
Kania pun nampak kesal ingin dia segera pergi, namun Arga menyuruh nya duduk kembali.
"Aku bukan gak suka kamu makan makanan di rumah ini tapi aku gak mau kamu makan makanan dari wanita itu," ucap Arga membuang semua bronis itu ke dalam tempat sampah.
Kania melebarkan matanya mendengar perkataan Arga, mana dia tahu kalo bronis itu pemberian wanita itu.
Kania mengepalkan tangan nya kesal kenapa wanita itu sangat berani sekali apa Arga dari dulu sering membawa wanita itu kesana pikir nya.
"Maaf kan aku seharus nya tadi aku bertanya terlebih dulu," jawab nya sedikit menahan kesal.
Kania menggerutuki kebodohan nya andai. saja mulut nya tadi mau bertanya mungkin dia tidak akan malu seperti itu.
"Apa kamu lapar biar aku pesan kan makanan dari luar," ujar nya ingin membuat mereka tidak terlalu canggung.
Kania hanya menggelengkan kepalanya sungguh dia kehilangan selera makan nya, dia benar-benar tidak ingin makan apa-apa sekarang.
"Maaf kan aku Kania, sudah membuat mu terjebak dengan pernikahan ini," ucap Arga sendu.
Kania menatap wajah suami nya yang terlihat lelah, dia tahu Arga juga korban semoga saja keputusan mereka bercerai nanti itu jalan terbaik.
"Tidak apa-apa aku tidak pernah menyesali apa yang di gariskan oleh Tuhan, aku hanya menikamati alur nya saja, bagai mana pun semua sudah menjadi takdir ku," ucap nya setelah itu Kania bangkin dari duduk nya berjalan menuju kamar.
Arga hanya menatap nya sendu jujur dia merasa kasihan dengan gadis itu, hanya menunggu satu bulan lagi kontrak itu akan usai.
Tapi kenapa perasaan nya tidak enak, dia seakan berat melepaskan Kania apalagi ada Axsel yang dekat dengan Kania membuat nya mengepalkan tangan nya.
Bukannya dia tidak bisa melepas Kania namun dia takut kalo Kania malah berhubungan dengan Axsel nanti nya.
Siapa yang tidak kenal dengan Pria itu dia adalah seorang casanova dan sering berganti-ganti wanita.
Di kamar Kania hanya bisa melamun membayang kan nasib nya esok jika sudah bercerai dengan Arga dengan menyandang status seperti itu apa yang akan orang katakan tentang nya jujur dia juga wanita biasa belum siap mendengar gunjingan para tetangga.
Setelah berapa lama Kania pun akhirnya bisa tidur.
Di kamar Arga dia juga nampak tak bisa tidur dia sangat bingung apa yang harus di lakukan nya dia tidak mau kehilangan Kania apalagi melepaskan nya untuk Axsel yang notaben nya pemain wanita.
__ADS_1
"Aku harus membuat Kania menjadi milik ku selama nya aku tidak mau kehilangan nya dan aku harus mencari cara," guman nya sambil tersenyum licik.
.
Keesokan hari nya Kania sudah bangun lebih dulu seperti biasa dia akan membuat sarapan dan juga bekal untuk dirinya, terserah lah dengan suami nya karna selama dua bulan ini Arga tak pernah makan sarapan yang di buat kan nya.
Apalagi dia tak pernah memberikan uang sepeser pun pada nya, namun Kania tidak ambil pusing terserah Arga saja lah mau nya bagaimana yang jelas dia sudah menuruti kontrak yang Arga buat dua bulan lalu.
Setelah selesai masak Kania pun mandi dan bersiap pergi ke sekolah hari senin biasa nya akan diadakan upacara jadi Kania harus berangkat lebih pagi.
Sedangkan Arga dia nampak duduk di kursi makan di sana hanya ada satu piring nasi goreng dan juga satu kotak nasi beserta lauk nya, terlihat sangat menggugah selera.
Arga pun melahap habis nasi goreng itu yang terasa enak di mulut nya.
"Kenapa selama ini aku baru sadar kalo masakan Kania benar-benar enak," guman nya.
Setelah selesai makan dia membuat kopi dan meletakan nya di meja, karna masih pagi bagi nya untuk berangkat ke kantor biasa nya dia akan pergi jam 8 pagi sedangakan ini masih jam 7 pagi.
Kania nampak keluar dari kamar nya dia menuju dapur untuk mengambil kotak bekal nya namun dia mengeryitkan dahi saat melihat piring nya sarapan nya sudah kosong.
"Astaga kemana nasi goreng nya?" ucap Kania heran dia bingung sendiri.
"Kania maaf kan aku sudah menghabis kan sarapan mu," ujar nya membuat Kania melebarkan mata nya.
Apa mungkin mama mertua nya kesini lagi pagi ini sehingga Arga pura-pura baik pada nya, Kania pun melirik kesana kemari mencari kebaradaan Mama mertua nya.
Sedangkan Arga menggagaruk-garuk kepala nya yang tak gatal dia salah tingkah melihat wajah Kania yang tanpa ekspresi.
"Maaf apa kamu marah?" tanya Arga.
"Tidak apa-apa, aku bisa sarapan disekolah," jawab nya acuh lalu dia mengambil kotak bekal itu dan memasukan nya ke dalam paperbag.
Namun lagi-lagi dia mengagetkan nya, dia meminta kotak yang akan Kania bawa untuk bekal di sekolah nya.
"Kania boleh kah aku membawa bekal ini untuk makan siang ku?" tanya Arga membuat Kania tersedak.
__ADS_1
Bagaimana tidak biasanya dia akan mencibir apa yang di buat kan Kania untuk nya.
"Maksud kamu apa sih?" tanya Kania heran.
Ada apa dengan Arga apa dia kesambet pagi-pagi sudah mau menyapa nya bahkan au menghabiskan sarapan yang di buat nya.
"Aku hanya ingin merasakan masakan mu saat makan siang nanti," jawab nya tak masuk akal.
Kania memutar bola mata nya malas, untuk apa Arga meminta bekal nya apa ini rencana nya agar orang tua nya tidak curiga kalo hubungan mereka tidak baik-baik saja.
"Ya sudah bawa saja kalo tidak enak kamu bisa membuang nya, aku harus pergi sekarang," ujar nya meninggalkan Arga yang masih mematung.
Kania menyalakan motor nya namun baru saja dia akan naik Arga menaik kunci nya dan memasukan nya ke dalam saku celana nya.
"Lohh apa-apaan kamu, kembali kan aku mau berangkat takut nya telat," ujar nya sedikit kesal namun Arga menyuruh nya masuk ke dalam mobilnya.
Kania bingung kenapa dengan suami nya itu apa yang terjadi kenapa dia jadi begini pikir nya.
Arga pun mengemudikan mobil nya meninggalkan halaman rumah.
Sedangkan Kania hanya menggenggam. sabuk pengaman nya erat dia bingung mau bertanya apa.
"Kania mulai hari ini aku yang akan mengantarkan mu ke sekolah dan aku juga yang akan menjemput nya nanti sore," ujar nya membuat Kania melebarkan mata nya.
"Maksud kamu apa sih?" tanya Kania memberanikan diri menatap Arga dari samping.
Jujur saja jantung nya berdetak sangat kencang saat melihat Arga dengan jarak yanh sangat dekat.
"Aku kan suami kamu jadi wajar kan kalo aku berbuat baik dengan istriku sendiri," ujar nya lalu dia memberikan satu buah atm pada Kania.
"Itu untuk belanja bulanan di sana sudah. aku isi dan aku juga akan mengirimkan uang setiap bulan untuk mu," ujar nya.
Kania hanya bisa diam jujur dalam hati nya dia sangat bahagia mendengar nya lalu dia pun tersenyum.
"Aku melakukan ini untuk kebaikan kita karna aku tidak mau Mama sampai curiga," ujar nya.
__ADS_1
Senyum yang tadi terbit pun kemudian meredup kembali, Kania merasa kecewa sekali dengan pria itu.
Kania memang berharap rumah tangga nya bisa di selamat kan namun melihat sifat Arga yang seperti itu nampak nya dia tidak punya harapan lagi.