Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 34


__ADS_3

Kania pun menghela nafas lalu dia menatap Om Bagas seolah meminta penjelasan.


Bagas pun mulai bercerita saat dia kehilangan Ayana atau Aisyah.


~flasback~


Saat tahu kalo Ayana pergi dari kontrakan tanpa kabar dia terus mencari nya hingga berminggu-minggu berlalu.


Namun yang dia temukan adalah sebuah kertas kecil yang bertuliskan kalo Ayana sudah bertemu dengan orang tuanya dan ikut bersama mereka ke luar negri.


Bagas awal nya tidak percaya namun kala itu Ayana mengirimkan sebuah poto seolah dirinya sedang ada di luar negri dengan senyum bahagia.


Bagas pun akhirnya merelakan kepergian istri tercinta nya, dia tahu itu yang Ayana ingin kan dari dulu bertemu dengan orang tua kandung nya namun dia tidak menyangka kalo Ayana akan meninggalkan nya untuk selamanya.


Enam bulan berlalu setelah kepergian Ayana, Bagas pun terpaksa menikah dengan Raya dia terpaksa menikah demi mengembalikan kejayaan perusahaan.


Raya yang pintar pun membuat dirinya mabuk dan melakukan itu hingga Raya hamil dia tidak pernah melakukan itu lagi dan itu kesalahan besar baginya.


Karna Raya hamil dan melahirkan Marvel, hatinya beku dia tidak pernah mau bertegur sapa dengan istrinya meski di hadapan orang lain mereka selalu mesra, dia juga sering berkunjung ke rumah Bisma namun dia tidak pernah curiga sedikit pun kalo Aisyah adalah Ayana istrinya.


Hingga kabar meninggalnya Bisma membuat Bagas marah dan menyesal karna bukan dia yang mengendari mobil tersebut.


Akhirnya dia membohongi semua orang dengan kematian nya, memang nama nya terdaftar menjadi penumpang pesawat yang jatuh kala itu namun sebenarnya dia tidak jadi berangkat.


Dan saat tahu pesawat itu jatuh dan berita kabar dia meninggal di media, itu menjadi kan sebuah rencana untuk mencari tahu kematian Bisma dan Anita yang jatuh ke jurang dan tidak di temukan jasad nya karna mobil meledak.


Hingga pencarian nya membuahkan hasil dia menemukan bukti dan tahu siapa yang sudah mencakai nya.

__ADS_1


Bagas pun senang namun dia bingung kalo harus pulang ke rumah Oma Maria, karna ibu nya tahu kalo dia sudah meninggal.


Dan istri nya yaitu Raya sudah lama di rumsakit jiwa, bukan karna alasan Bagas meninggal dan bangkrut tapi karna dari dulu Bagas tidak mau menerima nya sebagai istri karna hati nya tidak bisa berpaling dari istri pertama nya.


Beberapa minggu yang lalu Bagas bertemu dengan dokter yang membantu persalinan Anita beliau adalah sahabat nya Bagas saat SMA dan dokter itu mengatakan yang sebenar nya kalo anak Anita itu laki-laki sudah meninggal dan hari itu juga dia membantu Ayana melahirkan anak perempuan.


Dokter itu tidak tahu kalo Ayana adalah istrinya Bagas namun saat Bagas memberikan poto istri nya dokter itu yakin kalo dia wanita itu.


Dan setelah mengetahui kebenaran nya Bagas mencari Ayana dan tak sengaja anak buah nya melihat Kania keluar dari rumah Aisyah, Bagas pun bertekad menemui Aisyah karna yang dia tahu Aisyah adalah pengasuh dari Kania.


Hingga kejutan pun belum juga berakhir saat di datang ke rumah itu Aisyah lupa memakai cadar nya, dan Bagas langsung mengenali istri nya itu.


Walau pun sudah puluhan tahun namun Ayana tetap sama di mata Bagas, dia langsung memeluk nya dengan erat sedangkan Ayana sendiri nampak bengong dia kaget.


Karna yang Ayana tahu Bagas sudah meninggal karna kecelakaan pesawat itu.


Kania menatap mereka tak percaya dia menggelengkan kepala nya dia ingat sejak dulu Bagas tidak menyukai nya.


"Nia sayang dengarkan ibu nak, ibu terpaksa memberikan mu kepada Mba Anita karna Mba gak mau Oma Maria nyakitin kamu," ucap nya menggenggam tangan Kania.


Kania hanya menangis dia tidak tahu apa dia harus bahagia atau pun sedih yang jelas pikiran nya sekarang kacau sekali.


"Terus kenapa Om Bagas dari dulu sangat membenciku bahkan aku sampai takut bila tertemu dengan Om, kenangan saat aku tenggelam di kolam renang itu masih teringat di kepalaku Om, Om sengaja kan meninggalkan ku disana?" ucap Kania kesal.


Bagas pun ingat saat dia mengajak Kania ke wahana bermain karna dia terburu-buru saat mendengar Marvin tertabrak motor dia panik dan meninggalkan Kania sendiri umur nya kala itu sekitar 6 tahun, untung saja ada teman orang tua nya yang menyelamatkan nya.


"Maafkan Papa nak, Papa benar-benar panik dan Papa ingat sudah di jalan. Papa kembali namun kamu sudah pulang bersama Mas Joko dan keluarga nya," ucap nya menunduk.

__ADS_1


Maka sejak saat itu lah dia jarang bermain ke rumah Bisma karna rasa bersalah nya kepada Kania.


Dan ingatan yang membekas di pikiran Kania adalah Bagas tidak menyukai nya.


"Papa tidak bisa dekat-dekat sama kamu karna mata mu sama dengan wanita yang aku cinta makanya aku menghindari mu," ucap nya sendu.


"Dan ternyata benar kamu mirip sekali dengan ibu," lanjut nya.


Kania tidak berkata apa-apa dia hanya terisak di pelukan suami nya dan Arga pun meminta izin untuk pulang dan membuat Kania tenang dulu.


Mungkin Kania perlu waktu untuk menenangkan diri, karna jangan kan Kania dia pun syok mendengarnya.


"Ibu, Om lebih baik saya ajak Kania pulang dulu ya sepertinya dia masih syok dengan semua ini, mungkin nanti kalo sudah membaik kami akan kesini lagi secepat nya," ujar nya dan mereka pun mengangguk mereka paham apa yang Arga maksud walau bagaimana pun Kania butuh waktu.


"Baik lah nak maaf kan kami karna kamu jadi mendengar cerita masalalu kami," ucap Bu Aisyah menundukan kepalanya.


Kania tidak bicara apa-apa saat ibu Aisyah memeluk nya begitu juga dengan Bagas dia memeluk Kania erat namun tidak ada respon apa-apa, Kania diam seperti patung hanya air mata nya saja yang mengalir.


Lantas mereka pun pergi meninggalkan orang tua itu, Kania dia menatap jalanan yang lumayan ramai malam itu.


Sedangkan Arga dia nampak kasian melihat istrinya bersedih, hingga dering ponsel Arga membuyar kan lamunan keduanya terlihat nama Sita di sana.


Kania tidak mau mendengar apapun lalu dia mengambil hedset dan memasang nya di telinga nya tak lupa menutup wajah nya dengan tangan dia sengaja menyandarkan tubuh nya.


Arga sendiri sudah mematikan ponsel nya dia tidak mau melihat Kania lebih sedih lagi.


Sesampai nya di depan rumah Kania langsung saja masuk ke dalam rumah dan mengunci diri di kamar, sungguh dia ingin sendiri ingin menangis sejadi-jadi nya dia benar-benar kecewa dengan keadaan ini.

__ADS_1


__ADS_2