Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 6


__ADS_3

Kania membanting pintu kamar nya dengan keras, sungguh dia sangat kesal sekali malam ini dengan prilaku Arga.


Dia tidak menangka kalo suami nya itu sangat kurang ajar, bukannya sudah menjadi kewajiban nya memberi Kania nafkah kenapa harus dengan menghina seperti itu pikir nya.


Dia pun berjanji tak akan pernah menerima apapun dari suami nya itu, sudah cukup dia di hina oleh nya dan dia juga sakit hati dengan semua ini.


"Kuatkan aku Tuhan, aku benar-benar harus sabar menghadapi hari-hari terakhir ku tinggal di sini," batinnya.


Kania pun menatap langit-langit kamar nya biasanya dia akan memeluk bu Aisyah saat dalam keadaan seperti ini.


"Ibu aku sangat merindukan mu," guman nya sambil menghapus air mata nya yang menetes.


Kania pun menangis dalam diam, hanya itu lah yang bisa dia lakukan agar bisa membuat hatinya sedikit tenang.


Dia terus menyemangati diri nya, agar selalu sabar menjalani hari-hari kedepan.


.


Keesokan hari nya Kania berangkat mengajar seperti biasa, dia sangat bersemangat sekali mengajar anak didik nya walau pun hati nya sedang tidak baik-baik saja namun melihat anak-anak mood nya benar-benar membaik.


Walau pun usia nya masih muda namun dia selalu semangat dan sabar mengajari murid-muridnya yang baru kelas 3 sd.


"Apa Ibu Kania sudah punya pacar?" tanya Azura anak murid nya.


Kania pun tertawa mendengar pertanyaan anak didik nya itu yang terbilang absurt ini, dia tidak menyangka kalo Azura akan bertanya seperti itu.


"Sayang kamu tahu pacar itu apa?" tanya nya sambil tersenyum.


Kini mereka duduk di taman sekolah karna sudah waktu nya istirahat, Azura dan Azahra anak kembar yang sekolah di sana.


Mereka cukup dekat dengan Kania, dan Kania juga sangat menyayangi mereka karna semenjak masuk sekolah di sana mereka sudah nyaman bersama Kania.


"Kata Ayah pacar itu orang yang menyayangi kita dan akan menjadi pasangan hidup kita Bu, seperti Ayah dan tante Laura begitu," jawab nya.


Azura selalu bercerita kalo calon ibu tiri nya itu sangat baik dan juga perhatian pada mereka, dan Kania sangat senang mendengar nya.


Kania sangat mengenal dekat Laura yang seorang Desainer terkenal di sana, wajahnya yang cantik membuat senyum nya di sukai oleh anak-anak termasuk Azahra dan Azura.

__ADS_1


Kania 2 tahun lebih muda dari Laura jadi pantas lah jika Azura dan Azahra menjadi anak sambung nya karna Laura lumayan dewasa orang nya.


"Ohh gitu yah Ibu mau kerja dulu biar banyak uang nanti baru cari pacar," ucap Kania terkekeh.


Membuat mereka tertawa kenapa juga guru nya itu malah melawak.


"Kita do'akan semoga ibu bisa mendapat kan jodoh yang baik seperti Ayah kita," ucap Azahra memeluknya.


Kania pun tersenyum hangat mendengar apa yang Azahra katakan, dia merasa Azahra sudah seperti anak nya sendiri.


"Iya sayang kalian memang terbaik, makasih ya," ucap nya membuat mereka tersenyum.


Mereka sangat menyayangi guru nya itu menganggap nya seperti ibu nya.


"Sama sama bu," jawab mereka serempak.


Kania sangat gemas sekali melihat kelucuan mereka berdua.


"Nah ini untuk kalian sebagai hadiah bisa mengerjakan tugas yang ibu berikan tadi," ucap Kania memberikan masing-masing gantungan untuk tas mereka.


Mereka senang mendapat kan gantungan berbentuk bintang kecil.


Setelah berbincang mereka pun menyelesaikan makan siang nya setelah itu mereka kembali ke dalam kelas.


Kania semangat sekali mengajar sehingga tak terasa waktu mengajar pun selesai dengan cepat.


"Hati-hati yah keluar nya jangan sampai berlarian," ucap nya.


"Baik bu guru," jawab mereka serempak, mereka pun keluar dari kelas dengan tertib.


Setelah kelas kosong Kania pun membereskan barang-barang nya dan keluar dari kelas.


Kania bergegas ke tempat latihan, dia harus cepat karna hari ini ada kompetisi antar murid yang akan mewakili Dojo tersebut.


Untung saja dia membawa motor sehingga bisa selap selip meski terlihat ada sedikit kemacetan di jalan.


Sesampai nya di sana dia langsung memarkirkan motor nya dan segera bergabung dengan para pelatih yang lain, dan segera memulai acara nya.

__ADS_1


Acara pun terbilang lancar ada sekitar 5 orang yang akan bertanding minggu ini, semua peserta di wajib kan mengikuti pelatihan yang lebih serius lagi.


"Nazar kenapa kamu terlihat murung, apa kamu tidak senang ikut perlombaan tersebut?" tanya Kania menghampiri salah satu peserta lomba.


Dia sangat tahu kalo anak didik nya itu sangat antusias saat belajar namun kali ini dia tampak berbeda.


"Aku cuma gugup Pay Kania, aku juga tidak percaya diri aku takut mengecewakan kalian semua," jawabnya.


Kania pun tersenyum dan mengusap pundak nya pelan untuk membuat anak kecil itu rilex dan percaya diri.


"Santai saja jangan jadikan beban, Pay tahu kamu pasti bisa ayo semangat," ujar nya memberikan dukungan kepada Nazar murid nya yang paling muda.


Nazar baru saja kelas 5 sd tapi kemampuan nya sudah sangat bagus bahkan dia bisa bersaing dengan kakak kelas nya .


"Makasih Pay," ujar nya tersenyum, di sedikit tenang mendengar perkataan Kania.


"Berusaha lah semampu kamu nak, kamu pasti bisa semangat," ucap Kania menyemangati nya dia yakin Nazar pasti bisa.


Setelah berbincang dengan Nazar dia langsung pamit pulang kepada pelatih yang lain.


Dia melirik jam tangan nya masih ada waktu lantas dia pergi ku rumah sahabat nya yaitu Vani.


Sebelum suaminya menyuruhnya pulang dia akan menunggu saja di tempat temannya itu.


Sesampai nya di sana Kania langsung di sambut hangat oleh sahabat nya itu.


"Kania kirain loe bohong mau mampir kemari," ucap Vani memelukanya, memang benar Vani sangat merindukan sahabatnya itu, apalagi setelah mereka lulus kuliah mereka jarang bertemu.


"Maaf aku sibuk mengajar, gimana kabarmu?" ujar nya memeluk sahabatnya itu sungguh dia sangat merindukan sahabat nya itu.


Kania terpaksa mampir kesana karna kalo ke rumah ibu Aisyah pasti nanti nya dia akan di tanya macam-macam.


"Kabar baik, ayo masuk kita ngobrol di kamar gue aja nyokap sama Bokap gue lagi pada pergi," ujarnya menarik tangan Kania.


Kania pun mengekori Vani ke kamar nya yang ada di lantai dua sungguh dia ingin curhat masalah nya namun dia urungkan karna sudah berjanji tak akan mengatakan kepada siapa pun tentang pernikahan nya.


Biasanya dia akan cerita kepada Vani tapi kalo masalah nya seperti ini pasti Vani akan kaget dan bertanya yang tidak-tidak.

__ADS_1


__ADS_2