
Arga mencari Kania kesana kemari bahkan dia menyisir di jalanan takutnya Kania sudah pulang.
Sedangkan Kania masih menunggu Arga di Cafe itu hingga malam, Kania pun mulai bosan dia mencari taxi agar bisa pulang kerumah dengan cepat, jujur saja dia benar benar kesal dengan suami nya karna membiarkan nya sendiri di sana.
"Emang kalo udah kebiasaan pasti gitu tega membiarkan istri yang sedang hamil menunggu hingga larut malam," gumannya.
Tiga puluh menit berlalu Kania pun sampai di depan rumah dan terlihat mobil suaminya sudah ada di sana, dia pun hanya menghela nafas dan segera keluar dari taxi.
Dia berjalan gontai masuk kedalam rumah dan segera masuk ke kamar tamu, Arga yang sedang berada di dalam kamar pun mendengar suara pintu kamar tertutup dengan kencang.
Arga pun segera keluar dia berusaha membuka kamar itu namun terkunci.
"Sayang kamu di dalam? kamu dari mana aku nyariin," teriaknya sedangkan Kania tidak menghiraukannya dia masuk ke dalam kamar mandi dan merelexan tubuhnya jujur saja badannya pegal pegal.
"Sayang ayo buka dong pintu nya.Apa kamu marah?"
Namun tetap saja pintu tidak terbuka membuat Arga bingung, dia mencari kunci cadangan.
Untung saja kunci itu ada sehingga dia dengan mudah membuka pintu kamar itu, yang pertama dia lihat adalah barang belanjaan di atas tempat tidur namun dia tidak melihat istrinya di sana.
"Kemana lagi dia?"
Arga yakin Kania sudah pulang tapi dimana dia sekarang?
"Sayang kamu dimana?" ucap nya namun tidak ada sahutan.
Sedangkan Kania masih di kamar mandi dia ketiduran saat berendam di dalam bathtub.
Arga penasaran dimana istrinya pun membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci.
"Sayang kamu ngapain kok malah tidur di sini?" tanya Arga langsung mengangkat badan Kania dan membawa nya ke atas tempat tidur.
Kania pun terbangun lalu menutupi badannya yang polos dengan selimut.
"Sayang kamu dari mana aku cari kamu kemana mana tapi tidak ketemu?" tanya Arga.
Namun Kania tidak menjawab dia pura pura tidur membuat Arga bingung.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih sayang kok diem aja? apa kamu marah sama suami kamu ini?"
"Kamu pikir aja sendiri, aku ngantuk mau tidur dan silahkan kamu keluar dari sini," ucap nya membelakangi Kania.
"Astaga ada apa lagi sih ini?" batinnya.
"Sayang ayolah kamu kenapa aku gak tahu aku salah apa sehingga kamu marah aku minta maaf karna udah bikin kamu marah ya," bujuknya namun Kania tetep saja tidak menjawab di masih benar benar kesal.
Arga pun ikut merabahkan tubuhnya di samping Kania dia memeluk tubuh istrinya yang terbalut selimut.
Sepertinya Kania sudah tidur karna terdengar dengkuran halus, membuat Arga menghela nafas.
Arga pun terbangun dan mengambilkan daster di kamar mereka dia tidak mau kalo istrinya itu kedinginan karna tidak memakai baju sama sekali.
Namun saat Arga memakaikan baju Arga merasa ada yang aneh dengan tubuh Kania, yakni suhu tubuhnya.
Suhu tubuh Kania sedikit panas."Sepertinya kamu demam sayang."
Meskipun cape dia pun mengambil konpres dan juga obat penurun panas.
Dia mengompres Kania hingga dia ketiduran di kursi dekat tempat tidur, sungguh dia sangat lelah sehingga dia tidak sadar tertidur di sana.
"Astaga apa yang terjadi?" batinnya, sambil melirik jam yang ada di dinding ternyata jam 3 pagi.
Dia mengambil lap yang ada di kening nya lalu menatap wajah lelah suami nya yang terlihat lelah.
"Apa Kak Arga menjagaku sepanjang malam ya?" gumannya merasa dirinya sudah baik baik saja.
Lantas dia pun mengelus kepala suami nya pelan, dan benar saja Arga langsung terbangun.
"Sayang kamu sudah bangun? bagaimana keadaanmu apa yang sakit?" Arga benar benar khawatir.
"Aku baik baik saja," jawab nya dia merasa bersalah karna sudah marah kepada suami nya itu.
Harusnya dia bertanya dengan baik-baik kenapa suaminya tidak menjemputnya semalam.
"Syukurlah aku sangat khawatir sekali," ucap nya sambil mengusap pipi Kania yang tampak pucat.
__ADS_1
"Tidur di kasur By pasti badanmu sakit kalo tidur seperti itu," ucapnya.
Arga pun naik ke atas tempat tidur dia segera memeluk tubuh Kania .
"Maafkan aku ya plis jangan marah lagi aku gak suka kamu marah kaya semalam," ucap nya membuat Kania memberanikan diri menatap wajah Arga.
"By apa yang terjadi kenapa kamu gak jemput aku semalam, aku nunggu hingga jam 9 malam,"
"Sayang aku udah cari kamu ke Cafe tapi tidak ada sehingga aku memutuskan mencari keluar cafe, aku udah telpon tapi tidak aktip akhirnya aku memutuskan untuk pulang karna aku berfikir kamu juga sudah pulang," jawab nya.
"Maaf ponselku mati dan mungkin saat kamu jemput aku sedang di toilet kebetulan perut ku tadi sedikit bermasalah," jelasnya.
Arga pun bernafas lega jujur saja dia merasa bersalah dan takut kalo istrinya kenapa napa, tadi dia juga baru saja sampai saat Kania datang.
"Ya sudah tidur lagi masih pagi, atau mau di bikini sesuatu?" tanya Arga takutnya Kania lapar.
"Enggak ko By aku cuma mau tidur di peluk," jawab nya membuat Arga tersenyum nakal, dia malah sengaja meraba-raba area sensitif istrinya membuat Kania meremang.
Dan jangan di tanya lagi apa yang setelah nya terjadi, mereka melakuka olah raga hingga 2 jam kemudian baru selesai.
Mereka pun tidur kembali hingga pagi hari bahkan saat Mama Maya kesana pun mereka tidak mendengar bunyi bel yang berkali kali berbunyi.
"Kemana sih mereka?" guman nya, Mama Maya pun memutuskan untuk pulang saja.
Mungkin karna akhir pekan anak-anak pergi liburan pikirnya, lalu dia kembali kerumah.
Sebenarnya Mama Maya sengaja menghindari Papa Joko karna suami nya itu sudah tidak jujur kepadanya, masalah perusahaan sehingga dia sedikit kesal dengan suami nya itu.
Namun walau pun dia kesal tapi dia tidak bisa marah lama lama dengan suami nya itu.
"Mama dari mana sih? pagi pagi udah keluyuran?" tanya suami nya.
"Cari bubur Pah di depan tapi gak ada ya udah aku muter muter aja, saat dapet aku ingat Kania dan mau mengantarkan nya ehh pas sampe di sana gak ada orang," jawab nya meletakan bubur itu di atas meja dan segera mengambil mangkok.
"Kemana mereka pagi pagi gini?" tanya Pak Joko ikut memakan bubur itu.
"Entahlah Mama juga gak tahu," jawabnya
__ADS_1
Sedangkan Kania baru saja mengerjapkan matanya saat merasakan silau dari jendela kamar.