Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 101


__ADS_3

Nabila menatap kedua orang tua Ia bingung kenapa bisa ibu dan ayah nya tahu kalo Ia bekerja di sana.


"Maaf ya mbak Mira sudah merepotkan saya sangat berterimakasih karna sudah menjaga Nabila dan memberikan pekerjaan padanya," ucap ibu nya membuat gadis itu yakin kalo Ibu nya berteman baik dengan sang bos.


"Aku malah senang Nabila kerja di sini aku berniat mengangkat nya menjadi sekertaris nya Arsen agar mereka bisa lebih dekat, bagimana apa kalian keberatan?" tanya Bu Mira namun mereka sama sekali tidak keberatan membuat Nabila memutar bola mata nya malas.


Nabila tidak berminat dekat dengan Arsen yang tengil itu, Nabila malah memikirkan Marvin sekarang Ia teringat pada sahabat nya itu yang nampak kecewa melihat Ia bersama Arsen.


"Bil Arsen ini adalah calon suami kamu jadi kamu jangan segan segan meminta bantuan nya bila kamu tidak mengerti masalah pekerjaan," ucap Ayah nya membuat Nabila kaget Ia tidak peracaya kalo Arsen lah pria yang di jodohkan dengan nya.


"Apa Papa bercanda!?" tanya Nabila sambil tersenyum Ia berusaha menetralkan perasaan nya.


"Tentu saja Papa serius kamu nya saja tidak bertanya siapa calon suami kamu, tapi kami senang karna akhirnya kamu dekat dan mengenal baik calon suami kamu Papa harap kamu tidak menolak lagi," ucap Papa nya membuat Nabila sesak nafas ingin rasanya Ia menghilang saja kenapa takdir mempermainkan nya kenapa bukan Marvin saja orang yang di jodohkan dengan nya.


Kenapa ini tidak adil baginya kenapa harus ada perjodohan sungguh Ia tidak mau menikah dengan Arsen.


"Kita bisa atur acara lamaran mereka bagaimana baik nya kami serahkan semua pada Mbak Mira," ucap Papa nya Nabila.


"Baiklah kalo begitu saya sih terserah Arsen dan Nabila saja," ucap bu Mira.


Nabila nampak menyeka keringat di dahi nya Ia sungguh tidak bisa tenang, kalo sudah seperti ini Ia harus bagaimana.


"Kalo aku sih pingin secepatnya," ucap Arsen melirik Nabila sambil tersenyum sedangkan gadis itu nampak mendelik tidak suka dengan wajah nya yang jutek.


Nabila pun menghela nafas Ia izin ketoilet sebentar jujur Ia belum siap kalo harus menikah dengan Arsen karna hati nya sudah bertaut pada Marvin sang sahabat.


Sesampai nya di toilet Nabila membasuh wajah nya Ia harus mencari cara agar bisa terlepas dari perjodohan itu .


'Apa gua lakuin ide gila itu ya buat lepas dari perjodohan ini,' batinnya.

__ADS_1


Nabila pun kembali ke ruang bu Mira Ia melihat orang tuanya sudah berpamitan seperti nya mereka akan kembali pulang.


"Kami titip Nabila ya Mbak," ucap Mama nya membuat Nabila semakin kesal emang nya dia anak kecil harus di titipkan segala.


"Iya siap. Nanti kami kabari kalo sudah menemukan waktu yang tepat mungkin satu atau dua minggu ke depan kami akan ke rumah kalian melamar Nabila," jelas Bu Mira dan mereka pun mengangguk setuju.


"Baiklah kami serahkan pada Mbak saja," ucap Papa nya .


Melihat Nabila sudah kembali mereka pun tersenyum orang tua Nabila memeluk anak semata wayang nya itu.


"Kami gak akan maksa kamu buat pulang tapi kami harap kamu bisa nurut apa kata calon suami kamu," ucap Papa nya dan Nabila pun hanya mengangguk patuh.


"Baiklah kalo begitu kami pamit ya," ucap Mama nya melepaskan pelukan nya pada Nabila.


"Hati hati Mah, Pah," jawab nya meski kesl tapi Nabila sangat menyayangi mereka.


Setelah kepergian orang tua nya Nabila kembali ke ruang kerjanya, teman teman nya pun penasaran kenapa Nabila lama sekali berada di ruangan bu Mira.


"Tentu saja," jawab nya Nabila tidak terlalu dekat dengan mereka jadi Ia tidak menjelaskan apa apa pada mereka.


***


Di sisi lain Marvin nampak tidak bisa tenang setelah mengetahui Nabila dekat dengan Arsen jujur Ia merasa sangat cemburu melihat kedekatan mereka.


"Gua harus cari dimana Nabila tinggal gua harus pastiin kalo Nabila gak ada hubungan apa apa dengan Kak Arsen," gumannya.


Sore hari nya Marvin sengaja menunggu Nabila keluar dari kantor Ia tahu kalo gadis itu bekerja di perusahaan Arsen.


Tak lama kemudian Nabila keluar bersama dua orang wanita entahlah Marvin tidak kenal dengan mereka namun Marvin kembali kesal saat melihat Arsen ada di sana sepertinya pemuda itu ingin mengantar Nabila pulang.

__ADS_1


Nabila naik ke mobil Ia terpaksa mengiakan ajakan Arsen yang akan mengantarkan nya pulang ke kosan.


Marvin pun mengikuti mobil itu hingga mobil itu berhenti di pinggir jalan seperti nya sudah sampai karna Nabila keluar begitu saja dari mobil lalu melambaikan tangan nya.


Mobil Arsen pun melaju kembali sedangkan Nabila berjalan masuk ke sebuah gang sepertinya di sana lah kosan nya Nabila.


Marvin pun tidak menyia nyiakan kesempatan Ia melajukan mobil nya mengikuti Nabila, untung saja gang itu tidak terlalu sempit hingga Ia bisa membawa nya masuk dan memarkirkan di sebuah rumah kosong.


Marvin bisa melihat Nabila masuk kesebuah rumah seperti nya Nabila menyewa sebuah rumah kecil di sana.


Marvin pun berjalan cepat Ia membuka kenop pintu untung saja Nabila tidak mengunci nya sehingga Ia bisa masuk dengan mudah, setelah masuk Marvin pun mengunci pintu itu.


"Kebiasaan dasar ceroboh,kalo ada maling gimana?" gumannya.


'Jadi di sini kamu bersembunyi,' batinnya menatap sekaliling tidak ada yang aneh hanya ada satu buah sofa dan juga televisi di ruang tamu.


Marvin pun melangkah maju di sana ternyata ada satu buah kamar dan juga dapur dan satu kamar mandi di dekat dapur tempat nya lumayan bersih.


Nabila keluar dari kamar nampak kaget melihat Marvin sudah bersidekap dada menatap nya.


"Vin ngapain lu di sini?" tanya Nabila heran dari mana Marvin tahu tempat tinggalnya setelah satu bulan tidak bertemu Marvin akhirnya datang padanya.


"Kenapa hmm gak suka aku di sini?" tanya Marvin mendekat membuat Nabila waspada.


"Mau apa lu, mundur sana jangan dekat dekat," usir nya namun Marvin malah sengaja terus berjalan mendekati gadis itu hingga tidak terasa Nabila pun mundur dan mentok di ranjang.Ia tidak bisa kemana mana lagi.


"Vin lu kenapa sih? gua kok merinding ya liat lu kaya gini," ucap Nabila berusaha tenang namun Marvin malah tersenyum lalu menempelkan tubuh mereka.


Marvin membawa Nabila pada pelukan nya, inilah yang ia rindukan wangi dari gadis itu Marvin terus mengelus rambut Nabila pelan.

__ADS_1


"Gua kangen banget sama lu Bil," bisik nya membuat Nabila meremang.


__ADS_2