Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 88


__ADS_3

Kania sudah di tangani oleh dokter untung saja dia tidak kenapa napa, Kania sedikit kekurangan darah sehingga mengalami pusing sedangkan untuk perut nya mengalami keram dan itu hal biasa bagi wanita hamil.


Kania pun sudah sadar dan Ia meminta pulang karna tidak suka dengan bau rumasakit.


"Nia dengarkan ibu nak kamu harus di rawat nanti kalo kondisi kamu sudah pulih besok kita pulang ya," bujuk bu Ayana sedangkan Arga nampak diam saja Ia malu untuk memulai bicara karna dialah Kania jadi seperti itu.


"Baiklah terserah kalian," ucap Kania merebahkan tuhuhnya dan membelakangi mereka, Ia berusaha memejamkan matanya berharap malam segera berganti pagi.


"Mulai lagi manja nya," ucap bu Ayana tersenyum sambil mengelus rambut panjang Kania.


"Syukurlah dia tidak apa -apa Papa sangat khawatir sekali melihat nya, apa bayinya baik baik saja?" tanya Papa Bagas.


"Bayinya sehat keram terjadi karna Kania terlalu banyak pikiran, entah apa yang di pikirkan nya padahal sekarang Ia sudah tidak mengajar," ucap bu Ayana lalu menatap Arga seolah ingin bertanya.


Sedangkan Arga nampak salah tingkah dengan menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


"Saya juga tidak tahu bu, karna seharian ini kan dia gak di rumah," ucap Arga dan memang benar hu Ayana pun tahu kalo Kania tadi izin kepadanya.


"Ibu sama Papa pulang saja ya ini sudah malam biar saya saja yang menemani Shovia dia sini," ucap Arga kasihan melihat mereka.


"Tapi nak-


"Tidak apa apa bu lagian Kania sudah tidak apa apa kan, nanti saya hubungi kalo ada apa apa," ucap nya dan mereka pun mengangguk.


"Baiklah kami pulang ya," ucap bu Ayana.


"Iya hati hati di jalan," ucap nya.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka Arga pun medekat Ia duduk di bangku bekas ibu mertuanya itu, lalu Ia memberanikan diri menggenggam tangan istrinya dan mengelusnya pelan.


"Maafkan aku sayang sudah membentakmu, aku tidak menyadari itu karna aku cemburu mendengar kamu bertemu dengan pria lain dan asal kamu tahu saat aku bangun dan tak menemukanmu aku benar benar panik, untung ibu memberitahu ku kalo kamu keluar," ucap nya.


"Aku pergi menyusul kamu ke cafe itu saat salah satu temanku tak sengaja melihatmu di sana, namun saat aku tiba di sana kamu sudah tidak ada. Pikiran ku benar benar kacau takut kalo kamu pergi bersama Axsel ke suatu tempat aku pun meyakinkan diriku mungkin kamu sudah pulang ke rumah, namun saat aku tiba ternyata kamu belum juga pulang," lanjutnya.


"Katakan jujur kamu dari jangan buat aku berprasangka buruk padamu, kamu tahu aku sangat mencintaimu aku tidak mau ada yang kamu sembunyikan dariku, aku minta maaf untuk masalah tadi pagi karna jujur aku juga kaget saat melihat wanita itu, aku tegaskan sekali lagi aku sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengan dia dan sekarang kamu lah wanita satu satu nya yang ada di dalam hatiku, aku mencintaimu Kania. Hanya kamu dan anak kita prioritas ku selama ini jangan," ucap nya, Ia tahu kalo Kania mendengarkan apa yang dikatakan nya karna Ia bisa melihat tubuh Kania bergetar seperti nya istri nya itu sedang menangis.


"Jangan menangis sayang maafkan aku," ucapnya berharap Kania mau memaafkan nya.


Namun Kania masih saja dengan posisi nya Ia tidak mau mematap suami nya, Kania juga merasa malu bersalah karna sudah cemburu buta sehingga mendiamkan suami nya dari pagi hingga munculah pertengkaran,mungkin kalo Kania tidak marah dan mendiamkan Arga semua tidak akan seperti ini.


Kania pun akhirnya membalikan tubuhnya, mungkin mood nya benar benar sudah kembali membaik.


"Aku juga minta maaf," ucap nya membuat Arga langsung tersadar dari lamunanya.


"Sudah lupakan, yang penting kamu sehat dan baik baik saja. Jangan banyak pikiran karna aku tidak akan pernah meninggalkan mu aku cinta sama kamu selamanya," ucap Arga mencium tangan istrinya itu.


***


Beberapa hari beralu Kania sudah kembali ke rumah mereka, di usia kehamilan nya yang ke 6 bulan Kania sering ikut senam untuk ibu hamil.


Seperti hari ini dia sengaja mengajak Nabila ke tempat itu karna Arga tidak bisa mengantarnya karna ada metting.


"Sampai kapan kamu sembunyi di sini?" tanya Kania, Ia kasihan dengan orang tua Nabila yang terus bertanya tentang anak nya pada mereka.


"Aku tidak tahu Kak, mungkin setelah mereka membatalkan perjodohan itu," ucap nya karna itu alasan nya di kabur karna tidak mau di jodohkan.

__ADS_1


"Oh begitu ya kenapa kamu gak terima aja sih perjodohan itu siapa tahu saja kalian cocok," ucap Kania namun Nabila tetap menggelangkan kepalanya.


Entah mengapa Nabila mulai nyaman berada di samping Marvin apalagi setelah apa yang tanpa sengaja mereka lakukan.


"Lalu apa kamu tidak bosan di dalam unit terus setiap hari tidak ada kegiatan apa apa," ucap Kania Namun Nabila sepertinya bingung, ingin bekerja namun takut ketahuan oleh orang tuanya dan Marvin pun tidak mengizinkan nya keluar.


"Bosan sih tapi mau gimana lagi, aku masih betah di sini," jawab nya.


Kania pun mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh Nabila, pasti gadis itu masih takut keluar bila tanpa ada yang mendapingi nya.


"Apa kamu menyukai Marvin? dia ganteng loh jomlo pula," canda Kania, Ia ingin tahu reaksi Nabila saat Ia bertanya seperti itu.


"Apa sih kak kok tanya begitu, kakak kan tahu kita hanya bersabahat," jawab nya namun Kania bisa melihat Nabila salah tingkah.


"Oh cuma sahabatan ya, kirain sahabat jadi cinta," ucap nya terkekeh.


"Itu kaya nya gak mungkin deh," ucap nya walau bagaimana pun mana mungkin Marvin suka padanya.


Mereka pun akhirnya sampai di tempat itu dan Nabila pun menemani nya hingga selesai, setelah itu mereka makan siang bersama.


"Kita belanja dulu ya sebelum pulang," ajak Kania dan Nabila pun hanya mengangguk saja.


Mereka pun menghabiskan makananya lalu belanja baju dan juga make up, Kania sengaja membelikan itu agat Nabila belajar dandan.


"Apaan sih kak aku kan gak suka dandan," ucap nya sambil mengerucutkan bibirnya, sedangkan Kania hanya terkekeh.


"Nanti juga kamu pasti butuh," ucap nya.

__ADS_1


Mau tak mau Nabila pun menerima nya namun saat mereka asyik memilih dasi tak sengaja Kania bertemu Arsen.


Arsen yang playboy pun langsung bertanya tentang gadis di sebelah Kania, sedangkan Nabila sendiri tidak berminat berkenalan dengan Arsen.


__ADS_2