
Selama perjalanan nya Arga nampak kesal dan sesekali memukul stir ingin sekali dia bertanya dengan siapa Kania pergi.
Arga melajukan mobil nya dengan cepat, untung saja dia bisa menyusul taxi yang ada di depan nya.
Arga terlihat heran kala melihat taxi itu berhenti, dia juga meminggirkan mobil nya dan mengerem mobil nya mendadak.
Terlihat Kania turun dari taxi dan seperti nya dia menunggu seseorang, tak lama kemudian datanglah sebuah mobil hitam menghampiri nya dan Kania pun segara masuk dan mobil pun melaju.
Arga penasaran siapa yang bersama Kania itu seperti nya mereka sangat dekat apalagi dia bisa melihat Kania tersenyum saat mobil itu datang.
"Sorry lama nunggu yah, gua tadi kesiangan untung nyokap bangunin, mereka udah berangkat duluan tadi," ucap nya menjelaskan sebelum Kania bertanya.
"Siapa saja yang ikut?" tanya Kania penasaran.
Vani nampak diam dia juga tidak tahu karna yang dia tahu hanya keluarga nya saja yang pergi kesana.
"Cuma gua, lu sama bokap nyokap yang gua tahu," ujar nya dan Kania pun menganggukan kepalanya.
Vani nampak memperhatikan sabahatnya itu seperti nya dia sedang banyak pikiran terlihat dari raut wajah nya yang sedikit murung.
"Lagi ada masalah apa lo, cerita sama gua," ujar nya membuat Kania menoleh.
'Apa kelihatan ya kalo di lagi banyak pikiran' batinnya.
"Ah biasalah masalah kerjaan apa lagi coba," jawab nya sambil tersenyum.
"Cari cowok ke biar lo gak suntuk ya setidak nya ada hiburan lah kalo hari libur kek gini," ucap nya memberi saran.
"Harus nya elu yang cari pacar bukan gua," jawab nya membuat mereka terkekeh.
Vani pun menggaruk kepala nya yang gatal,salah ngomong lagi kan dia.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka terus saja bercerita bahkan Kania yanga gantian menyetir karna kasian dengan sahabat nya itu.
"Loe yakin mau bawa nih mobil? awas aja kalo sampe nambrak gua masih sayang sama nyawa gua," ucap Vani sedikit dan Kania pun mengangguk yakin.
Mobil pun berhenti sebentar dan mereka pun berganti tempat kini Kania yang sudah membawa mobil itu.
"Sejak kapan lu bisa bawa mobil, bukannya lu gak suka ya kalo gua ajak belajar?" tanya Vani heran.
Karna Kania bisa membawa mobil itu dengan tenang dan bisa di bilang Kania sudah sedikit lihai membawa nya.
Kania hanya tersenyum tak menjawab nya kalo Vani tahu siapa yang mengajari nya pasti dia akan marah padanya.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di Vila keluarga Vani, di sana terlihat beberapa mobil mewah dan di dalam juga terlihat ramai.
"Akhirnya sampai juga," ucap Vani melepaskan sabuk pengaman nya.
"Kok kaya nya nya rame ya, bukan nya kata lo cuma kita doang yang kesini," tanya Kania heran melihat banyak mobil di sana.
Kania tahu salah satu mobil itu adalah mobil Axsel sepupu nya Vani, dulu dia gak sengaja gores bagian pintu mobil itu dengan kaca spion motor nya dan itu awal pertemuan mereka.
Kania yakin Axsel pasti membawa serta teman nya gak mungkin dia ke sana sendiri karna di suka nya ramai-ramai.
"Van loe ko gak cerita sih kalo mereka ikut," ujar nya sedikit kesal karna Vani tidak jujur padanya.
Jujur saja Kania malas bila terlalu banyak orang di sana, apalagi Axsel dan kawan -kawan nya mereka selalu saja menggangu nya jika bertemu.
"Udah lu tenang aja mereka gak kan berani gangguin lu ko,kan ada gua yang jagain ly," ujar nya Vani.
Vani pun mengeluarkan barang nya dan berjalan masuk ke dalam Vila di susul Kania di belakang nya.
"Siang semua," ucap Vani ceria menyapa keluarga nya juga sepupu nya.
__ADS_1
Mereka tersenyum menyambut kedatangan Vani dan Kania.
"Kalian udah datang ayo masuk" ucap mama nya Vani mengajak mereka bergabung di dalam bersama yang lain.
Mereka pun lantas masuk dan bergabung dengan yang lain mengikuti Mama nya Vani masuk ke dalam.
Sedangkan Arga diam saat mobil itu masuk ke halaman Vila dia nampak ketar ketir melihat Vila itu dia sangat tahu pemilik nya karna dulu dia pun sering ke sana.
"Gak mungkin gua salah, ini beneran Vila nya Fadli," gumannya menyandarkan tubuh nya di sana.
Arga dan Fadli dulu teman dekat, namun setelah kuliah mereka jadi jarang bertemu apalagi Fadli kuliah di luar negri.
"Apa jangan-jangan Kania kesini sama Fadli lagi," ujarnya menggurai rambut nya kesal kenapa dia berpikiran seperti itu.
Dia pun melajukan mobil nya ke Vila sebelahnya dan dia harus berfikir jernih apa yang harus di lakukan nya namun pikiran buruk kembali menggangu nya."Tidak mungkin, di sana seperti nya banyak orang mana mungkin Fadli membawa Kania ke sini kalo gak ada acara," gumannya.
Arga memutar otak nya agar bisa mencari tahu suasana di dalam rumah, hingga dia pun berniat menyewa Vila yang berada di sebalah Vila keluarga Fadli.
Di rasa sudah aman Arga pun menghampiri tukang kebun dan bernegosiasi setelah itu dia masuk kedalam dan mengintip mereka dari atas tangga.
"Sial kenapa aku sekepo ini, padahal kemarin-kemarin aku biasa saja bahkan tidak peduli dengan wanita itu," ujar nya melihat ke arah kolam renang Vila sebelah.
Di sana terlihat beberapa pria sedang berenang namun dia belum menemukan Kania di sana, Arga nampak kesal seperti nya banyak laki-laki yang ada di sana.
Tak lama kemudian nampak wanita paruh baya datang bersama Kania dan juga dua wanita lain yaitu Vani dan juga Aurel.
"Ternyata itu dia, apa mereka ada acar keluarga seperti nya mereka berpasangan tiga pria dan tiga wanita, aku harus terus memantau mereka," ujar nya terus melihat kearah sana menggunankan tropong.
Di tempat lain Kania nampak senang ternyata bukan hanya ibu nya Vani saja yang datang ternyata ada Aurel juga dia adik nya Axsel, gadis cantik itu sangat baik padanya.
"Kania aku sangat senang sekali kamu ikut kesini, sudah lama kita tidak liburan bersama," ucap Aurel memeluk sahabat nya itu.
__ADS_1
Mereka bertiga dulu satu kampus dan bersahabat baik, namun setelah lulus mereka jarang bertemu karna kesibukan masing-masing.
Kania tersenyum membelas pelukan Aurel dari dulu gadis itu selalu saja membuat nya tersenyum bahkan dulu mereka sering menginap di rumah bu Aisyah.