
Keesokan harinya akhirnya Bagas dan Ayana melakukan ijab kabul kembali dan akhirnya mereka menjadi suami istri lagi dan sah dimata agama.
"Makasih banyak karna sudah mau menerima ku lagi, dan maaf untuk semua luka yang sudah aku toreh kan kepadamu," ucap Bagas mengecup kening nya.
Di sudut lain Kania nampak menangis haru dia tidak menyangka kalo akhirnya bu Aisyah yang selama ini tidak mau menikah lagi akhirnya kembali ke cinta pertama nya.
Arga pun memberikan sapu tangan kepada nya agar Kania orang lain tidak melihat kalo Kania sedang menangis.
"Cengeng," canda nya dan Kania pun menepuk paha suami nya itu pelan.
"Apaan sih siapa juga yang cengeng, aku terharu aja liat nya ternyata benar ya kata pepatah jodoh gak akan kemana walau pun terpisah jarah dan juga waktu kalo udah waktu nya bersatu pasti akan bersatu juga," ucap nya sambil mengusap air mata nya yang terus mengalir.
Acara memang di adakan di rumah Aisyah dan yang hadir pun hanya keluarga saja termasuk keluarga Arga mereka memang sudah kenal lama dengan Bagas begitu juga dengan Ayana mereka tidak menyangka kalo Aisyah itu Ayana teman mereka.
"Aku gak nyangka Pah ternyata Ayana adalah Aisyah padalah kita udah sering ya ketemu Aisyah saat bertamu ke rumah Anita dulu tapi gak kepikiran kalo itu Ayana yang kita kenal," ucap nya dan Pak Joko juga menganggukan kepala nya.
"Papa juga Mah, untung saja Arga semalam nelpon kita sehingga kita bisa tahu cerita yang sebenarnya, dan Papa juga bersyukur akhirnya Bagas bisa bahagia dengan istri yang selama ini di carinya."
Marvin sendiri duduk tidak jauh dari kakak nya yakni Kania, dia sengaja datang pagi-pagi karna merindukan Kakak nya itu sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan nya.
Bahkan dia tidak tahu kalo Kania sudah menikah dengan anak dari teman Papa nya untung saja Oma memberi tahu nya walau pun awal nya kaget namun dia percaya kalo yang di pilih Om dan tante nya itu adalah yang terbaik untuk Kania.
Beberapa jam yang lalu Marvin datang ke alamat yang Bagas berikan.
Dia nampak ragu saat akan mengetuk pintu rumah karna rumah itu nampak sepi seperti tidak ada orang.
Lalu datang lah seorang gadis berkucir kuda dia memarkirkan motor nya di depan rumah itu lantas Marvin pun bertanya.
"Boleh tanya, apa benar ini rumah nya kak Kania?" tanya Marvin dan gadis itu pun mengangguk seperti nya mereka seumuran.
__ADS_1
"Betul Kakak siapa ya, maaf bu Aisyah sama kak Kania sedang keluar katanya mau ke pasar sebentar," ucap nya menafuh beberapa dus makanan di sana.
"Oh begitu ya sudah saya tunggu di sini saja kalo begitu," ucap nya duduk di kursi depan rumah.
"Nama kamu siapa? kenalkan saya Marvin adik nya Kak Kania," ucap nya mengulurkan tangan.
"Saya Caca karyawan nya Bu Aisyah," jawab nya tersenyum sambil menjabat tangan Marvin lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Caca masih sibuk mengangkat kardus-kardus berisi makanan dari motor nya. Dia sudah terbiasa membawa makanan seperti itu dan Marvin pun terus memperhatikan nya.
'Cantik banget sih pingin deh rasanya jadi keringat dia yang menempel di kening nya,' batinnya.
Caca membuka pintu rumah Bu Aisyah dan membawa dus-dus itu ke dalam rumah.
"Boleh saya bantu?" tanya Marvin kasihan melihat gadis itu.
"Ah tidak usah, saya sudah terbiasa kok," jawab nya.
"Aku taro sini ya, eh kalo boleh tahu ini apaan sih kok banyak banget?" tanya Marvin penasaran dengan isi nya.
"Oh ini kue basah yang ibu ku buat untuk acara nanti siang," jawab nya dan Marvin pun menganggukan kepala nya.
Tak lama kemudian suara mobil terdengar di halaman rumah, ternyata Arga, Kania dan Bu Aisyah sudah kembali dari pasar.
Mereka pun keluar rumah menghampiri mereka membantu membawa barang belanjaan.
Ayana sudah memesan makanan dari cetring untuk makan mereka nanti siang namun dia juga membeli beberapa bahan untuk dia olah.
"Loh Marvin kapan kamu datang?" tanya Kania dia langsung memeluk adik nya itu sedangkan Arga nampak melongo melihat istri nya memeluk pria lain.
__ADS_1
Dia langsung mendekat dan melepaskan pelukan mereka, enak saja main peluk-peluk aja pikir nya.
"Udah ya gak usah peluk-peluk juga, inget kamu udah punya suami gak baik peluk-peluk cowok lain," ucap nya tidak merasa bersalah sedikit pun sementara Kania merasa kesal.
"Apaan sih Kak cuma peluk doang juga," ujar nya mengerucutkan bibir nya kesal.
Sedangkan Marvin hanya terkekeh dia benar-benar gemas sekali dengan Kania, setelah lama berpisah Kania semakin cantik saja pikir nya.
"Mas tenang aja aku adik nya gak usah cemburu ya, kita udah dari dulu kek gini kalo ketemu o-ya kenal kan aku Marvin," ucap Marvin mengulurkan tangan nya dan langsung di sambut oleh Arga.
"Saya Arga," jawab nya.
Sedangkan Kania nampak masuk ke dalam rumah tak menghirau kan mereka dia membantu Ibu nya menyiapkan makanan untuk tamu yang akan datang.
Arga dan Marvin duduk di kursi depan rumah mereka berbincang ringan.
"Saya baru ketemu sekarang sama kamu, kamu tinggal dimana?" tanya Arga karna dia tidak tahu kalo Kania punya adik dan Kania juga tidak pernah cerita.
"Masih di kota ini cuma aku gak di kasih tahu sama Oma kalo kak Nia di jodohkan malah aku baru tahu kemarin kalo kalian sudah menikah, maaf tidak hadir di acara bahagia kalian," jawab nya sedikit merasa bersalah.
Namun Arga juga tidak menyangka kalo dia akan bertahan dalam rumah tangga nya meskipun awal nya dia tidak suka namun lama kelamaan benih cinta pun tumbuh.
"Dan aku minta sama Mas jangan pernah nyakitin Kania, kalo sampai itu terjadi aku adalah orang yang pertama bikin perhitungan," ucap nya tidak main-main.
Arga pun tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak Marvin pelan..
"Kamu tenang aja aku sangat mencintai Kania dan sampai kapan pun gak akan pernah nyakitin dia," ujar nya bersungguh-sungguh.
Marvin pun mentap kedepan semoga saja apa yang Arga katakan itu benar, dari dulu dia sangat menyayangi Kania seperti kakak kandung nya sendiri semoga Kania selalu bahagia.
__ADS_1
Mereka pun masuk untuk sarapan bersama, setelah itu mereka membantu Kania Berea beres sebelum acara di mulai, ya acara nya di adakan siang nanti.