Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 70


__ADS_3

Kania seperti biasa hanya akan duduk di rumah jujur dia mulai bosan karna tidak ada kegiatan sama sekali.


Ingin ke kantor namun Arga melarang nya selama hamil Arga melarang Kania kemana-mana.


"Gue kok kaya orang sakit ya padahal cuma hamil doang," ujar nya Kania pun bangkit dari duduk nya saat mendengar ponsel nya berdering ternyata dari Vani.


(Hallo Van, tumben nelpon jam segini lu gak kekantor?)


(Gua cuti Ka udah beberapa hari ini gak enak badan, lu kesini dong jengukin ke)


(Sorry bebz gua gak tahu kalo lu sakit, sekarang lu dimana gua otw deh)


(Di Apartemant, lu langsung ke sini aja okey gua share lok)


(Oke bye.. )


Kania pun menutup sambungan telpon nya lantas dia pun bersiap pergi.


Namun sebelum itu dia mengirim pesan untuk suami nya, takut nya Arga pulang pas makan siang dan dia tidak ada di rumah.


(Hubby, aku ke apartemant nya Vani ya jangan kangen oke 😘) sand My Hubby.


Kania merasa geli menulis seperti itu namun untuk membujuk suami nya dia harus selalu berkata romantis dan juga sedikit lebay.


Arga langsung membaca nya saat ada notif di ponsel nya dia tersenyum dan langsung membalasnya.


(Oke hati-hati pulang nya jangan terlalu sore ya I love u sayang 😍❤)


Kania tertawa melihat balasan dari suami nya itu,jujur dia sangat bahagia sekali dengan sikap Arga yang begitu romantis berbeda dengan awal-awal saat mereka menikah untuk berkomunikasi saja susah bahkan dia ingat sekali Arga begitu dingin dan juga menyebalkan.


"Gua kok kaya anak abg aja, mungkin ini yang nama nya jatuh cinta ternyata semenyenangkan ini, karna selama ini gua gak pernah merasakan nya dengan pria mana pun ya walau pun dulu sempat sayang sama kak Fadly tapi ini rasanya beda." gumannya.


Kania memang sangat cantik dan juga baik namun selama ini dia tidak pernah membuka hati setelah putus dari Fadly.


Kania pun mengendarai mobil nya meninggalkan rumah dia segera melaju menuju alamat apartemant Vani yang tadi di kirim nya.


"Ternyata apartemant nya dekat sekali dengan kantor nya Papa Joko," gumannya saat membaca alamat nya.

__ADS_1


Kania memang sudah beberapa kali berkunjung keperusahaan Papa mertua nya itu saat Arga masih bekerja di sana.


Kania pun sampai di basmant apatemant namun sial nya dia bertemu dengan Anggel dan juga Nindi mereka adalah teman SMA nya.


Dulu mereka bersahabat namun saat tahu orang tua Kania bangkrut mereka meninggalkan Kania dan menjauhi nya.


"Oww si upik abu ada di sini rupa nya, apa jangan-jangan mau ketemu om-om lagi di sini," ucap Angel sambil tertawa mengejek.


"Bisa jadi mana mungkin dia bisa ada di sini kalo bukan karna itu, di sini kan apartemant elit mana mungkin gembel kaya dia bisa masuk," timpal Nindi menyudutkan nya.


"Eh lu liat gak mobil nya baru bebz, mungkin benar apa kata lu tadi mana ada duit dia beli barang mahal kek gitu," lanjut Nindi namun Kania yang malas berdebat tidak memperdulikan nya.


Kania pergi begitu saja tak ingin membalas nya, dia sudah bosan mendengar cacian dan hinaan dari mereka.


"Yah malah kabur, dasar gak ada akhlak."


"Ya udah cabut aja yuk ngapain ngurusin cewek gak penting itu," ujar Nindi.


Sedangkan Kania sudah menunggu di depan lift namun dia mengarutkan kening nya saat melihat pak Farhan berjalan bergandengan tangan dengan Sita di sana.


Kania pun memakai masker nya agar tidak di kenali oleh mereka dengan penampilan yang anggun seperti itu mungkin mereka tidak akan mengenali nya pikir nya.


Kania mengikuti mereka ikut masuk ke dalam lift, dia menyalakan ponsel nya pura-pura sedang chatan padahal dia sengaja vidio mereka yang gak ada akhlak itu.


Di lift itu hanya ada mereka bertiga, karna Kania ada di belakang mereka mereka berciuman tanpa memperdulikan Kania dan mereka juga tidak curiga kalo Kania sedang merekam nya.


Tanpa Kania sadari mereka pun sampai di lantai 10 dan Kania juga heran melihat mereka ikut keluar, apa mungkin unit mereka ada di sana, atau mereka akan menjenguk Vani pikir nya.


Namun mereka terus berjalan menuju unit yang berbeda, terlihat kalo mereka masuk ke unit yang ada di ujung sana sekitar terhalang 3 unit dari milik Vani.


Kania memang masih penasaran namun dia tidak mungkin mengikuti mereka sampai ke dalam.


Kania memencel bel dan Vani pun keluar membuka pintu nya.


"Lama banget sih, ayo masuk." ajaknya.


"Sorry gua tadi beli pesenan lu dulu, lagian kenapa sih harus mangga muda mangga matang aja susah nyari nya apalagi mangga muda," ucap nya meletakan kresek berisi dua buang mangga muda yang di petik nya di belakang rumah.

__ADS_1


Untung saja ada milik tetangga nya yang berbuah dan dia meminta nya dengan alasan ngidam, padahal selama tahu hamil dia tidak pernah mau yang asam seperti itu.


"Thank u bebz gua tahu lu pasti cariin buat gua," ucap nya mengupas mangga itu dan memakan nya.


Sedangkan Kania yang melihat nya sedikit ngilu bagiamana tidak pasti rasanya ah jangan ditanya.


"Gimana rasanya?"


"Enak, lu mau?"


Kania menggelengkan kepalanya, jangan kan ikut makan liat Vani makan aja udah kebayang rasanya.


"Oya Van lu disini sendiri?"


"Berdua," jawab nya.


"Sama siapa?"


"Ya sama laki gua lah," ucap nya keceplosan.


"Ah sial kenapa gua lupa sih," batinnya.


Sedangkan Kania memencingkan mata nya seolah mencari tahu apa yang Vani rahasiakan padanya.


"Jujur sama gue apa maksud lu tadi?"


"Enggak kok gua emm gua cuma becanda Ka, lu serius amat sih."


Namun Kania masih belum percaya dengan apa yang di dengar nya.


***


Disisi lain Arga sedang pusing karna Om nya membawa kabur uang perusahaan, walau pun Arga sudah jarang ke kantor Papa nya itu namun dia masih memantau nya.


Semenjak Kania hamil perusahaan milik Kania di kelola oleh nya sehingga dia sudah jarang ke kantor ayah nya.


"Papa kenapa sampai kecolongan sih?"

__ADS_1


"Papa gak tahu kalo uang perusahaan malah ngalir ke kantong nya sendiri, kemarin Mas Wijaya datang dan marah karna tidak menerima perjodohan itu. Namun Papa memang punya alasan sendiri kamu tahu kan bagaimana sikap tante Meri bisa saja kan Serly juga bersikap sama," ungkap nya.


Bukan karna tidak mau namun Pak Joko juga sudah menjodohkan Arga dan Kania dari kecil.


__ADS_2