
Kania pun sudah pulang ke rumah namun Ia masih bersikap dingin dengan suami nya itu setelah orang tua nya pulang, Mertua nya juga datang mengunjungi nya namun cuma sebentar karna mereka sepertinya sibuk.
"Sayang aku sudah membuat susu untukmu di minum ya," ucap Arga namun Kania tidak menjawab Ia bangun dari tempat tidur nya dan pergi dari kamar itu.
"Mau kemana?" tanya Arga bingung.
"Bukan urusan kamu," jawab nya.
"Sayang plis aku minta maaf, aku tahu aku salah tapi jangan kaya gini dong aku mau ngurusin kamu,kamu masih belum sembuh total sayang," ucap Arga memelas namun Kania tidak mau mendengarkan nya wanita itu malah masuk ke kamar tamu lalu mengunci nya dari dalam.
"Sayang plis aku tahu aku salah maafin aku," ucap Arga di luar kamar sedangkan Kania segera merebahkan tubuhnya di kasur Ia sangat lelah dan mengantuk sekali.
Sedangkan Arga benar benar tidak bisa tidur Ia pun duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya sambil menatap pintu kamar berharap Kania membuka pintu nya.
Hingga tidak terasa Ia pun tertidur sofa itu hingga pagi dan saat Kania terbangun Arga masih terlelap.
"Ngapain pake tidur di sini segala, gua kan gak nyuruh dia berjaga di sini," ucap nya sedikit kesal.
Namun Ia harus membangunkan suami nya itu karna sudah siang Ia tahu pagi ini Arga ada metting penting bersama klien nya.
"Bangun sudah siang," ucap Kania menoel noel tangan Arga dengan jarinya.
"Hey bangun," ucap nya sedikit kesal karna Arga tidak mau bangun lantas ia pun mengguncangkan bahu nya.
Arga pun mengerjapkan matanya namun rasa pusing membuat nya tidak bisa melihat Kania dengan jelas.
"Maafkan aku sayang aku menyesal," ucap nya terus meracau.
"Bangun sudah siang," ucap Kania namun Arga malah menarik tangan Kania dan memeluk nya Ia menciumi tangan Kania, Arga masih merasa itu mimpi.
"Astaga apaan sih," ucap Kania berusaha melepaskan tangan nya.
"Eh kok agak panas ya," gumannya saat tangan nya bersentuhan dengan pipi suami nya.
__ADS_1
Lantas Kania pun meletakan telapak tangan nya pada kening Arga. Benar sekali kalo Arga memang demam terlihat wajah nya pun sedikit pucat.
"Kak bangun pindah ke kamar yuk," ajak nya dan Arga pun membuka matanya menatap Kania.
"Sayang aku minta maaf aku menyesal," ucap nya sambil terisak.
"Iya aku sudah maafin kamu, tapi pindah ya aku gak mau kamu kenapa napa," ucap Kania membantu Arga pindak ke kamar mereka.
Arga pun berbaring karna pening di kepalanya sedangkan Kania segera menghubungi dokter keluarga agar bisa menyembuhkan suami nya itu.
"Gimana dok keadaan suami saya?" tanya Kania cemas.
"Cuma demam saja, mungkin karna kurang cairan ia mengalami dehidrasi tapi saya sudah memberi nya obat dan biarkan cairan infus nya sampai habis itu bisa membuat Arga membaik," ucap dokter itu.
"Apa tidak perlu di rawat di rumasakit?" tanya Kania benar benar khawatir.
"Tidak, cukup istirahat saja dan minum obat Arga pasti sehat kembali," ucap Dokter tampan itu.
"Baiklah Dok terimakasih banyak ya," ucao Kania.
Dokter muda itu menggantikan Ayah nya yang sudah pensiun, Kania juga baru pertama kali bertemu dengan dokter itu dan seperti nya dokter itu masih muda sekali.
Kania pun mendekat duduk di dekat Arga, Ia menggenggam tangan Arga sambil terisak, sungguh Ia merasa bersalah karna sudah membuat Arga seperti itu.
Arga melupakan makan siang bahkan makan malam nya hanya karna Kania tidaj mau makan, Arga juga sampai tidur di sofa karna Kania mengunci kamar tamu.
"Maafkan aku," ucap nya lirih.
Arga nampak tertidur lelap setelag di periksa, mungkin karna efek obat sehingga Ia langsung terlelap.
Kania pun pergi ke dapur untuk membuatkan sup kesukaan Arga, semoga saja dengan membuat sup Arga mau makan.
Kania menyimpan nampan berisi makanan itu di atas nakas Ia melihat Arga sudah bangun.
__ADS_1
"By sudah bangun?" tanya Kania duduk di dekat nya.
"Sayang aku kenapa? jam berapa ini aku ada metting," ucap nya ingin melepaskan infus dari tangan nya Ia sudah duduk bersandar di ranjang.
Sontak saja kania pun kaget lalu membujuk suami nya agar diam.
"Hubby sayang diam ya kamu sedang sakit, aku sudah menghubungi Kak Bara agar menggantikanmu metting hari ini," ucap Kania memeluk tangan kanan suami nya karn tangan kirinya di infus.
Arga pun mengerjapkan matanya apakah ini mimpi, istrinya kembali hangat setelah melihat dia sakit.
Mungkin sakit ini adalah anugrah baginya karna sakit Kania jadi bersikap lembut kembali padanya tidak seperti kemarin wajah nya jutek terus bahkan bicara nya pun ketus.
"Makan dulu ya aku sudah buatkan sup," ucap Kania mengambil mangkung sup yang ada di nakas.
"Kamu masak buat aku sayang?" tanya Arga dan Kania pun mengangguk Arga merasa sangat bahagia, bahkan rasa sakit nya pun seakan hilang saat melihat Kania seperti itu.
Kania menyuapi nya pelan meski masih kesal namun Kania tidak mau Arga kenapa napa, dalam lubuh hatinya Ia sangat khawatir sekali melihat Arga sakit seperti itu
Walau kesal dan marah namun rasa cinta nya tidak akan pernah berkurang, tidur tanpa suami nya pun Ia tidak nyaman karna tidak ada yang mengelus perut nya.
"Sayang apa kamu sudah memaafkan ku?" tanya Arga lirih dan Kania pun mengengaguk.
"Tapi dengan syarat jangan pernah cemburu lagi dengan Axcell atau siapa pun karna hati dan cintaku hanya untukmu dan bayi kita," ucap Kania membuat Arga tersenyum sambil mengganggukan kepalanya.
Arga pun lantas membawa Kania dalam pulukan nya,untung saja mangkuk yang Kania pegang sudah kosong kalo tidak bisa tumpah ke tubuh Arga.
"Sekarang kamu yang makan ya, kamu juga masih sakit dan harus banyak istirahat nanti biar bi Yuni yang bereskan rumah dan yang lain nya, ingat jangan cape cape," ucap Arga dan Kania pun mengangguk.
Arga pun minum obat dan beristirahat sedangkan Kania menemui bi Yuni yang baru saja datang bersama supir Mama Maya.
"Ini salad buah yang nona minta, ibu membuat kan nya tadi pagi," ucap bi Yuni memberikan titipan dari bu Maya.
"Terimakasih banyak ya bik maaf sudah merepotkan," ucap Kania tersenyum.
__ADS_1
"Tidak repot kok non, kan ibu Maya yang buat saya cuma bawa saja," ucap nya tersenyum.
Kania pun membawanya ke dapur dan memasukan nya ke dalam frizer sedangkan bi Yuni mulai melakukan pekerjaan nya.