
flasback beberapa jam sebelum Kania datang.
Ayana sedang menyiram tanaman Oma Maria yang sudah mulai kembali hijau setelah kedatangan nya ke sana suasana di rumah itu seakan hidup karna Ayana merawat semua tanaman Oma Maria dengan baik bahkan dia sengaja membuat rumah kaca agar tanaman nya selalu sehat.
"Nyonya di luar ada tamu nanyain," ucap Bibi membuat kening Ayana mengkerut, siapa yang ingin bertemu dengan nya sedangkan dia merasa tidak ada janji dengan siapa -siapa.
"Ya sudah bi suruh tamu nya masuk, saya mau cuci tangan sebentar," ucap nya dan Bibi pun segera keluar menghampiri tamu itu.
"Mari masuk Pak, Buk Nyonya Aya sedang mencuci tangan nya sebentar," ucap nya.
"Oh iya bi terimakasih, ayo Ma, Cantik masuk," ucap nya mereka pun masuk dan menunggu di ruang tamu.
"Apa ini rumah nya tante Ayana?" tanya Cantika sambil memperhatikan isi rumah itu hampir sama seperti rumah nya.
"Iya sayang," jawab Viktor.
"Kenapa rumah nya sangat bagus sekali ya, apa suami nya sangat kaya raya?" tanya nya lagi membuat Viktor tersenyum ada apa dengan anak nya itu kenapa bertanya begitu seperti akan kecil saja.
Ayana pun nampak terpaku melihat kakak nya jujur dia kaget sekali karna sudah beberapa tahun Viktor tidak ada menghubungi nya.
"Kak Viktor," ucap nya lirih dia membekap mulut nya agar tidak berteriak dia menahan tangis nya.
Jujur saja dia sangat merindukan kakak nya itu setelah berpisah beberapa tahun lalu.
Viktor memang sudah pernah pulang dan datang ke rumah nya lima tahun yang lalu namun Ayana tidak menceritakan tentang Bagas.
Sehingga kemarin dia datang kerumah itu dan tetangga nya Ayana yang memberi tahu rumah baru Ayana, dia adalah Cindy penjaga toko kue nya.
"Aku sangat merindukan mu Ay, bagaimana kabar mu? aku mencari mu ke tempat mu yang dulu namun kamu sudah pindah. Untung saja aku mendapat kan alamat rumah mu ini dari penjaga kue mu," ucap nya menghampiri Ayana dan memeluk nya erat.
Viktor memang tinggal di luar negri karna dia bekerja di sana namun dia juga membeli beberapa saham di kota nya dan juga rumah jaga-jaga jika suatu saat dia kembali dari dan ingin tinggal di tanah air.
__ADS_1
"Kabarku baik Kak, ayo duduk lagi maaf tidak memberi kabar tentang kepindahan ku karna aku benar-benar lupa apalagi kita sudah lama tidak ada komunikasi," ucap nya dan Viktor pun mengangguk.
"Mbak Cla, Cantika bagaimana kabar kalian?" tanya Ayana sopan.
"Kabar baik," jawab Claudia namun berbeda dengan Cantika dia tidak menjawab dia malah memperhatikan dari atas sampai bawah.
Ayana bisa melihat keponakan nya itu punya sifat yang sama dengan ibu nya yakni sedikit sombong.
Mereka pun berbincang hingga waktu sudah sore dan akhirnya Kania dan Arga datang
selain Kania, Cantika juga kaget saat mereka bertemu.
"Kania ini Om Viktor yang dulu sering ibu ceritakan beliau baru kembali dari luar negri beberapa bulan yang lalu ini istri nya tante Claudia dan itu anak nya Cantika sepupu kamu," ucap nya.
Kania tidak percaya kenapa Cantika sangat sombong berbeda dengan awal ketemu dia seperti nya ramah kepada semua orang namun kenapa sekarang berubah, apa mungkin karna orang tua nya kaya sehingga di semena-mena.
Jangan tanya alasan Kania keluar dari yayasan karna alasan utama nya adalah kedatangan Cantika di sana, awal nya Kania sangat mengagumi gadis cantik itu namun ketika mengetahui sifat asli nya bagaimana Kania menjadi ilfil.
Astaga alasan macam apa itu, cuma gara-gara itu di sampai harus di tegur, namanya juga menjadi pendidik dia harus membuat anak didik nya nyaman kalo semena-mena mungkin anak didik nya akan takut padanya.
"Iya salam kenal saya Kania dan ini suami saya Mas Arga," ucap nya sedangkan Arga nampak tersenyum mendengar nya.
Senyuman itu di salah artikan oleh Kania, dia menyangka kalo Arga tersenyum karna melihat wanita cantik di depan nya.
Entah mengapa dia tidak suka melihat nya mungkin bisa di bilang dia cemburu entah lah mood nya menjadi buruk.
"Kami masuk dulu ya mau bersih-bersih, senang bertemu dengan kalian," ucapnya menarik tangan suami nya agar mengikuti nya ke kamar.
Kania memang sudah dua hari ini merengek ingin menginap terus di sana gak tahu alasan nya apa yang jelas dia tidak mau di ajak pulang.
"Seneng ya liat cewek cantik sehingga senyum-senyum terus," ucap Kania ketus dia duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya.
__ADS_1
"Astaga kamu tuh kenapa sih sayang dari tadi sensi terus, siapa juga yang liatin cewek lain," ucap nya merasa bingung dengan istrinya itu jelas-jelas setelah pulang kerja di langsung menjemput istrinya di kantor dan tidak bertemu siapa-siapa lagi.
"Terus tadi apa cuma liat Cantika doang mata nya langsung berbinar dan senyum-senyum gak jelas," ucap nya.
Arga pun malah tersenyum dia tahu istri nya itu sedang cemburu tapi dia gensi untuk mengatakan nya.
"Apa kamu cemburu hmm?"
Kania pun memalingkan wajah nya ke arah lain karna dia tidak mau menatap suami nya yang ada di hadapan nya itu.
"Siapa yang cemburu, enggak ya," ucap nya.
Namun itu semakin membuat Arga gemas lalu dia mencubit pipi nya membuat Kania semakin kesal.
"Diem ah mandi sana gantian," ucap nya masih ketus.
"Mandiin mau gak?" tanya Arga sambil terkekeh, dia tersenyum nakal.
"Ogah."
"Yakin gak mau?" tanya Arga membuat Kania semakin kesal.
"Kakak ihhh apaan sih," ucap nya segera masuk ke dalam kamar mandi.
Dia yang akan duluan mandi kalo nunggu suami nya pasti akan lama, dia juga akan telat makan malam jika terlalu lama meladeni suami nya itu.
Sedangkan Arga tak kuasa menahan tawa nya."Kamu lucu banget Nia kalo lagi cemburu kek gitu," gumannya Arga pun duduk di tempat Kania kini giliran dia yang duduk bersandar di sana.
Dia melihat ponsel Kania berkedip ternyata ada notivikasi chat dari Marvin.
[Ka Nia masih di rumah Oma gak? aku mau cerita]
__ADS_1
Kening Arga mengkerut tumben Marvin mau cerita sama Kania, biasa nya kalo ada di rumah dia hanya main games saja malah terbilang jarang bicara.