Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 90


__ADS_3

Kania sudah sampai di rumah nya, setelah di antar pulang oleh Marvin dan Nabila.


Mereka makan siang bersama sebelum pulang karna Kania merengek ingin makan makanan korea yang ada di restoran sebrang Mall itu.


Mereka pun menuruti semua yang Kania mau karna katanya permintaan wanita hamil itu harus di turuti takut nya nanti anaknya ileran.


Kania nampak senang melihat adik nya sudah kembali ceria setelah kejadian itu dan sekarang Marvin sepertinya sudah menerima Caca sebagai saudara kandung nya.


"Sayang kok malah bengong, suami datang bukannya di sambut," ucap Arga mencium pipi kiri istrinya itu yang nampak cantik sekali dengan dres selutut tanpa lengan dan terlihat perut nya yang menonjol bulat seperti balon.


"Astaga Hubby ngagetin aja sih," ucap nya mengusap dada lalu Ia segera berdiri dan memeluk suami nya.


Kania memang sedang melamun di depan cermin sehingga Ia tidak menyadari kalo suaminya sudah berdiri di samping nya.


Kania menghirup aroma parpum suaminya entah mengapa Ia sangat menyukainya, Ia suka sekali berlama lama berada di dalam pelukan suami nya itu walau belum mandi.


"Gimana jalan -jalannya seru?" tanya Arga mengelus rambut panjang yang tergerai itu.


"Lumayan," jawab nya seraya menatap wajah suami nya yang nampak lelah.


"Hubby pasti lelah ya aku siapkan dulu air ya buat mandi, biar segar nanti kita makan malam bersama," ucap nya namun Arga malah meraih dagu nya dan mencium bibir nya gemas.


"Hubby ih," ucap Kania mengerucutkan bibir nya lalu melepaskan pelukan nya,jujir saja Kania malu jika suami nya seperti itu.


"Apa sayang?" tanya Arga sambil tersenyum genit, namun Kania suka dengan sikap suami nya yang seperti itu.


"Mandi sana," ucap nya namun Arga malah menggelengkan kepalanya Ia memeluk erat sang istri agar tidak menjauh darinya.


"Mau nya makan dulu," ucap Arga.


Kania pun mengangguk mungkin saja suami nya sudah lapar sehingga mengajak nya makan lebih awal pikir Kania.


"Ya udah yuk aku juga udah laper," ajak nya mencoba melepaskan pelukan dari sang suami.

__ADS_1


"Aku ingin makan kamu," bisik nya membuat pipi Kania memerah dan Arga pun langsung menggendongnya membawa Kania ke tempat tidur tak membiarkan istrinya itu lepas.


Kania mengerucutkan bibirnya setelah menjadi santapan suami nya, kini mereka sudah selesai mandi bersama.


"Kenapa mau lagi?" tanya Arga menggoda nya membuat Kania menggelengkan kepalanya.


"Apaan sih By," ucapnya memaling kan wajah nya yang merona.


Bagaimana tidak Arga terus saja menggoda nya, Kania memang awal nya menolak ajakan suami untuk bercinta namun setalah Arga memberikan sedikit ransngan Kania jadi keenakan mungkin karna hormon kehamilan.


"Udah yuk makan aku udah laper," ajak Kania dan Arga pun mengangguk.


Kania dengan sigap memanaskan lauknya di mikrowave sebentar agar tidak terlalu dingin.


Arga memang sangat menyukai masakan istrinya itu, jujur saja masakan Kania lebih enak dari masakan ibunya.


"Sayang tadi Mama telpon aku dia nanyain kamu," ucap Arga sambil memeluk istrinya dari belakang.


Sedangkan Kania asyik mengambilkan nasi untuk mereka berdua.


"Mama kangen katanya sama kamu, kapan mau nginep di sana?" Kania nampak berfikir Ia juga sama merindukan Mama Maya.


"Gimana kalo besok kita menginap di sana, habis pulang kantor aja kita ke sana nya," ucap Kania meletakan nasi di meja dan Arga pun ikut duduk.


"Bagaimana dengan perusahaan Papa sekarang?" tanya Kania karna sudah lama sekali Ia tidak mendengar Arga membahas pekerjaan.


"Sudah mulai stabil sekarang Papa kemarin baru saja memenangkan proyek yang lumayan besar, kamu do'akan saja ya semoga semua nya lancar," ucap Arga dan Kania pun menganggukan kepalanya.


"Syukurlah aku senang mendengarnya semoga saja kedepan nya Papa selalu waspada lagi," ucap Kania dan Arga pun mengangguk setuju.


Setelah makan malam mereka memutuskan menonton drakor, karna istrinya yang memaksa akhirnya Arya pun hanya bisa pasrah duduk di depan tv.


"Jangan cemberut dong By, kaya gak ikhlas aja nemenin istri nonton padalah di rumah loh bukan di bioskop," ucap Kania entah mengapa Kania meras tidak nyaman karna suami nya itu.

__ADS_1


"Siapa yang gak ikhlas sih sayang aku selalu semangat apapun itu yang penting bisa dekat sama kamu," ucap Arya mengecup kening istrinya membuat hati nya kembali hangat.


Kania pun tersenyum bahagia mendengar nya, mereka pun menonton hingga jam 10 malam karna Arga besok harus ke kantor.


"Ayo tidur sayang udah malem, Jangan banyak begadang gak baik bagi wanita hamil," ucap nya agar Kania nontonnya, meski awal nya sedikit cemberut namun Kania pun menuruti suami nya dan naik ke tempat tidur.


"Jangan cemberut dong besok kan bisa di sambuang lagi sambil nunggu aku kerja," bujuk nya dan Kania mengangguk.


Tak lama kemudia mereka pun terlelap. saling berpelukan, Arga sangat mencintai wanita cengeng itu.


Selama hamil Kania memang sering menangis gak jelas dan itu membuat Arga bingung dn setelah tahu kali itu bawaan bayi yang di kadung nya.


-


Di tempan lain Marvin nampak tersenyum melihat Nabila sudah tertidur di samping nya Ia sangat bahagia sekali bisa cepat pulang, jujur berada di luar kota beberapa hari saja sudah membuat Marvin rindu dengan sahabat nya itu.


Setelah pulang dari luar kota Marvin tidak pulang kerumah nya namun Ia malah pergi mengantarkan Nabila pulang keapartemant, dengan wajah lelah Ia beranjak dari tempat tidur dan duduk. di sofa.


Melihat wajah Nabila yang cantik saat tidur membuat nya gelisan, bagiamana tidak Marvin adalah pria normal .


"Ah gak papa kali gua gak pulang, Ibu dan Papa pasti ngerti dan semoga mereka tidak berfikir macem macem," pikir nya.


Disana memang hanya ada satu tempat tidur maka, Marvin pun akhirnya terlelap meski harus beberapa kali membolak balikan tubuh nya agar tidak terlalu pegal.


Nabila terbangun dari tudur nya saat merasakan kebelet pipis, namun Ia kaget karna Marvin masih ada di sana dengan posisi yang tidak nyaman


Nabila pun membangunkan Marvin agar pindah ke tempat tidurnya.


"Vin bangun ayo pindah," ucap Nabila dan Marvin pun langsung pindah tanpa menjawab apa apa.


Nabila sendiri bingung harus tidur tidak mungkin Ia satu kasur dengan pria yang bukan muhrimnya.


Ia pun akhirnya tidur di bawah karpet untung saja di lemari Marvin ada selimut tebal untuk nya.

__ADS_1


"Gak papalah aku di sini,kasian Marvian kalo harus tidur di kursi," gumannya.


__ADS_2