
Kania sedang membuat nasi goreng ya walau pun dia sedikit malas membuat nya mau bagaimana lagi kalo pun beli jam segini mana ada yang masih buka.
"Kalo aja tadi gak ada tuh nenek lampir gue pasti gak bakalan kelaparan kek gini," gumannya.
Sedangkan Arga sendiri baru saja terbangun dari tidur nya dia merasakan pegal di tubuh nya karna tak sengaja ketiduran di sofa, dia berjalan ke bawah tangga niat nya ingin mengambil minum namun dia kaget karna melihat Kania sedang berdiri membelakangi nya.
Dia bisa mendengar dengan jelas kalo Istri nya itu sedang mengumpat, dia hanya bisa tersenyum mendengar nya biasa nya Kania akan mendiamkan nya bila sedang kesal namun kali ini nampak berbeda.
Entah lah mungkin Kania belum menyadari kalo Arga ada di belakang nya.
Saat Kania meletakan nasi goreng itu di meja dia baru sadar kalo ada orang lain selain dirinya di sana, sungguh dia sangat kaget sekali melihat nya.
"Astaga Kakak sejak kapan ada di sini,bikin kaget aja tahu," ucapnya melihat Arga duduk manis menumpang dagu di hadapan nya.
"Udah dari tadi, aku juga dengar loh kamu mengumpat tadi diajak makan ke tempat lain gak mau dan sekarang kelaperan juga kan," ujar nya meledek sedangkan Kania hanya diam saja malas bicara lagi.
"Kok bikin nasi nya cuma dikit sih, aku gak kebagian dong kalo kaya gini," ucap nya cemberut.
Kania pun mempunyai ide agar Arga mau membuatkan nasi goreng untuk nya karna tidak mungkin kan dia minta langsung karna gengsi nya terlalu besar.
"Kalo mau boleh nih aku kasih punya ku, tapi dengan satu syarat," ucap nya menaik turunkan alis nya.
Arga yang melihat nya pun bingung, syarat apa yang akan istri nya itu berikan.
"Apa syarat nya?"
"Buatkan aku nasi goreng yang sama," ucap nya tersenyum.
Arga yang sudah lapar pun hanya mengangguk sedangkan Kania bersorak gembira karna dia bisa menikmati nasi goreng buatan suami nya itu.
Kania pun memberikan nasi goreng milik nya dan membiarkan Arga menikmati nya sedangkan Kania menunggu nya sambim memperhatikan Arga makan.
__ADS_1
"Kamu gak mau nih, kalo enggak aku habis kan?" ucap nya dan Kania pun menggelengkan kepala nya.
"Aku nunggu dibuatkan yang baru," jawab nya.
Arga sangat was-was karna nasi goreng nya tidak pernah bisa seenak buatan istri nya itu namun apa boleh yang penting dia bisa makan.
Setelah menghabiskan makanan nya Arga pun membuatkan untuk Kania, entah bagaimana rasanya karna Kania sudah menghabiskan nya.
.
Keesokan harinya Kania bekerja seperti biasa dan kali ini dia kedatangan tamu yakni sahabat ny yaitu Vani.
Vani adalah anak dari rekan bisnis orang tua nya, yaitu Papa Bisma dan Mama Anita.
"Gue gak nyangka loh kalo lu anak dari pemilik perusahaan ini," ucap Vani, dia benar-benar tidak menyangka kalo Kania mempunyai warisan yang sangat banyak.
"Gue emang sengaja gak kasih tahu orang kalo gue anak orang kaya karna gue takut tidak mempunyai teman, karna semenjak orang tua gue meninggal dan di nyatakan bangkrut tak ada satu orang pun yang mau berteman dengan gue. Hingga lu datang membuat dunia gue kembali berwarna."
Sekarang Kania sudah tidak mengajar karate mau pun mengajar di sekolah dia memilih fokus pada perusahaan itu walau pun masih di bawah pimpinan Papa nya yaitu Bagas.
Kania memang masih belajar dalam bisnis itu jadi dia masih butuh bantuan dari Papa nya agar bisa lebih mengembangkan perusahaan itu.
Vani sendiri bekerja di perusahaan Papa nya bersama Fadly dan kali ini mereka akan mengadakan kerja sama dengan perusahaan Kania.
Vani memang sedari dulu sangat baik kepada nya, namun berbeda dengan orang tua nya mereka sangat licik dan juga mata duitan.
"Kapan mau main lagi ke rumah, Axsel mau ngadain party di rumah gue lu datang ya," ucap nya namun Kania merasa bingung bagaimana menolak nya karna dia tidak mungkin ikut ke acara seperti itu apalagi Arga tidak menyukai nya dekat dengan Axsel.
"Liat nanti aja ya gue sibuk banget soal nya nanti gue kabarin kalo bisa," jawab nya dia tidak mau membuat sahabat nya itu kecewa.
"Ciee jadi wanita karir lu sekarang, sibuk amat masa gak bisa datang sih luangin waktu buat ngumpul sama kita," ucap nya membuat Kania serba salah.
__ADS_1
"Nanti gue usahain ya semoga aja bisa," ujar nya.
Acara metting pun akhirnya di mulai Vani memang datang lebih awal karna ingin berbincang santai dengan sahabat nya itu.
Mereka berkumpul di ruang rapat, di sana ada Papa Bagas dan juga Papa nya Vani, beserta asisten nya masin masing dan Kania di kenalkan sebagai putri tunggal kakak nya yaitu Bisma.
Bagas memang sudah tahu siapa orang yang menjahati keluarga nya dia juga sekarang cemas dengan keselamatan Kania, meski pun sudah ada Arga namun dia memperketat penjagaan saat Kania keluar rumah.
Papa nya Vani alias Farhan tidak menyangka kalo Kania adalah keponakan nya Bagas yakni anak dari Bisma pesaing bisnis nya.
"Oh jadi ini kejutan yang Vani maksud ternyata Kania adalah anak kandung Bisma sekaligus keponakan si kepa**t itu," batinnya.
Dia tersenyum jahat, dia akan mulai membalas dendam nya dari Kania, dia tahu Kania sangat dekat dengan anak-anak nya dan dia akan memperalat anak-anak nya agar bisa membuat keluarga Bagas hancur.
Metting pun berjalan lancar, kini tinggal Kania saja dan Vani juga Pak Farhan sedangkan yang lain sudah keluar lebih dulu.
Begitu juga dengan Papa Bagas beliau harus kembali keperusahaan nya, karna banyak sekali pekerjaan sehingga tidak bisa lama.
Berita tentang Bagas memang masih ramai di beritakan di media, karna sudah hampir satu tahun lebih ini di beritakan meninggal dunia namun sekarang kenyataan nya masih hidup membuat semua orang bertanya -tanya.
Bagas pun memberikan klarifikasi kalo dia selamat dalam kecelakaan pesawat itu.
Kania ingin kembali ke ruangan nya namun Pak Farhan mengajak nya bicara, entah lah biasanya pak tua tidak banyak bicara saat bertemu dengan nya di rumah namun kali ini dia nampak beda dan sedikit ramah.
"Senang bertemu lagi dengan mu lagi Kania,bagaimana kabar mu nak?" ucap nya berbasa-basi.
Kania yang sudah tahu sifat nya Farhan bagaimana dia tersenyum ramah, namun dalam hati nya dia mengumpat.
"Kabar saya baik, saya juga senang bisa bekerja sama dengan orang sehebat anda," ucap nya karna Kania tahu Farhan sangat haus pujian.
Dan benar saja Farhan langsung tersenyum lebar mendengar nya, sedangkan Vani nampak menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Tau kaya aja baru ramah sama gue, dulu- dulu kemana pak tiap main kerumah nya aja jarang nyapa," batin Kania.