
Setelah selesai mengajar dia pun langsung ke tempat karate, dia akan melatih anak-anak selama dua jam.
Dia juga sudah memberitahukan kepada Arga kalo dia langsung ke tempat karate jadi kalo Arga mau jemput langsung ke sana saja.
Saat Kania sedang minum dia hampir keselek melihat notifikasi chat dari Arga ternyata benar Arga datang ke sana menjemput nya.
[Dimana aku udah di tempat parkir]
[Kamu beneran gak lagi ngerjain kau kan]
Kania tersenyum melihat nya, mungkin karna dia tidak membalas nya sehingga Arga berfikiran kalo dia sedang di kerjai.
Kania pun mengetik beberapa balasan untuk suami nya setelah itu dia pamit pulang kepada ketua.
[Tunggu bentar]
[Otw]
Chat pun langsung centang dua biru dan Kania pun membereskan barang-barang nya tak lupa dia mengambil baju nya di loker.
Beberapa menit kemudian Kania keluar dan dia bisa melihat mobil mewah milik Arga terparkir di sana.
Kania pun langsung masuk dan memasang sabuk pengaman nya, tak lupa mengelap keringat di kening nya dengan sapu tangan.
"Sorry pasti nunggu lama yah," ucap nya merasa tidak enak.
"Tidak apa- apa, kamu dari sana berlari?" tanya Arga melihat Kania masih ngos-ngosan.
Dan Kania pun menganggukan kepalanya."Aku gak bisa buat orang nunggu," jawab nya.
Arga benar-benar tidak habis pikir tenyata Kania sangat disiplin sekali dan menghargai waktu, bahkan dia tidak memperhatikan keselamatan nya sendiri kalo jatuh gimana.
Mobil pun berjalan keluar dari tempat itu dan disini lah mereka berada, sebuah Mall Arga memaksa Kania ikut berbelanja dengan nya.
"Tuh kan pada liatin aku," ujar nya tidak percaya diri karna masih memakai baju karate.
__ADS_1
Harus nya dia tadi bawa ganti, gara-gara terburu-buru kan dia sampai lupa.
Arga pun hanya terkekeh mendengar kekesalan Kania, dia nampak terus berguman tidak jelas bahkan orang-orang melihat nya aneh.
"Udah gak usah mengeluh ayo kamu mau beli apa selain bahan pokok mungpung di sini," ucap Arga namun Kania menggelengkan kepala nya pertanda kalo dia tidak ingin apa-apa.
Arga pun memasukan barang-barang belanjaan nya kedalam bagasi mobil nya, setelah selesai dia pun menggenggam tangan Kania agar mengikuti nya.
Kania hanya bisa pasrah dengan kelakuan suami nya itu, dia terus mengikuti nya hingga mereka tiba di restoran yang ada di Mall tersebut.
"Pesan lah aku tahu kamu laper," ucap nya memberikan buku menu.
Kania pun menyebutkan pesanan nya setelah itu pelayan pun pergi.
Saat sedang asyik dengan ponsel nya tiba-tiba dia kaget saat ada wanita yang duduk di samping suami nya jangan tanyakan bagaimana tangan wanita itu merangkut Arga.
Kania pun berdehem lalu beranjak dari duduk nya, dia benar-benar kesal sekali apa mungkin Arga sengaja mengajak wanita itu agar menyadarkan nya kalo dia sudah punya pacar astaga apa sih mau nya?
"Mau kemana?" tanya Arga melihat Kania sudah berdiri.
Arga pun melepaskan tangan Sita agar tidak menepel di lengan nya dan sedikit menjaga jarak membuat Sita kesal sedangkan Kania sudah berjalan ke kasir agar makanan nya di bungkus saja.
Cukup pesanan nya saja yang di bungkus tidak termasuk pesanan Arga lalu dia membayar nya setelah itu dia secepat nya keluar dari tempat itu.
Sedangkan Arga melepas kasar tangan Sita dia benar-benar muak dengan wanita di samping nya ini, belum cukup apa tadi dia sudah membuat keributan di kantor lalu apalagi ini.
Saat sudah berdiri pesanan Arga pun datang namun dia hanya melirik nya dan secepatnya membayar dia harus Croatian cepat menyusul istrinya.
Namun sial Kania sudah tidak ada ini semua gara-gara Sita ngapain sih dia kemari.
'Ahhhg sial,' batinnya.
Sedangkan Sita terus berteriak memanggil Arga namun Arga tidak memperdulikan nya, dia langsung tancap gas meninggalkan restoran itu dia yakin Kania sudah pulang.
Arga terjebak macet sehingga dia tidak bisa melajukan mobil nya lebih cepat.
__ADS_1
Sedangkan Kania sudah sampai di rumah setengah jam yang lalu, dia naik ojol jadi tidak ikut terjebak macet.
Kania pun masuk ke dalam kamar mandi guna membersihkan diri, dia tidak ambil pusing tentang kedekatan mereka toh dia dan Arga akan segera bercerai pikir nya.
Walau dalam hati kecil nya dia merasa tidak di hargai namun dia sangat tahu diri kalo dia yang salah telah hadir diantara mereka.
Arga pun keluar dari mobil nya dia segera masuk ke dalam rumah mencari keeradaan Kania dan dia bisa melihat sepatu Kania sudah ada di sana, dia bernafas lega ternyata Kania sudah pulang.
Arga segera naik keatas tangga dan dia pun berpapasan dengan Kania yang susah segar seperti nya istri nya itu sudah mandi.
"Nia aku bisa jelaskan." Arga menarik tangan Kania lalu membawa tubuh Kania ke dalam pelukan nya.
Sedangkan Kania merasa heran dengan suami nya itu,tumben dia seperti ini.
"Kamu kenapa sih Kak?" tanya kania menatap suami nya itu.
Sedangkan Arga segera melepaskan pelukan nya, dia merasa malu jujur saja dia reflex memeluk Kania dia ketakutan karna tadi kania pergi dalam keadaan marah.
"Maaf."
Cuma itu yang Arga katakan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal karna merasa gugup.
Sedangkan Kania hanya menggelengkan kepala nya dan segera turun dari tangga, namun baru dua langkah dia berjalan Kania menghentikan langkah nya dia berbalik dan memanggil suami nya.
"Kakak sudah makan?" tanya Kania penasaran karna saat dia pergi Arga pun ikut pergi.
Arga pun menggelengkan kepalanya, Kania pun tersenyum mendengar nya ada sedikit rasa hangat dalam hati nya saat Arga lebih memilih nya di banding makan bersama pacar nya tadi.
"Mandilah setelah itu kita makan malam bersama," ucap nya dan segera turun dari tangga.
Arga pun menyunggingkan senyum nya dia benar-benar bahagia sekali entah apa yang ada dalam pikiran nya, jujur saja dia tidak menyangka kalo Kania akan mengajak nya makan bersama.
Arga pun masuk ke dalam kamar nya dan setelah itu dia memebersihkan diri, sedangkan Kania dia membereskan barang-barang yang tadi di beli nya karna Arga hanya meletakan nya di atas meja.
Kania menata semua nya di dalam lemaro dan juga di dalam lemari es, mereka memang membeli semua kebutuhan dapur termasuk beras dan yanga lain nya.
__ADS_1
Kania tersenyum akhirnya bulan ini tabungan nya aman tidak perlu keluar untuk membeli sembako.