Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 106


__ADS_3

Tidak berbeda jauh dengan Arsen, Cantika juga nampak kesal karna kedekatan nya selama satu bulan ini tidak berarti apa apa bagi Marvin sedangkan dirinya sudah sangat berharap bisa menikah dengan pemuda itu.


'Sialan kenapa harus begini sih ujung nya, gua benci kalian berdua,' batinnya sambil menatap mereka sinis.


Cantika pun memutuskan pergi sebelum acara itu selesai Ia tidak mau berada di sana karna jujur Ia iri melihat kebahagiaan mereka.


Ia melajukan mobil nya dengan kencang jujur hatinya benar benar sakit sekali.


***


Malam harinya Marvin membawa istrinya pulang ke apartemant nya, memang mereka berdua sudah merencakan semua nya dan mereka akan tinggal di sana.


"Ahh lelah banget," ucap Nabila merebahakan tubuhnya di tempat tidur.


Walau acara nya cuma sederhana namun tetap saja Nabila merasa lelah berada di acara itu.


"Baru akad nanti resepsi pasti lebih melelahkan lagi, persiapkan diri kamu biar terus fit," ucap Marvin yang baru saja masuk kamar.


"Padahal gak resepsi juga gak papa sih nenututku, buang buang uang aja," ujar nya membuat Marvin terkekeh lalu duduk di atas tempat tidur sambil menatap gadis itu yang sedang terlentang menatap langit langit kamar.


"Kamu tuh aneh tahu, semua wanita pasti ingin hari bersejarah nya di rayakan emang kamu gak mau jadi ratu sehari?" tanya Marvin.


"Buatku ini udah cukup yang penting kita bisa menjaga rumah tangga kita dengan baik, dan bisa sama sama melewati ujian nya," ucap Nabila.


"Iya aku juga berharap seperti itu dan satu lagi kamu gak boleh kerja lagi di tempat Kak Arsen," ucap nya serius mau bagaimana pun Arsen masih mengharapkan istrinya itu.


"Terus aku ngapain dong masa di rumah terus," ujar nya langsung bangun dan duduk menatap suami nya.


"Kamu di rumah saja jagain calon anak kita ya," ucap Marvin mengelus pipi nya sedangkan Nabila mendelik kesal anak siapa lantas Ia pun baru ingat kalo mau menanyakan tentang testpack yang Marvin bawa hari itu.


"Sayang!!"


"Hmm apa?" tanya Marvin.

__ADS_1


"Soal testpack itu kamu dapat dari mana?" tanya Nabila penasaran.


"Ohh itu punya Kak Kania," jawab nya enteng.


Nabila pun mengangguk namun bagaimana sekarang Ia belum hamil sedangkan sang Ayah sangat antusias sekali menunggu kelahiran cucu nya.


"Lalu gimana nanti kalo Papa tahu aku gak hamil?" tanya Nabila Ia sangat takut kalo Ayah nya marah dan pasti mereka akan sangat kecewa pada nya.


"Tenanglah semua akan baik baik saja aku akan buat kamu hamil secepat nya," ucap Marvin sambil terkekeh.


"Emang bisa ya kek gitu, aku benar benar takut."


"Udah jangan di pikirkan ayo mandi dulu biar lebih seger aku siapkan air hangat ya," ucap Marvin bangkit dari duduk nya Ia meletakan koper gadis itu di depan kamar ganti lalu masuk kekamar mandi.


"Ahh so sweet banget sih suami gua," gumannya melihat Marvin mau menyiapkan sesuatu untuknya.


"Ayo sana mandi air nya udah siap biar kita gantian mandinya," ujar nya namun Nabila malah menggoda nya sehingga membuat Marvin gemas.


"Yakin mau gantian, gak mau mandi bareng nih?" canda nya sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Ahhh aku cuma becanda," ujar nya.


"Tidak ada bercanda bercandaan apa yang kamu katakan adalah kode untukku, ayo kita mandi bareng."


Niat ingin mandi pun malah melakukan hal yang lain, mereka bercumbu di kamar mandi maklum pengantin baru pasti masih penasaran dengan bermacam gaya.


.


Di tempat lain Cantika nampak sedang berada di sebuah club malam, Ia melampiaskan kekesalan nya dengan banyak minum.


Bukan cuma Cantika namun Arsen juga mereka tidak sadar kalo ada di tempat yang sama.


Hingga mereka pun tidak sadar masuk ke kamar yang sama, mungkin bagi Marvin ini adalah awal kebahagian bersama sang istri namun bagi Cantika inilah awal penderitaan nya karna tidak bisa mengontrol emosi Ia pun mabuk.

__ADS_1


Keesokan pagi nya Cantika terbangun sudah tidak memakai sehelai benang, gadis itu nampak kaget dan menjerit saat mengingat kejadian semalam Ia mabuk dan tidak tahu siapa yang sudah tidur dengan nya tadi malam.


"Ahhhg apa yang terjadi semalam?" teriak nya sambil memegangi kepala nya yang masih sedikit pusing.


Lalu Ia menarik selimut menutupi dadanya yang masih terekspos sangat terlihat jelas beberapa tanda merah di dada nya.


"Sudah bangun ternyata," ucap seseorang baru saja keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosok rambut nya yang basah dengan handuk.


"Kamu jadi kita-


"Sudahlah tidak perlu drama, bukannya lu semalam nikmatin gak usah so suci lu," ucap nya membuat Cantika kesal jujur Ia menyesal datang ke club semalam hingga harus kehilangan kesucian nya.


"Kenapa lu lakuin ini sama gue, kenapa lu gak nolak lu tahu kan kalo semalam gua mabuk," ujar nya kesal.


"Mana bisa gua nolak, ibarat kucing di kasih ikan pasti lah langsung di lahap dan satu lagi jangan sampai lu hamil gua gak akan pernah mau menerima nya," ujar nya membenarkan kacing baju nya.


Cantika pun langsung mengepalkan tangan nya lalu mencoba bangun memunguti pakaian nya yang tergelatak di lantai.


Lalu perlahan memakai nya Ia tidak peduli meski ada pemuda itu di sana yang jelas Ia harus segera pergi dari tempat itu.


Maski pun merasakan sakit di **** ***** nya namun Cantika berusaha tenang Ia tidak mau di sebut lemah oleh pemuda sialan itu.


Dalam hati nya Ia menggerutu namun Ia tidak mau buang buang waktu Ia sangat tahu pria macam apa yang ada di hadapan nya itu.


"Oke kita liat saja nanti gua akan buat lu jatuh cinta sama gua, enak aja nikmatin tubuh gua tapi gak mau bertanggung jawab," batinnya.


Cantika pun keluar dari kamar itu dengan perasaan yang hancur Ia sudah kotor mana mungkin ada pria yang mau menerimanya dengan keadaan seperti itu.


"Mah, Pah maafin aku karna membuat kalian kecewa," batinnya.


Cantika mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu Ia tidak pulang kerumah orang tuanya melainkan ke apartemant nya Ia tidak mau orang tua nya tahu kalo ia sedang tidak baik baik saja.


Cantika langsung masuk ke dalam unit nya setelah sampai meski terus menahan sakit di bawah sana namun Ia berusaha tenang.

__ADS_1


Ia sudah tidak bisa lagi menahan tangis nya lalu Ia pun masuk ke kamar mandi mengguyur dirinya dengan shower sambil berteriak memaki pria brengsek itu.


__ADS_2