Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 29


__ADS_3

"Lagi ngapain nih, seru banget kaya nya?" tanya Arga memeluk Kania dari samping dan menciumi rambut nya.


'Astaga apa-apaan dia akting sih akting tapi gak gini juga kali, jantung gue benar-benar gak aman,' batinnya.


Mama Maya pun tersenyum melihat anak dan menantu nya kembali baikan ya mungkin saja dia hanya salah paham saja kemarin melihat wanita lain di sana.


Buktinya Kania tidak marah dan baik-baik saja kalo ada masalah pasti Kania akan bercerita padanya.


'Semoga mereka selalu bahagia,' batin Mama Maya.


"Gak usah peluk-peluk Kak aku kan gak enak sama Mama," ucap Kania lembut sambil menatap tajam ke arah saumi nya itu namun Arga hanya tersenyum sambil mencubit kecil pipi nya.


"Kamu tuh lucu banget kalo lagi kesel," bisik nya.


Ingin marah namun tidak enak dengan Mama Maya dia hanya bisa menggerutu dalam hati nya, dia benar-benar kesal cari kesempatan dalam kesempitan nih si Arga.


"Gak apa-apa kok sayang kalian kan masih terbilang pengantin baru dan masih romantis-romantis nya, Mama sama Papa juga dulu gitu," ucap Mama Maya sambil mengeluarkan kue yang sudah matang dari oven.


Kania pun terpaksa tersenyum namun lagi-lagi Arga membuat nya kesal dia malah memeluk nya dari belakang dan menyandarkan kepalanya di dada Kania.


'Apalagi sih mau nya dia, benar-benar bikin gue kesel,' batin nya


Kania pun mencubit pelan perut nya Arga, dia benar-benar risi sekali dengan tangan itu dia benar-benar gak bisa gerak.


"Aduh sayang kamu tuh kdrt tau, masa cuma meluk doang gak boleh sih. Mah liat nih mantu Mama malu-malu kucing padahal kalo lagi berdua dia minta di manja sama aku," ucap nya memegangi perut nya padahal Kania cuma mencubit nya pelan


Kania pun memutar bola matanya malas, apaan coba kenapa dia bilang seperti itu bikin darah nya semakin ke ubun-ubun.


Sedangkan Mama Maya menggelengkan kepala nya, ternyata begini kalo liat anak dan mantu nya seru juga ternyata mereka nampak akrab dan romantis walau pun menikah tanpa cinta.


"Apaan sih Kakak tuh buka kartu aja aku kan malu sama Mama," ucap nya tersenyum paksa.


Lalu dia menginjak kaki Arga dan segera berlari kebalakang Mama Maya.


"Ahhh." teriak nya.


"Kamu kenapa sayang ko teriak-teriak?" tanya Mama Maya bingung sedangkan Kania pura-pura membantu Mama Maya.

__ADS_1


"Gak papa kok Ma ini cuma kepentok kaki kursi," bohong nya namun dia menatap Kania tajam.


Kania hanya tersenyum dan saat mertuanya itu lengah dia menyulurkan lidah nya.


"Wlee rasain," guman nya pelan.


'Awas aja kamu Kania,' batinnya masih menatap Kania namun sang empu nya masih asyik memasukan kue ke dalam toples.


Akhirinya membuat kue pun selesai dan kini Kania membantu Mama Maya masak untuk makan malam.


"Kenapa kalian gak pake pembantu sih biar gak cape, kan kalo ada pembantu kalian bisa istirahat gak perlu beres-beres gak perlu ini itu," usul Mama Maya.


Kania juga pingin nya seperti itu namun ini nih suami nya pelit banget buat belanja bulanan aja apalagi buat bayar art aja kaya nya dia males.


"Iya Ma nanti aku obrolin sama Kak Arga," jawab Kania seadanya karna Arga sudah kembali ke ruang tengah.


Arga sedang menyelesai kan pekerjaan nya, dia memang tadi pulang cepat karna tahu kalo Mama nya mau datang berkunjung dia tidak mau Mama nya curiga.


Mungkin selama Mama nya di sana dia akan pulang lebih awal seperti hari ini jam 5 dia sudah sampai ke rumah.


"Ayo Kak makan dulu," ucap Kania menepuk pundak Arga pelan dan itu sukses membuat Arga sedikit kaget.


Kania pun memutar bola matanya malas benar-benar kan suami nya itu.


'Ya Tuhan apa katanya tadi sayang hahha memang pintar sekali dia,' batin nya.


Dan dia pun melepaskan tangan Arga dia berjalan lebih cepat agar Arga tidak menyentuh nya lagi.


"Ayo duduk, ternyata istri kamu pintar sekali masak loh nak Mama aja kalah," ucap Mama Maya.


Arga pun duduk sedangkan Kania nampak masih berdiri dia berusaha menjadi istri yang baik di meja makan.


"Mama bisa aja, aku masih belajar," jawab nya mengambil piring suami nya lalu mengisinya setelah itu dia mengisi milik nya dan duduk di sebelah Arga.


Ini akan menjadi pengalaman banginya mungkin setelah berpisah ini akan menjadi pengalaman berharga baginya menjadi istri walau cuma beberapa hari.


"Arga beruntung sekali punya istri yang pintar masak jarang loh wanita jaman sekarang yang mau ribet ke dapur, bukan cuma pintar bergoyang di ranjang tapi pintar menggoyang lidah."

__ADS_1


"Uhuk uhuk."


Kania yang baru saja mengunyah makanan nya langsung keselek mendengar ucapan Mama Maya apa katanya tadi astaga Mama Maya apa-apaan pake bicara seperti itu pikirnya.


Arga pun dengan sigap langsung perhatian memberikan air kepadanya dan juga mengelus pundak nya pelan


"Astaga kamu kenapa sih sayang kalo minum tuh pelan-pelan," ucap Arga merasa kasihan.


"Maaf," ucap nya.


Makanan malam pun berlanjut dengan candaan yang Mama Maya ucapkan membuat Kania ingin kekamar secepatnya.


Kenapa sih Mama Maya malah membahas hal-hal tentang rumah tangga yang gak dia mengerti sama sekali.


Setelah selesai Kania pun membereskan meja dan mencuci piring.


"Aku bantu yah," ucap Arga tiba-tiba berdiri di belakang nya.


Kania pun menghela nafas kasar dia benar-benar tidak habis pikir kenapa sih Arga itu gangguin dia terus padahal Mama Maya sudah tidak ada di sana.


"Gak usah, udah mau selesai juga," jawab nya tanpa melirik sama sekali.


"Gak usah galak-galak dong takut nya ketahuan sama Mama," ujar nya membuat Kania semakin kesal.


"Iya -iya bawel."


'Sejak kapan dia jadi banyak bicara biasanya cuma iya aja kalo, kenapa sekarang dia jadi cerewet kaya Mama Maya," batin nya.


Mereka pun ikut duduk di depan televisi, sambil mendengarkan curhatan Mama Maya dan juga nasehat-nasehat dalam berumah tangga.


"Dalam rumah tangga itu bukan hanya menyatukan dua kepala namun juga dua karakter yang berbeda, Mama harap kalian bisa selalu selalu rukun."


Mereka pun saling melirik tanpa menjawab ucapan Mama Maya, Kania juga berharap nya seperti itu namun dia sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Dia hanya tersenyum namun perkataan Arga membuat nya melebarkan matanya dan menggelengkan kepala.


"Iya Mama do'akan saja ya semoga kita juga bisa cepat dapat momongan, bukannya Mama pingin cepat punya cucu," ucap nya mengerlingkan matanya kepada Kania.

__ADS_1


'Apa tadi katanya apa Arga benar-benar sudah gila, mana bisa punya anak orang tidur aja pisah gini,' batinnya.


__ADS_2