Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 69


__ADS_3

Mereka pun pulang bersama namun saat sampai di rumah orang tua Arga di sana ada tamu ternyata ada tamu, Kania tidak tahu itu siapa mungkin teman nya Mama Maya pikirnya.


"Arga kamu kemana aja sih tante nunggu kamu dari tadi?" tanya tante Meri.


"Saya habis makan malam bersama istri saya," jawab nya.


Memang benar pulang kantor mereka memilih jalan-jalan dulu sambil cari makan di luar.


Wanita itu nampak menatap Kania tajam dia tidak menyangka kalo Arga sudah menikah.


"Apa maksud kamu? sejak kapan kamu menikah kenapa tidak kasih tahu tante,kenapa kamu mau menikah dengan dia bukan nya Ayah mu sudah memilih Selyn sebagai calon istrimu," ucapnya membuat Arga kesal, siapa juga yang mau dengan wanita manja itu.


"Mbak maaf ya bukan maksud ku gak ngasih tahu tapi waktu itu acaranya dadakan jadi gak kasih tahu siapa-siapa, mungkin nanti akan ada rencana resepsi nya bulan depan," ujar Mama Maya menjelaskan namun entah mengapa kakak ipar nya itu malah memarahi nya.


Wanita itu adalah istri dari kakak angkat nya Papa Joko jadi Arga tidak ada hubungan darah dengan mereka.


"Oh jadi begitu ya mentang-mentang kami bukan keluarga kamu jadi kami gak di kasih tahu iya? atau kalian takut kalo kami akan mengacaukan acara kalian iya?" ucap nya emosi membuat Arga kesel dia menarik tangan Kania agar mengikuti nya kekamar dia tidak mau Kania mendengar kata-kata kasar dari tante nya.


"Hubby?" ucap Kania bingung.


"Sayang kamu tunggu di sini ya, aku mau tememin Mama di bawah jangan keluar oke, aku gak mau anak kita mendengar aku berkata kasar," ucapnya setelah mereka masuk kamar.


"Iya hati-hati Mas," pesan nya dan Arga pun mengangguk.


Arga pun kembali menemui mereka di sana Mama Maya terlihat diam ketika di sudutkan oleh tante Meri.


"Cukup tan kenapa malah nyalahin Mama sih? yang menikah itu aku kenapa tante yang ribet lagian kenapa sih pake jadi masalah segala."


Arga benar-benar kesal sekali dengan wanita itu, siapa sih dia kenapa malah marah-marah gak jelas toh mereka tidak dekat dari dulu.


"Sebaiknya kalian pulang dan jangan pernah kembali jika hanya membuat keributan saja," ucap nya.


"Kamu ngusir kami, dasar anak tidak tahu diri lihat saja Arga aku akan membuat perhitungan denganmu. Ayo sayang kita pergi dari sini," ucap wanita itu menarik tangan anak nya agar mengikutinya.


Arga pun memijat pelipis nya dia benar-benar di buat pusing dengan kedatangan mereka.


"Kamu gak papa nak? Mama juga gak tahu kenapa dia datang kesini."

__ADS_1


"Gak ko Ma, aku ke kamar dulu ya Mama istirahat Papa tadi kabarin aku katanya terkena macet jadi Mama tunggu di kamar aja," ujar nya dan Mama Maya pun mengangguk dia juga benar-benar pusing menghadapi kakak ipar nya itu.


Arga kembali ke kamar dia tidak menemukan Kania di sana, namun terdengar suara di kamar mandi.


"Lagi mandi rupanya," ujar nya tersenyum sermik.


Arga pun ikut masuk ke dalam kamar mandi Kania memang lupa mengunci pintu kamar mandi karna terburu ingin buang air kecil.


"Loh by kenapa masuk sih aku belum selesai mandinya," ucap Kania dia masih berendam.


"Kita bareng aja," ucap nya segera melepas semua pakaian nya dan masuk ke dalam bathtup.


Kania mengerucutkan bibir nya kesal karna bukan hanya mandi dan benar saja satu jam kemudian mereka baru seleasi.


"Tuh kan niat nya cuma mandi eh malah minta yang lain," ujar nya sambil mengeringkan rambut nya.


Arga pun tersenyum dan membantu nya mengeringkan rambut Kania yang tergerai panjang.


"By kalo aku potong rambut boleh gak?"


"Gak boleh aku lebih suka kamu kaya gini, kalo mau potong dikit aja ujung nya rapihin doang," ujar nya.


"By yang tadi siapa sih kok galak banget," ucap nya.


"Dia tante Meri istrinya Om Wijaya," jawab nya.


"Bukannya Papa gak punya saudara ya, dan Mama juga cuma bukan cuma satu saudara."


"Iya Om Wijaya adalah kakak angkat nya Papa, dia selalu saja membuat masalah dengan kami."


"Lalu apa maksud nya tadi apa mereka ingin menjodohkan kalian?"


"Itu cuma keinginan tante Mery saja sedangkan Mama sama Papa kan sudah menyiapkan jodoh untukku yaitu kamu, meskipun awalnya aku terpaksa namun setelah menikah aku benar- benar sangat bersyukur karna kamu yang menjadi istriku I love you sayang," ucapnya.


Dan Kania pun tersenyum dan membenamkan kepalanya di dada suami nya dia sangat senang karna Arga tidak mau di jodohkan dengan Serly.


***

__ADS_1


Hari ini mereka pulang kerumah setelah beberapa waktu menginap di rumah orang tua Arga.


Mama Maya dengan berat hati membiarkan Kania pulang bersama Arga, namun Mama Maya berjanji akan mengunjungi menantu nya itu setiap hari libur.


"Sayang kamu gak usah beres-beres biar nanti art yang beresin semua nya, jangan terlalu lelah."


"Iya By tenang aja lagian aku kan udah biasa kalo cuma beresin rumah," jawab nya.


"Pokok nya jangan sampai kelelahan ya ingat sama ini," ucap nya mengelus perut rata Kania.


Dan Kania pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"O-ya sayang apa Vani pernah cerita sesuatu gak sama kamu?"


"Cerita apa maksudnya?"


"Apa aja yang membuat kamu curiga," ucapnya namun Kania hanya menggelengakan kepala.


"Gak pernah, terakhir ketemu kan waktu di rumasakit aku dengar sih dia beli apartemant di dekat kantornya karna sudah satu bulan ini hubungan dengan Papa nya sedang tidak baik begitu yang dia ceritakan padaku," ujar nya.


"Kamu curiga gak kalo Bara dan Vani ada hubungan?"


"Emang gimana? kok bisa nyimpulin kaya gitu?"


"Aku cuma nebak aja soalnya Bara tahu banyak tentang Vani," ujarnya.


"Kalo pun mereka ada hubungan aku sangat mendukung, dari dulu Vani memang sudah menyukai Bara itu yang aku tahu dari Axsel," ucapnya.


Arga pun diam saat mendengar nama Axsel entah kenapa mendengar nama itu di sebut oleh istrinya dia merasa sangat kesal sekali.


Melihat suami nya diam saja membuat Kania penasaran dan mendongkakan kepalanya menatap suami nya.


"Kok malah diem?"


Arga pun menatap mata istrinya jujur mendengar nama itu membuat nya kesal.


"Bisa gak kalo lagi berdua kaya gini gak usah sebut nama pria lain?"

__ADS_1


Kania pun mengantupkan bibir nya kenapa dia sampai lupa kalo suami nya itu sekarang cemburuan.


"Maaf aku lupa," jawab nya sambil memperlihat kan senyum manis nya membuat Arga gemas.


__ADS_2