Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 18


__ADS_3

Orang tua Arga pun akhirnya pulang itu pun harus di bujuk dulu oleh Kania, mereka tidak mau pergi sebelum Kania memaafkan mereka.


"Mama besok akan kembali lagi, Mama harap kamu bisa tegas dengan suami mu itu nak," ucap Mama Maya sangat geram dengan anak nya itu, namun dia juga sangat kasian terhadap Kania yang harus menjadi korban.


"Iya Mama tenang saja," jawab nya mengelus tangannya pelan.


Dia tahu Mama Maya sedang tidak baik-baik saja pasti kenangan buruk yang pernah dia alami saat kecil membuat nya trauma.


Ya Mama Maya sempat bercerita tentang masa kecilnya yang melihat Papa nya selingkuh di depan nya bahkah dia melihat orang tua nya bertengkar mereka bertengkar hebat membuat Ibu nya Mama Maya di bawa ke rumasakit.


"Ya sudah kita pamit ya sayang," ujar nya memeluk Kania sebentar dan Kania pun mencium tangan Papa mertua nya sebelum mereka pulang.


Kania juga mengantar mereka sampai depan pintu hingga mobil pun pergi menjauhi dari rumah mereka.


Sedangkan Arga nampak diam tak mengatakan apa-apa dia merasa bersalah dengan orang tuanya, dia juga merasa kasian dengan Kania yang tak pernah protes atau pun marah kepadanya.


Setelah mereka pulang Kania memutuskan masuk kedalam kamar nya sungguh lelah hari ini pikir nya.


Dia ingin segera mandi dan merebahkan tubuh nya di kasur, namun saat Kania melenggang menuja pintu kamar Arga menarik tangan nya.


"Kania aku mau bicara sama kamu," ucap nya, Kania pun dia memperhatikan Arga yang nampak kacau.


Dia pun mengangguk dan membiarkan Arga bicara pada nya, walau pun lelah ini kesempatan nya untuk mendengarkan pengakuan Arga yang sebenarnya.

__ADS_1


"Mau ngomong apa?" tanya Kania tanpa basa basi, entah kenapa dia sangat kesal melihat Arga sedang bersama wanita lain saat diri nya tak ada di rumah.


Dia menatap Arga datar seperti biasa nya, namun Arga menatap nya sendu, ada penyesalan dalam diri nya bahkan dia berusaha menjelaskan kepada Kania apa yang terjadi.


"Aku minta maaf Kania, aku gak tahu kalo dia akan datang kesini lagi aku benar-benar gak tahu harus gimana cara menjelaskan nya kepada orang tuaku mereka tidak percaya perkataanku," ujar nya sendu berharap Kania mau memaafkan kesalahan nya.


"Kenapa harus minta maaf kamu gak salah ko itu hak kamu mu bawa siapa pun juga, ini kan rumah kamu aku gak berhak marah atau pun ngelarang siapa pun tamu kamu ke sini, sejak awal kan kamu udah sering peringatin aku bahwa aku gak boleh ikut campur sama urusan pribadi kamu," ucap nya menohok.


Arga pun menggelengkan kepala nya, dia menyesal karna telah berbicara seperti itu pada nya.


"Tapi Kania itu gak seperti yang kamu lihat aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama dia," ungkap nya namun Kania malah terkekeh pelan.


Kania seperti nya tidak peduli dengan apa yang Arga lakukan di belakang nya, apa Kania benar-benar tak sakit hati melihat nya bersama wanita lain, kenapa dia yang sakit hati melihat dia bersama pria lain.


"Apaan sih pake jelasin segala santai aja kali Kak, aku gak peduli kali kamu mau bawa siapa pun juga kan udah perjanjian kita dari awal kita gak boleh ikut campur sama urusan masing -masing, aku belain kamu di depan Mama juga itu demi kebaikan aku juga kok," ujar nya membuat Arga semakin bersalah kepadanya.


"Kalo gak ada yang mau di katakan lagi aku masuk ya mau mandi rasa nya badan ku lengket banget," ujar nya langsung membuka pintu kamar dan menutup nya.


Sedangkan Arga menatap kesal, Arga mengepalkan tangan nya kenapa wanita di hadapan nya itu begitu cuek apa dia tak punya hati pikir nya kenapa dia berubah pikiran bukannya ini kemauan nya selama ini kenapa dia jadi begini.


Ternyata pikiran Arga salah, saat Kania masuk ke dalam kamar dia langsung duduk di balik pintu dia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


Sungguh dia juga sakit hati melihat ada wanita lain diantara mereka, namun apa daya Arga dari awal sudah membuat dinding pemisah di antara mereka, dia membuat Kania mengalah sebelum berperah.

__ADS_1


Kania memang sempat berpikir ingin serius dengan rumah tangga nya walau pun tak di dasari rasa cinta namun Arga bersikeras membuat Kania sadar kalo keinginan nya itu tak mungkin bisa di capai.


Dia akan berusaha jadi istri yang baik selama kontrak itu berlangsung, dia tak mau meninggalkan kesan yang butuk di depan mertua nya.


Setelah lelah menangis Kania pun masuk ke kamar mandi berendam air hangat menyegarkan otak nya yang sedari tadi mumet.


Setelah selesai berendam dia memakai baju tidur nya, ingin nya sih tidur merebahkan tubuh nya di kasur namun perut nya terasa lapar.


Dia baru ingat kalo tadi siang hanya jajan bakso saja di tempat pertandingan dan rasanya perut nya lapar sekali.


Kania pun ragu saat akan keluar kamar namun dia tidak bisa menahan lapar nya sampai pagi.


Kania pun memutar knop pintu dan keluar dia pun turun ke bawah menuju tangga.


Dia bisa melihat pintu keluar di samping masih terbuka mungkin Arga masih diluar pikir nya.


Kania pun mencari makanan yang ada di dapur dan dia melihat ada bronis di dalam kulkas pasti Mama mertua nya pasti yang bawa pikir nya.


Kania pun mengambil satu potong dan meletakan nya atas meja.


Namun saat dia akan menyuap tiba-tiba Arga datang di merampas kue itu dan langsung membuang nya ke tempat sampah.


Kania pun kaget dan langsung berdiri dari duduk nya, dia menatap Arga kesal.

__ADS_1


"Apa apaan sih Kak gak boleh gitu kalo aku makan makanan yang ada di rumah ini," ucap nya kesal dia melempar garfu kecil ke atas meja dan beranjak dari sana dengan perasaan dongkol.


Namun Arga menggelengkan kepala nya dia bingung harus menjelaskan nya bagaimana kepada Kania, sedangkan hubungan nya dengan Kania semakin buruk.


__ADS_2