masih belum sadar semoga Tuhan memberikan kesadaran secapatnya," ucap bu Ayana dan mereka pun mengangguk.
Arga sendiri langsung kembali ke rumasakit setelah menyerahkan pekerjaan nya kepada Bara.
"Arga bukannya kamu mau kekantor?" tanya Papa Bagas saat melihat Arga sudah mendekat.
Sedangkan Mama Maya dan Papa nya hanya saling tatap, kenapa Bagas tidak marah dan seperti nya baik-baik saja.
Apa mungkin Arga tidak bercerita yang sebenar nya kepada mereka, pikir Mama Maya.
Tapi Mama Maya bersyukur kalo Arga belum cerita semua nya karna Bagas pasti tidak akan diam melihat anak nya di perlakukan seperti itu.
"Aku cuma bentar kok, bagamana Kania sekarang?"
"Masih sama," jawab Papa nya.
Walau pun kesal dengan anak nya itu namun Pak Joko tidak mau kalo sampai orang tua Kania tahu kalo mereka sedang marahan.
Arga nampak murung dan langsung duduk duduk di sebelah Papa nya, menunggu kabar baik dari Dokter.
Mereka pun berbincang sambil menunggu dokter yang memeriksa lagi Kania, namun Kania belum juga sadarkan diri.
__ADS_1
Mama Maya dan Pak Joko memutuskan untuk pulang karna hari sudah mulai siang.
Kini tinggal Arga sendiri yang menunggu karna Bu Ayana dan Pak Bagas sedang mencari makan, mereka baru ingat kalo dari pagi belum sarapan.
Arga terus menatap istri nya dengan kepala yang di balut perban, tak lupa beberapa selang yang menempel di hidung dang juga tangan nya.
Arga memang sudah di perbolehkan masuk melihat Kania yang masih belum sadar.
Dia mengusap tangan Kania pelan sambil terisak, ini kali pertama nya dia menangis untuk seorang wanita yang tak lain adalah Kania.
"Sayang maafkan aku,ini semua salahku kalo aku bisa menjaga emosi kamu tidak mungkin seperti ini, bangunlah aku mohon."
"Bangunlah aku janji akan mengerti kamu, aku akan selalu percaya sama kamu, bangun Kania aku sangat mencintaimu."
Arga terus saja berbicara dia benar-benar sangat terpukul kenapa bukan dia saja yang terbaring di sana.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kania pun sadar, dia mengerjapkan matanya sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Dimana aku?"
Arga sendiri langsung terbangun saat merasakan elusan di kepala nya, ternyata benar Kania sadar.
Arga memang ketiduran di dekat istrinya itu karna semalam tidak tidur dia tidak sadar apa yang dia lakukan.
"Sayang kamu sudah sadar?"
Kania menatap wajah Arga."Kamu siapa? aku dimana kenapa kepalaku sakit?"
Arga benar-benar tidak menyangka kalo Kania tidak mengenali nya, dia langsung menekan tombol agar dokters segera datang.
Tak lama kemudian Dokter pun datang untuk memeriksa keadaan nya.
"Gimana dok, apa yang terjadi dengan istri saya kenapa dia tidak mengenali saya?"
"Kondisi nya stabil, namun kita harus melakukan pengecekan terhadap otak nya bisa saja dia lupa ingatan akibat benturan yang keras di kepalanya."
Arga mematung mendengar hal itu dia tidak menyangka kondisi Kania akan separah itu, air mata nya kembali turun dia benar-benar menyesal.
.
Mendengar kabar sahabatnya kecelakaan, Vani langsung bergegas menuju rumasakit Pelita dia baru saja tahu kabar itu dari Bara.
__ADS_1