
Bara pun mencerna apa yang Sita katakan sungguh dia benar-benar tidak tahu kalo Arga sudah menikah,brengsek emang si Arga ini kenapa dia tidak di beri tahu lalu siapa wanita yang menjadi istrinya itu.
"Bara loe dengerin gua kan?" tanya Sita menepuk tangan Bara pelan dan itu sukses membuat dia tersadar dari lamunan nya.
Namun Bara masih belum percaya dengan perkataan wanita itu dia akan bertanya langsung kepada Arga.
"Iya gua dengerin lu," jawab nya ambil menyedot habis minuman nya.
Lantas dia langsung pamit kepada Sita yang nampak masih kesal.
"Gua langsung pamit ya, jam makan siang gua udah habi, " ujar nya membuat Sita cemberut.
"Jadi loe cuma mau nanya itu doang sama gua?" tanya Sita heran sedangkan Bara hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya.
Bara pun langsung pergi setelah membayar makanan nya meninggalkan Sita sendiri.
Sita pun kembali menggerutu dia benar-benar kesal melihat Bara sudah menjauh.
"Dasar pria brengsek ngajak ketemu cuma gitu doang, bahkan dia tidak membayar makanan ku sama sekali," gerutu nya kesal.
Sita pun langsung membayar makanan nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Di sisi lain Arga masih saja memikirkan Kania, dia ingin berbaikan dengan istri nya itu.
'Eh istri? sejak kapan aku menganggap nya sebagai istri,' batinnya.
Saat sedang melamun tiba-tiba Bara datang sambil ngos-ngosan mungkin dia habis berlari sehingga nafas nya tak beraturan.
"Ada apa kenapa ngos-ngosan seperti itu, apa kamu di kejar setan?" tanya Arga heran melihat Bara datang bahkan dia langsung meneguk air putih yang ada di depan Arga.
'Astaga kenapa dengan Bara, brengsek sekali dia malah minum air minum ku,' batinnya.
Arga pun berdecak kesal dengan kelakuan Bara hari ini.
"Ckk apa-apaan ini kenapa kamu malah minum air minum ku gak sopan sekali," ujar nya namun Bara malah tersenyum dia benar-benar tak sengaja.
__ADS_1
"Maaf bos saya tidak sengaja," jawab nya sambil cengengesan.
"Kamu kenapa sih aneh sekali hari ini, apa kamu kesambet?" tanya Arga benar-benar bingung.
Bara pun langsung menodong beberapa pertanyaan kepada bos nya itu, dan itu membuat Arga sedikit kaget.
"Bos apa benar kau sudah menikah, sejak kapan? lalu kenapa aku tidak di beri tahu?" ucap nya membuat Arga bingung harus menjawab apa.
Dari mana Bara tahu kalo dia sudah menikah apa mungkin orang tua nya yang sudah memberi tahukan kepada nya.
"Dari mana kamu tahu tentang itu?" tanya Arga, dia bingung harus mulai dari mana menceritakan nya dia takut Bara tidak bisa menjaga rahasia.
"Berarti itu benar kan bos anda sudah menikah?" tanya Bara benar-benar kesal karna Arga tak jujur kepadanya.
Bara bingung kenapa Arga bisa menikah dan tak memberi tahu kepadanya apa yang sebenar nya Arga rencanakan.
"Itu bukan urusan mu Bar, tugas mu hanya lah bekerja menyelesaikan pekerjaan di kantor, dan maaf aku belum bisa cerita yang sebenarnya padamu," ucap nya memijat pelipis nya yang tiba-tiba pening.
Bara pun menghela nafas walau pun dia memaksa pun Arga pasti tidak akan cerita dengan kondisi nya yang seperti itu tapi kalo dia sudah membaik pasti dia akan cerita cerita dengan sendirinya.
Arga juga igin bercerita namun dia akan mencari waktu yang tepat karna dia takut Bara akan tambah memperkeruh semua nya mungkin dia akan cerita setelah kondisi nya mulai stabil.
Arga pun tersenyum membuat Bara bingung dia mengangkat kedua alis nya.
"Gak perlu sungkan Bar kamu memang harus tahu semua nya tapi nanti, aku memang sudah menikah dua bulan lebih, dan aku sedang tidak baik-baik saja dengan istriku sekarang," ujar nya.
Bara pun akhirnya mengerti dan memilih kembali ke ruangan nya membiarkan Arga sendiri yang sepertinya butuh waktu sendiri.
Setelah melihat Bara pergi dia pun pindah duduk nya menjadi di sofa dia menatap makanan yang di belikan oleh Ob tadi membuatnya sedikit lapar lantas dia pun membuka kotak itu dan makana dengan lahap.
Dia harus punya tenaga untuk mendekati Kania nanti malam dia berencana makan malam bersama gadis itu, dia ingin memperbaik suasana sebelum mereka benar-benar berpisah.
.
Sedangkan Kania sendiri baru saja keluar dari kelas mengejarnya, hari ini dia akan bertemu dengan Arsen dia ingin mengucapkan terimakasih pepadanya karna sudah membawa motor nya ke bengkel beberapa hari yang lalu saat dia tak sengaja meningalkan nya di tempat latihan.
__ADS_1
"Kania tunggu," teriak Andres memanggil nya karna Kania yang tak mendengar lantas Andres pun menyusulnya kedepan sekolah.
"Kania tunggu sebentar," ucap nya menepuk pundak Kania pelan membuat sang empu nya benar-benar kaget.
"Eh Kakak ada apa?" tanya Kania heran melihat Andres yang tampak pucat, apa Andres sakit pikirnya.
"Bisa antar aku kerumasakit sekarang?" tanya Andres sedikit memelas.
Kania jadi semakin bingung siapa yang sakit kenapa tiba-tiba Andres mengajak nya kesana.
"Siapa yang sakit kak?" tanya Kania bingung, dia mengingat orang tua Andres memang susah tua mungkin saja salah satu dari mereka,karna Andres tak mempunyai saudara dia anak satu-satu nya.
"Calon istriku dia masuk rumasakit, dia salah paham sama kita, " jawab nya sendu ini memang salah nya seharusnya dia jujur tentang nya dan Kania yang tak ada hubungan dan itu sukses membuat wanita itu syok dan langsung di larikan kerumasakit seperti nya dia salah paham.
'Ya Tuhan, ayo kalo gitu kita cepetan pergi," ajak nya menarik tangan Andres menuju parkiran dimana motor Andres di simpan.
Kania nampak khawatir takut nya wanita itu kenapa-napa apalagi ada hubungan nya dengan dia, gara-gara mereka cuma ngobrol wanita itu salah paham.
Kania ingin segera sampai di rumasakit dan menjelas kan semua nya, semoga saja kondisi nya tidak parah.
Kania pun duduk di depan membonceng Pa Andres menuju rumasakit yang tak jauh dari sana.
Karna hari ini dia tidak membawa motor jadi dia akan naik kendaraan umum saja setelah pulang dari sana, dia tidak mau merepotkan orang lain.
Mereka pun akhirnya sampai dan mereka pun bertanya kepada petugas rumasakit.
"Sus kami mau menjenguk saudara kami yang bernama nya Dita Riana,ruangan nya sebelah mana ya?" tanya Kania.
Suster itu pun langsung memberi tahu kan nama kamar nya dan Kania pun mengangguk.
"Ruang Mawar no 3 yang ada di lantai dua," ujar nya tersenyum ramah.
"Makasih suster," jawab nya dan suster itu pun mengangguk.
Mereka pun naik lift menuju ke lantai dimana Dita di rawat.
__ADS_1