
Sita meradang saat mendengar Kania hamil, ternyata Arga benar-benar serius dengan perkataannya kalo dia mencintai wanita itu.
"Apa lebih nya sih wanita itu cantikan juga gue," ucapnya sambil menatap diri nya di cermin.
"Sayang kamu tuh kenapa sih menggerutu terus?" tanya pria di belakang nya.
Pria itu memeluk nya sambil mengusap perutnya, itulah kegiatan nya menemani pria itu tidur selama beberapa jam.
Walau bagaimana pun dia harus mencari lagi pria kaya yang mau memberikan nya uang meski pun harus di tukar dengan harga dirinya dia tidak peduli.
"Ahh enggak kok Mas aku lagi kesel aja sama seseorang," ucapnya.
"Apa yang bisa aku bantu?"
"Mas serius mau bantu aku?" tanya Sita tersenyum nakal.
"Tentu saja saja akan melakukan nya untukmu asal kan kamu selalu ada di saat saya butuh," ucap nya.
Sita pun membisikan sesuatu kepada pria itu, dan pria itu pun mengangguk.
"Liat aja Arga apa yang akan aku lakukan," batinnya.
....
"Sayang ayo tidur kenapa masih melek ini udah melem loh," ucap Arga mengelus perut istrinya dan ternyata Kania masih melek padahal sudah jam 11 malam.
"Aku belum ngantuk Kak," jawab nya.
Bagaimana bisa mengantuk seharian dia tidur pasti malam nya akan susah tidur sedangkan Arga yang sudah kelelahan nampak menahan kantuk nya takutnya Kania menginginkan sesuatu.
Kania pun menyadari nya lalu dia berbalik menatap suami nya lalu dia mengelus pipi mulus itu yang sudah di tumbuhi jambang tipis.
"Tidur aja Kak aku gak papa kok nanti juga tidur sendiri kalo udah ngantuk," ucap nya membuat Arga tersenyum lantas Arga pun mengecup kening istrinya dan tak lama kemudian dia pun terlelap.
Kania yang masih melek pun hanya bisa diam dia memikirkan bagaimana rumah tangga nya kelak apa dia sudah siap menjadi ibu?
Lantas dia pun mengelus perut nya yang masih rata dia terus mengucap syukur karna baru beberapa bulab menikah sudah di beri kepercayaan dan itu sukses membuat Dita iri karna dia juga sangat mengharapkan segera mempunyai momongan.
"Sehat-sehat ya sayang di perut Mama jangan nakal," batinnya sambil terus mengelus nya.
Setelah lama akhirnya dia terlelap dan tidak terasa hari sudah mulai siang.
Dia mengerjapkan matanya dan meraba sebelah nya ternyata Arga sudah bangun dia sudah tidak ada di kamar.
__ADS_1
Lantas Kania pun bangun untuk melaksanakan kewajiban nya sholat subuh.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya Arga meletakan susu hamil diatas nakas.
Sedangkan Shovia sedang melipat mukenanya.
"Dari mana Kak? kenapa gak bangunin aku kan subuh nya hampir kesiangan?" ucap nya seperti nya Arga sudah siap mau berolah raga.
"Aku gak tega bangunin nya kamu pules banget, sekarang minum susu nya."
"Kamu gak mual -mual kan?" tanya Arga kalo biasanya wanita hamil akan mual-mual berbeda dengan Kania dia baik-baik saja tidak ada tanda-tanda orang hamil cuma keliatan nya dia sering tidur dan banyak makan.
"Enggak kok aku sehat, malah aku mau sarapan bareng sama Kakak."
Arga pun tersenyum mendengar nya mereka pun keluar kamar turun ke bawah menghampiri orang tua yang sudah ada di ruang makan.
"Sini nak duduk kita sarapan,mau sarapan apa biar nanti Mama minta Bibi siapain?" Mama Maya mempersilahkan manantu ya duduk.
Sungguh Mama Maya adalah mertua idaman dia sangat menyayangi menantu nya itu jujur saja selam ini dia sangat menginginkan anak perempuan namun karna kandungan bermasalah dia tidak bisa mengandung lagi.
"Aku makan ini aja Ma gak usah repot-repot bikin yang lain," ucapnya menunjuk nasi goreng yang ada di depan nya lalu dia menawari suami nya.
"Mama gak repot kok sayang," ucapnya tersenyum.
"Kakak mau juga?" ucap nya menawari suami nya.
"Aku minum aja nanti sarapan nya habis olah raga," jawab nya menunjuk gelas kopi nya yang tinggal setengah.
"Kakak mau pergi?"
"Iya ayo kalo mau ikut kita olah raga jalan kaki mau gak?"
"Boleh kita mau kemana?"
Sedangkan Mama Maya nampak tidak setuju Arga mengajak Kania jalan kaki.
"Bawa mobil aja kasihan dia lagi hamil masa di suruh jalan kaki." ucap nya merasa tidak senang.
Sedangkan Kania malah antusias karna sudah lama dia tidak keluar, dia ingin menghirup udara kota biasanya kalo hari libur ini dia akan jalan -jalan bersama Vani ke taman kota.
"Gak papa kok Mah aku kuat kok malahan bagus tahu Ma kalo lagi hamil banyak gerak," ucap nya dan Mama Maya pun terpaksa mengalah kalo sudah seperti ini.
"Ya sudah jangan terlalu cape ya," pesannya membuat Kania terharu ternyata Mama Maya sangat memperhatikan nya.
__ADS_1
"Ya sudah ganti baju dulu sana aku tunggu di sini," ucap Arga dan Kania pun mengangguk dan segera memghabiskan sarapan nya.
.....
Sesampai nya di taman Kania mulai kelelahan karna berjalan terlalu jauh, tahu gitu dia tadi milih naik mobil.
"Gimana seru kan?"
"Kakak enak bisa perhatiin cewek -cewek cantik, mereka terang-terangan memuji kakak.lah aku dari tadi dicuekin terus gak ada yang perhatiin," ucap nya sambil merajuk.
"Jadi cemburu nih cerita nya?"
"Enggak kok," jawab nya sambil memalingkan wajah nya dia malu ketahuan salah tingkah.
"Yakin gak cemburu?" goda nya.
"Udah ah gak usah bahas," jawabnya.
Mereka pun duduk di kursi taman yang ada di sana, tempat itu sangat ramai.
Arga memberikan satu botol air mineral, dia tahu kalo kania pasti kehausan.
"Nah ayo minum," ucap nya.
Kania pun tersenyum menerima botol tersebut.
"Makasih ya Kak, jadi gak enak gini ya," ucap nya.
"Mau beli makanan apa mungpung di sini?"
Namun Kania hanya menggelengkan kepala nya, dia ingin makan bakso yang ada di depan yayasan tempat dulu dia mengajar.
"Aku mau bakso yang depan sekolah bisa antar kesana gak?"
Arga pun menganggukan kepala nya lalu mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana, dia harus memesan taxi online karna tak bawa mobil.
Sedangkan tempat Kania mengajar sangat jauh dari sana tidak mungkin dia mengajak Kania jalan kaki lagi.
Namun sebelum itu Arga bertanya lagi takut nya ada yang lupa, jadi dia menawar kan Kania lagi.
"Yakin gak mau beli apa- apa di sini?" namun Kania berjalan lebih dulu dia melihat ada pedagang kerang gak tahu kenapa dia sangat ingin mencicipinya.
Dia membeli kerang itu dengan uang nya karna dia juga membawa uang saku.
__ADS_1