
Setelah satu bulan menginap di sana kini Kania sudah kembali ke rumah nya dan Mama Maya mengirimkan wanita paruh baya untuk membantu Kania di rumah.
"Sayang aku berangkat kerja dulu yah kalo ada apa-apa hubungi aku, jangan lupa minta Mbo Nem jika ingin sesuatu," ucap nya sebelum berangkat kekantor.
"Iya Kakak tenang saja," jawabnya.
"Sayang bukannya semalam sudah janji ya mau ganti pake panggilan kesayang kok panggil Kakak lagi sih?"
Kania menggaruk kepala nya yang tidak gatal dia baru saja ingat kalo semalam dia sudah berjanji akan mengganti nama panggilan kepada suami nya itu.
"Maaf Hubby aku lupa," jawab nya terasa geli saat dia mengucapkan nya namun Kania harus terbiasa.
Sedangkan Arga nampak tersenyum hatinya menghangat saat Kania menyebut nama itu lalu dia pun mengelus perut istrinya itu yang masih rata.
"Daddy berangkat ya sayang, jaga Mommy di rumah jangan nakal ya," ucap nya lalu mencium kening istrinya.
Setelah pamit Arga pun pergi dia mengendarai mobil nya menuju kantor hari ini dia ada metting dengan perusahaan Farhan.
Sesampai nya di kantor dia langsung di sambut oleh Bara, mereka langsung saja masuk ke ruang metting.
Metting pun berjalan lancar, meski Arga belum sehebat Ayah nya namun dia berusaha menjadi pengusaha sukses yang bisa membangun perusahaan nya sendiri bukan seperti sekarang dia malah mengurus perusahaan orang tua nya.
"Bos saya dengar kalo Pak Joko mau membuat acara pesta pernikahan kalian apa itu benar?" tanya Bara dan Arga pun mengangguk.
"Menurut mu bagaimana?"
"Aku setuju karna dengan itu Axsel akan tahu kalo Kania sudah bersuami dan itu akan membuat nya berhenti mengganggu Kania dan aku sempat mendengar kalo Pak Farhan juga ada niat untuk menjodohkan Kania dengan anak nya," ucap nya jujur karna dia tahu dari Vani.
Arga pun memencingkan matanya." Dari mana kamu tahu?"
"Dari Vani, Pak Farhan merencanakan semua nya agar perusahaan Kania bisa menjadi miliknya," jelas nya membuat Arga kesal dan mengepalkan tangannya.
Namun Arga curiga ada hubungan apa tentang Vani dan asisten nya itu kenapa mereka nampak dekat pikirnya.
Karna yang dia tahu sedari dulu Bara selalu saja bertengkar dengan Vani dan sekarang apa yang terjadi dia pun mulai curiga.
__ADS_1
"Kamu seperti nya semakin dekat dengan Vani, apa kalian punya hubungan?" tanya Arga dia ingin tahu apa yang terjadi dengan mereka.
"Aku-ak-u itu hanya perasaanmu saja," jawab nya gugup.
"Baiklah terserah kamu saja," ucap nya dan Bara pun keluar dari ruangan nya sambil mengusap wajah nya kasar.
"Apa sikap ku terlalu mecolok ya sehingga Bos curiga?" batinnya.
Sedangkan Arga tidak mau ambil pusing terserah Bara saja mau bagaimana pun itu bukan urusan nya hingga jam makan siang pun tiba.
Kania mengantarkan makan siang untuk suami nya membuat para karyawan merasa aneh karna baru kali ini ada yang menemui Arga selain Sita.
"Coba lihat siapa wanita cantik itu?" ucap seorang karyawan wanita.
"Aku juga tidak tahu mungkin itu wanita baru nya Pak Bos."
Mereka terus saja membicarakan Kania dan gosip pun menyebar, untung saja Kania bertemu dengan Bara sehingga dia bisa langsung masuk ke ruang kerja suami nya.
Kania memang tidak kekantor nya hari ini karna masih dalam masa pemulihan mungkin besok atau lusa dia akan kembali.
Begitu juga hari ini harus nya dia bertemu dengan klien namun karna Arga melarang dia melimpahkan tanggung jawab nya kepada Papa Bagas.
"Sayang kamu sudah sampai?"
"Iya ayo makan," ajaknya.
Arga pun tersenyum sedangkan Bara langsung kembali dan menutup pintu nya pelan dia tidak ingin mengganggu mereka.
***
Di sebuah apartemant Vani nampak sedang terbaring lemah entah apa yang salah dengan dirinya karna dari tadi pagi dia sangat mual sekali.
"Apa aku periksa ke dokter saja ya aku tidak mau terjadi sesuatu nanti," ucap nya namun saat ingin bangun dia merasa tubuhnya tidak bisa menompamg berat tubuhnya.
Vani pun terjatuh kelantai namun dia berusaha bangun dan meraih ponsel nya dia menelpon seseorang agar menolong nya.
__ADS_1
Tak berselang lama seseorang datang dengan terengah-engah dia langsung mengangkat tubuh Vani keatas tempat tidur.
"Sayang kamu gak papa kan?" pria itu mengelus kepala Vani dengan sayang.
"Iya aku gak papa cuma sedikit pusing saja," jawab nya namun pria itu tidak percaya di langsung menghubungi dokter agar datang kesana.
"Sudah aku bilang kan tadi pagi kalo kamu harus kedokter mungkin masuk angin kamu semakin parah," ujar nya.
Tak lama kemudian seorang dokter datang lalu memeriksa keadaan Vani, dokter itu tersenyum lalu menjabat tangan Bara.
"Selamat Pak istri anda sedang hamil," ucap nya membuat Vani terbatuk sedangkan Bara tersenyum dia tidak menyangka kalo istri nya sedang hamil.
Bara pun menatap istrinya sambil tersenyum dia sangat bersyukur sekali mendengar nya.
-Flasback-
Dua bulan yang lalu Vani nampak mabuk di sebuah club malam dia sangat kacau sekali, mungkin karna sering berdebat dengan ayah nya dia menjadikan alkohol sebagai pelarian.
Saat akan di bawa oleh pria hidung belang, Bara membantu nya dan membawa nya kedalam mobilnya, namun saat akan diantarkan ke rumah nya dia menolak dengan berat hati Bara membawanya ke apartemant nya.
Vani nampak mabuk dia sampai muntah membuat baju nya kotor, Bara yang bingung pun terpaksa mengganti baju nya namun saat baju nya terbuka semua Vani malah menggoda nya membuat Bara hilang kendali dan melakukan nya malam itu.
Keesokan harinya Vani tersadar kalo apa yang dia lakukan semalam adalah kesalahan namun dia tidak menyesal karna sudah memberikan kehormatan nya kepada Bara pria uang dia cintainya, karna sudah sejak lama dia menyukai pria tengil itu.
Tidak jauh berbeda dengan Vani, Bara pun mengakui kalo yang dia lakukan bukan karna nafsu namun karna dia mencintai wanita cantik itu.
Sejak saat itulah mereka menjalin hubungan dan Bara memutuskan menikahi Vani secara diam-diam karna takut terjadi sesuatu nanti nya, dia tidak mau mencoreng nama baik keluarga Vani.
Setelah menikah Vani membeli sebuah apartemant di sebelah apartemant nya Bara.Vani beralasan ingin menempati tempat itu karna malas berdebat terus dengan Papanya.
Padahal kenyataan nya dia hanya ingin tinggal dengan suami nya, entah apa yang ada dalam pikiran nya sehingga menerima Bara menjadi suami yang secara tiba-tiba.
Vani memang sudah dari dulu sudah mengagumi Bara karna pria itu sering berkumpul di rumah nya bersama fadly dan juga Arga.
Mungkin kesalahan itu menjadi anugrah untuk mereka karna itulah mereka tahu perasaan masing-masing.
__ADS_1
-Flasback off-