
Nabila sudah pulang ke apartemant Marvin, Ia sangat senang karna sudah mendapatkan kosan yang dekat dengan tempat Ia bekerja.
Mungkin besok Ia sudah tidak tinggal di sana lagi, Ia juga merasa lega karna sudah tidak merepotkan sahabat nya lagi.
"Marvin kesini hari ini gak ya?" gumanya sambil memasukan bajunya ke dalam koper.
Entah mengapa Ia sudah terbiasa dengan kehadiran Marvin setiap malam nya mereka akan makan malam bersama dan Marvin akan pulang setelah Nabila tidur begitulah selama Nabila tinggal di sana.
Sedangkan Marvin sendiri baru saja pulang kerja, sungguh penat sekali hari ini karna Ia banyak sekali pekarjaan.
"Vin kamu baru pulang?" tanya bu Ayana heran karna Marvin pulang jam 7 malam, biasa nya sebelum magrib Ia sudah sampai di rumah.
"Ia Bu, tadi banyak kerjaan jadi sedikit telat karna tanggung jadi sekalian aja di selesaikab hari ini," jawab nya.
"Ya sudah mandi sana kami tunggu di meja makan kita makan malam bersama, sudah lama kamu tidak berkumpul makan bersama kami," ucap Bu Ayana.
Bu Ayana sudah menganggap Marvin seperti anak kandung nya sendiri sedari dulu karna Marvin sejak kecil dia yang merawat nya.
Marvin langsung memebersihkan diri Ia sangat lelah sekali namun Ia juga ingin menemui Nabila untuk sekedar berbincang sebelum tidur.
Marvin sangat menikmati kebersamaan nya dengan sahabatnya itu, melihat wajah Nabila membuat Marvin bersemangat kembali makanya setiap malam Ia akan datang ke apartemant nya.
"Loh Vin kamu mau kemana?" tanya Papa Bagas melihat Marvin sudah rapi.
Marvin sendiri bingung harus berkata apa pada Papa nya biasanya Ia pergi Papa nya sedang di kamar namun kali ini mereka sedang duduk di ruang tv.
"Aku mau keluar sebentar Pah," jawab Marvin seadanya.
"Loh gak makan malam di rumah Vin," tanya Bu Ayana.
"Gak Bu aku ada janji sama teman mau makan bersama," ucap Marvin.
__ADS_1
Bu Ayana pun tersenyum mendengar nya seperti nya Marvin sudah move on dari Aca itu yang ada di pikiran Bu Ayana.
"Hati hati Vin kapan kapan bawa kesini temen kamu itu ibu pengen kenal," ucap Bu Ayana membuat Marvin salah tingkah.
"Apa sih bu gak jelas deh, udah ahh asalamualaikum," ucap Marvin pergi meninggalkan mereka.
"Apa sih sayang kamu kok bilang begitu?emang kamu siapa yang mau Marvin temui?" tanya Papa Bagas.
"Mama cuma nebak aja Pah kali aja emang Marvin udah punya pacar," ucap Bu Ayana tsrsenyum.
"Oh Papa kira kamu sembunyiin sesuatu."
"Nggak lah mana ada seperti itu, udah ayo makan aku panggil Mama dulu," ucap Ayana berjalan ke kamar Oma Maria Ia mengajak wanita tua itu makan bersama.
Sedangkan Marvin baru saja tiba di apartemant nya, terlihat Nabila sedang duduk di ruang tv sambil menonton film horor.
"Astaga Marvin lu ngagetin aja," ucap Bila menepuk Marvin dengan bantal sofa Ia kesal katna Marvin tiba tiba duduk di sebelah nya untung saja jantung nya tidak copot.
"Apa sih Vin ko pake aku kamu sih lu sakit ya?" tanya Bila mendengar Marvin bicara lebih lembut tidak memakai lu gua.
"Emang gak boleh ya aku panggil aku kamu lebih bagus kan dari pada lu gau," ucap Marvin merasa kecewa karna Nabila seolah keberatan dengan perkataan nya itu.
"Astaga bukan begitu cuma gua merasa aneh aja gitu kaya orang pacaran tahu," ucap Bila berusaha tenang padahal hati nya benar benar senang mendengar Marvin berkata aku kamu.
"Ckk masa cuma kata aku kamu harus pacaran sih, sahabatan juga bagus kok panggil aku kamu," ucap Marvin dan Nabila pun mengangguk saja meski Ia merasa sedikit kecewa dengan jawaban Marvin namun Ia berusaha baik baik saja.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Marvin dan Nabila segera menggelengkan kepalanya.
Marvin sudah menebak kalo Nabila akan menunggu nya makan malam bersama, entah mengapa Marvin pun sudah terbiasa dengan Nabila yang memasak makan malam untuknya selama hampir satu bulan lebih Nabila di sana jadi membuat Marvin bahagia.
Mereka pun pergi ke ruang makan, Nabila sudah menyiakan nasi di piring Marvin dan mengambilkan lauk nya yang Ia masak tadi sebelum Marvin datang.
__ADS_1
"Gimana enak gak?" tanya Nabila, seperti itulah jika Nabila masak menu baru pasti Ia akan bertanya enak atau tidak pada sahabatnya itu.
"Enak kamu memang hebat, calon istri idaman," canda Marvin membuat Nabila tersenyum tipis.
Mereka pun makan dengan lahap sambil berbincang ringan, setelah itu mereka duduk di depan tv.
"Vin, gua mau ngomong sesuatu sama lu," ucap Nabila serius sehingga Marvin yanh sedang menonton tv pun langsung menatap gadis cantik itu.
"Mau ngomong apa sih kaya nya serius banget," jawab Marvin menatap Nabila yang menunduk gadis itu malu karna sudah merepotkan sahabat nya itu selama ini.
"Vin gua udah di terima kerja di salah satu perusahaan besar, ya meski cuma kerja jadi seorang karyawan biasa biasa tapi gua senang banget," ucap Nabila to the poin.
Marvin masih menatap gadis itu Ia ingin tahu apa yang akan Nabila lakukan setelah di terima kerja.
"Selamat ya," ucap Marvin namun Nabila sepertinya tidak senang dengan hal itu.
"Iya dan karna itu gua mau minta maaf ya karna sudah merepotkan lu selama ini, mulai besok gua akan keluar dari sini dan akan nempatin kosan sebagai tempat tinggal gua," ucap Nabila.
Wajah Marvin merah padam karna Nabila tidak cerita sedari Ia merasa kecewa karna Nabila tidak memberi tahu nya dulu.
"Kenapa baru cerita sekarang?" tanya Marvin ketus membuat Nabila kaget tidak seperti biasa nya seperti itu Ia yakin kalo Marvin marah padanya.
"Sorry gua emang mau cerita dari kemarin kemarin namun gua lupa, tapi percayalah gua ngelakuin ini karna gua mau mandiri gua malu repotin lu terus Vin," Nabila berusaha menjelaskan nya Ia tidak ingin Marvin salah paham kepada nya.
Marvin nampak menghela nafas kasar dan segera menarik Nabila ke dalam pelukan nya entah mengapa Ia merasa tidak rela bila Nabila pergi dari sana.
"Jangan pergi, aku gak mau kamu pergi dari sini," ucap Marvin sendu membuat Nabila bingung.
Nabila menusap pundak Marvin pelan, Ia merasa kalo pemuda itu marah pada nya karna pelukan Marvin sangat lah erat.
"Vin lepas gua gak bisa nafas," ucap Nabila berusaha terlepas dari pelukan sahabat nya itu namun Marvin seolah tidak mau lepas dari nya.
__ADS_1