Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 41


__ADS_3

Kania merasa malu saat Arga mencium bibir nya hingga dia pun terdiam beberapa saat.


"Kenapa?" tanya Arga.


Kania pun menggelengkan kepalanya dia mengubah posisi nya menjadi terlentang sambil menatap langit-langit dia merasa malu dengan kejadian barusan.


"Aku bingung harus jawab apa."


"Apa kamu menyesal menikah dengan ku?"


Kania menggelengkan kepala nya dia tidak pernah menyesal walau pun pernikahan itu dia lakukan dengan terpaksa.


"Terus kenapa? jujur saja Nia aku mulai nyaman sama kamu apa kamu mau memperbaiki rumah tangga kita?"


Kania masih ragu karna Arga masih brrhubungan dengan wanita itu.


"Aku masih ragu dengan ucapan mu maaf bukan maksud ku, tapi aku tidak mau nanti nya sakit hati karna terlalu berharap lebih. Aku pernah berusaha menerima nya menjalani hari-hari ku sebagai seorang istri tapi kamu memarahkan semangat ku dan masalah kontrak itu biarkan waktu yang akan menunjukan kemana rumah tangga kita nanti nya."


Arga pun mengerti ini memang salah nya bagaimana pun Kania adalah seorang wanita biasa dimana dia juga akan merasa di sakiti saat diri nya bersama wanita lain.


"Aku akan menjadi suami yang baik untuk mu Nia dan ku harap kamu percaya padaku.Jujur aku menyesal telah berprilaku buruk padamu dan aku berharap kamu mau menerima aku dengan segala kekurangan ku."


.


Keesokan harinya Kania sudah bangun jam 3 pagi dia membantu ibu nya di dapur, karna hari ini libur jadi dia memutuskan untuk pulang setelah sarapan.


Kania membantu ibu nya membuat beberpa pesanan kue ulang tahun untuk pelanggan ibunya.


"Makasih ya nak kamu mau bantu ibu."


"Gak papa bu aku seneng bisa bantu kapan lagi kan aku bisa begini, o-ya siapa sih bu yang ulang tahun ko pesan kueh nya banyak benget?" tanya Kania.


"Itu cucu nya temen ibu katanya mau sekalian syukuran tujuh bulanan," jawab nya


Kania pun mengangukan kepala nya setelah itu dia membangunkan suami nya karna adzan subuh sudah berkumandang.


"Kak bangun udah adzan mandi sana nanti gantian mandinya," ucap nya sambil menoel-noel pundak suami nya.


Arga pun membuka mata nya dia melihat gadis cantik itu berdiri di hadapan nya.


"Masih pagi sayang," jawab nya.

__ADS_1


'Hah apa tadi katanya?'


Melihat Kania nampak bengong Arga pun menarik tangan nya dan Kania pun terjatuh di dada nya.


Kania pun tersadar dia sangat kaget sekali dengan posisi seperti ini Kania bisa merasakan detak jantung Arga berdetak lebih cepat begitu juga dengan jantung nya.


"Kak lepasin ih."


Namun Arga malah semakin erat memeluk nya."Morning sayang," ucap nya.


Sedangkan Kania langsung memegang kening nya Arga, tidak panas tapi kenapa dengan suami nya itu.


"Apa kamu sakit Kak gak biasa nya kamu bersikap manis kaya gini.Lagian ini di kamar gak usah akting deh toh ibu juga gak akan dengar."


Kania pun segera terbangun dan berdiri sedikit jauh dari nya.


"Astaga Nia kamu tuh ya gak bisa diajak romantis sedikit saja," gerutu nya.


Sedangkan Kania hanya tersenyum melihat Arga kesal."Udah mandi sana aku mandi di kamar mandi belakang biar cepet kita sholat berjamaah bersama," ucap nya segera berlari keluar.


"Yang benar saja aku gak bisa jadi imam."


Beberapa saat saat kemudian mereka pun sudah selesai mandi kini Arga nampak gugup saat akan menjadi imam untuk istrinya.


"Ayo mulai Kak keburu siang."


"Aku lupa cara melakakukan nya do'a nya juga aku lupa bagaimana bisa aku menjadi imam kamu."


"Hadeh jadi imah sholat aja gak bisa gimana mau jadi suami aku yang sebenar nya."


Arga pun akhirnya bisa menyelesai kan sholat nya walau pun dia sedikit kaku dan gugup karna dia juga lupa kapan terakhir kali sholat.


"Jika memang Kakak serius ingin memperbaiki rumah tangga ini maka aku juga," ucap nya tiba-tiba membuat Arga tersenyum.


"Makasih sayang, I love you so much."


Kania tidak menyangka kalo dia Arga akan menyatakan cinta nya secepat ini, namun dia benar-benar senang sekali.


"Jawab dong kok malah diem sih," ujar nya.


"I love you to." jawab nya sambil menunduk dia malu mengatakan itu bahkan pipi nya sudah memerah seperti kepeiting rebus.

__ADS_1


"Makasih sayang mari mulai dari awal."


Kania pun memganggukan kepala nya membuat Arga gemas, dia pun mendekati nya dan mengangkat dagu nya dia mencium bibir titip itu dengan lembut bukan hanya sekedar menempel seperti semalam namun Arga ******* nya pelan hingga Kania pun membalas nya dengan mengalungkan tangan nya di leher suami nya itu.


Beberapa saat mereka terhanyut hingga akhirnya Kania sadar dan melepaskan ciuman nya, dia begitu malu sekali.


"Kenapa?"


"Maaf aku harus kembali kedapur karna ibu pasti nungguin aku," ucap nya langsung berlari kekuar kamar sedangkan Arfa nampak kesal bagaimana tidak adik kecil nya kini bangun dia juga kan yang repot.


Kania berjalan sambil memegangi bibir nya dan sesekali dia tersenyum, untung saja ibu nya tidak melihat kalo melihat pasti ibu nya akan bertanya.


Kania pun menyiapkan sarapan dulu yaitu nasi goreng bersama telur.


Sedangkan Arga keluar rumah untuk berolah raga sekedar mengelilingi komplek.


"Apa ibu tidak ada rencana kembali kepada Papa?" tanya Kania tiba-tiba.


Ibu nya pun menoleh dan menatap lekat anak nya itu jujur saja dia masih mencintai suami nya itu namun dia sangat takut dengan Oma Maria.


"Ibu tidak tahu," jawab nya.


Kania sangat tahu betapa cinta nya ibu nya itu kepada Papa Bagas karna sedari dulu ibu selalu menceritakan kenangan manis merek berdua.


"Lupakan pertanyaan ku itu bu aku tidak akan meminta ibu untuk kembali lagi, apapun keinginan ibu yang penting ibu bahagia aku pun ikut bahagia."


"Makasih sayang princes nya ibu ternyata sudah dewasa sekarang," ucap nya terkekeh.


Sedangkan di kediaman Oma Maria di kejutkan dengan kedatangan Bagas yang sudah lama di kabar kan meninggal karna pesawat yang di tumpangi nya hilang kontak.


"Bagas anak ku, kamu masih hidup nak Mama sangat senang sekali ternyata kamu selamat," ucap Oma Maria histeris melihat anak bungsu nya itu.


Dia memeluk erat Bagas dengan tangis haru dan Oma berharap ini bukan mimpi karna dia terlalu merindukan anak nya itu.


"Bagas kamu kembali nak, kamu kembali sayang ibu sangat senang sekali melihat kamu masih hidup," ucap nya mengelus pipi anak nya yang sedikit kurusan.


Namun Bagas seperti nya tidak ingin lama berbasa-basi nya dia ingin tahu kejadian yang sebenarnya.


"Cukup bu tidak usah sok perhatian kepadaku, sekarang aku tanya apa yang ibu lakukan pada Ayana dan juga calon anakku dulu?" tanya Bagas menggebu dia sudah menunggu hari ini dimana dia ingin tau apa yang terjadi sebenarnya.


"Apa maksud kamu?"

__ADS_1


__ADS_2