
Kania nampak mengerutkan kening nya dia bingung kenapa Dita tahu nama panjang nya, apa mungkin mereka saling mengenal pikir nya.
"Kamu mengenal saya?" tanya Kania bingung.
Dita pun melepaskan infus di tangan nya dan itu membuat Andres khawatir dia mengusap darah yang ada di tangan Dita.
"Ya ampun apa yang kamu lakukan?" tanya Andres bingung sedangkan Dita nampak menangis dan memeluk Kania erat.
Ibu nya pun nampak kaget dengan apa yang di lakukan oleh anak nya itu.
"Dita kamu apa-apaan sih kamu masih sakit nak, kenapa seperti ini," ujar nya berusaha melepaskan pelukan Dita dari Kania.
Pelukan pun terlepas Dita menangis menahan tangan Kania agar tidak menjauh darinya.
"Mama ini Kania tetangga kita dulu, dia yang dulu sering bertengkar dengan Arsen waktu kecil," ujar nya masih dengan isakan nya.
Dita sangat ingat kalung itu karna dia yang memberikan nya, kalung itu milik nya sama seperti milik Arsen.
Kalung putih dengan liontin angsa sebagai bandul nya, Kania memang selalu memakai nya kemana pun.
Ibu nya Dita pun ingat siapa Kania itu dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan suasana yang seperti ini.
"Maaf aku gak ingat, mungkin aku masih kecil sekali waktu itu, aku hanya mengingat nya sedikit dan wajah nya pun sudah lupa," ucap Kania dia hanya mengingat samar-samar tetangga nya yang ada di sebelah rumah orang tuanya itu.
Kania hanya ingat adik kakak yang bertubuh gemuk tempat dia bermain saat masih kecil.
"Kamu memang masih kecil sekali kala itu, mungkin umur 5 tahunan dan kami pindah ke Bali kami baru kembali 2 tahun yang lalu, dan kami baru tahu kalo orang tua mu sudah tidak ada maafkan kami tidak ada di hari terpuruk mu," ujar nya.
Kania pun pun tersenyum hambar,namun dia bahagia bisa bertemu dengan mereka karna yang dia ingat mereka dulu sangat baik kepadanya.
"Gak papa kok tante itu sudah lama juga, eh ini beneran tante Mira ya aku ingat sekarang dulu sering main di rumah," ujar nya.
Ibu Mira pun mengangguk akhirnya Kania ingat nama nya, dia benar-benar lupa dengan gadis kecil nakal itu.
Dia sangat ingat waktu Kania kecil sering sekali membuat anak nya menangis, tak jarang dia juga kewalahan menenangkan mereka jika sama-sama menangis.
__ADS_1
Ibu Mira adalah ibu rumah tangga dia adalah istri seorang TNI yang hanya diam di rumah berbeda dengan Ibu nya Kania yang seorang wanita karir jarang ada di rumah.
Dia tahu Kania lebih dekat dengan Art nya sedari kecil dari pada ibu nya sendiri.
"Iya ini tante Mira dan ini Kak Dita kamu ingat kan gadis gendut yang berkacamata," ucap Mama nya tersenyum dan Kania pun menangguk.
Sedangkan Dita nampak cemberut karna Mama nya membahas diri nya waktu kecil.
"Kok jadi beda banget yah, Kak Dita jadi langsing begini dan wajah nya juga tambah cantik," puji Kania.
"Gue diet karna loe Nia, loe bikin gue stres tiap hari ngatain gue gendut jelek," ucap nya teringat perkataan Kania waktu kecil.
Kala itu umur Dita sudah 10 tahun namun jadi dia ingat apa yang sering Kania katakan padanya termasuk menghina nya setiap hari.
"Maaf Kak aku benar-benar gak ingat," ujar nya.
Mereka pun berpelukan sambil tersenyum senang, mereka sangat bersyukur bisa bertemu lagi.
Sedangkan Andres sedari tadi diam dia tidak menyangka kalo Kania mengenal calon istri dan keluarga nya.
"Bagaimana kabar Aisyah apa kamu masih berhubungan dengan nya?" tanya Bu Mira.
"Saya tinggal bersama beliau setelah kepergian orang tua saya, dia yang merawat ku selama ini dan saya sudah menganggap nya seperti ibu kandung saya sendiri," ucap nya.
Andres nampak cercengang mendengar Kania bukan anak bu Aisyah, karna wajah Kania dan Aisyah sangat mirip jadi Andres tahu nya mereka ibu dan anak.
Mira tak menyangka kalo Kania akan memilih tinggal bersama Aisyah di bandingkan dengan Oma nya yang kaya raya, namun dia juga tahu bagaimana kedekatan mereka dari kecil Kania sudah dekat dengan Aisyah sehingga wajar jika dia memilih tinggal bersama nya.
"Cerita nya panjang, mungkin nanti aku akan cerita kapan-kapan," ujar nya.
Kania pun melirik jam tangan nya ternyata sudah pukul 5.30 dia harus segera pulang.
"Aku harus pulang sekarang maaf ya gak bisa nemenin, besok aku kesini lagi kalo Kak Dita belum pulang," ujar nya.
Dan mereka pun mengangguk, Andres pun berniat mengantarkan nya pulang namun Kania melarang nya dia akan naik taxi saja.
__ADS_1
"Biar aku antar kamu pulang," ujar nya Kania pun menggelengkan kepalanya sambil menunjukan ponsel nya kalo dia sudah memesan taxi.
"Aku udah pesen taxi, dan udah nunggu di bawah, aku langsung pamit.Kak Dita cepet sembuh ya aku mau cerita banyak sama Kakak," ujar nya pamit dia memeluk Dita sebentar dan mencium tangan bu Mira.
"Kamu hati-hati ya nak," ucap Bu Mira mengelus pundak nya pelan.
Kania pun keluar dari rumasakit dan dia segera naik taxi yang sudah menunggu nya di depan rumasakit.
Kania pun terlarut dalam lamunan nya meningat masa-masa kecil nya, dia teringat dengan kalung yang di pakai Arsen kenapa bisa sama.
"Sebaik nya aku tanyain Arsen deh besok kenapa kalung kita sama," guman nya.
Kania pun terjebak macet karna ada kecelakaan, Kania melirik jam tangan nya hampir jam 7 malam.
Taxi pun sampai di depan rumah Arga dia segera keluar dan membayar taxi itu.
"Makasih ya pak," ujar nya tersenyum.
"Iya neng sama-sama," jawab nya.
Kania pun melangkah kan kaki nya menuju rumah, terlihat mobil Arga sudah terparkir di sana.
Kania pun menghela nafas dia benar-benar malas sekali pulang namun apa daya di harus kuat tinggal dua minggu lagi
"Semangat Kania kamu pasti bisa," gumannya menghela nafas kasar.
Kania pun membuka pintu rumah yang tidak terkunci terlihat lampu rumah sudah menyala namun dia tidak menemukan keadaan suaminya itu.
"Kemana dia," batinnya.
Kania segera naik ke tangga menuju kamar nya dia ingin sekali berendam, sungguh hari ini dia menemukan beberapa keajaiban dia sangat senang sekali.
Pintu kamar pun terbuka, Kania langsung masuk dan menyalakan lampu kamar nya namun dia kaget saat pintu kamar tertutup.
"Astaga apa itu," batinnya tak berani menoleh namun dia kembali berteriak saat merasakan tangan kekar memeluk perut nya dari belakang.
__ADS_1
"Aaahhhh.....," teriak nya dia benar-benar kaget dan ketakutan saat ini.