Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 51


__ADS_3

Siang itu Bagas pulang dari kantor hanya karna ingin makan siang di rumah dia ingin makan masakan istri nya yang baru beberapa hari tinggal di sana.


"Mas kok tumben udah pulang apa ada yang ketinggalan?" tanya Ayana mencium tangan suami nya tak lupa Bagas mencium kening nya dari dulu seperti itu tidak berubah.


"Kamu lupa atau cuma pura-pura lupa sih sayang, aku kan nyuruh kamu ke kantor antar makan siang kenapa gak datang-datang juga ya udah aku pulang aja dari pada gak makan siang," ucap nya membuat Ayana melebarkan matanya.


"Astagfiruloh maaf Mas aku beneran lupa, soal nya tadi habis beresin kamar, maaf banget ya," ucap nya merasa bersalah dia benar-benar lupa malah membereskan pakaian nya memasukan ke dalam lemari dan menguarkan barang-barang lama nya yang masih di simpan oleh Bagas di sana.


Ya semenjak Ayana hilang barang-barang nya Bagas pindahkan kerumah besar dan rumah yang mereka tinggali sudah dia jual.


"Gak papa kok Mas tahu dari dulu kamu memang pelupa, apa kamu sudah makan siang?" dan Ayana pun menggelengakan kepala nya di juga lupa kalo belum makan siang.


"Apa Mama berbuat kasar padamu atau ada yang membuat mu tidak nyaman?" tanya Bagas walau bagaimana pun dia belum percaya seutuh nya kepada Mama Maria.


"Astaga sayang kamu masih meragukan Mama?" tanya Oma Maria yang tiba-tiba ada di belakang mereka, Ayana bear benat kaget dia takut kalo mertua nya itu salah paham terhadap nya.


"Memang seperti itu Ma, aku sudah kecewa sekali sama Mama aku harap Mama tidak mengecewakan ku lagi," ucap nya membuat Ayana menggelengkan kepala nya.


"Mama maafkan Mas Bagas ya, jangan diambil hati Mama sudah tahu kan sifat Mas Bagas seperti apa," ucap Ayana merasa tidak enak


"Mas jangan seperti itu lagi ya Mama sudah berubah dia sangat menyayangiku begitu juga dengan aku yang sangat menyayangi nya, kami berusaha menjadi teman yang bisa saling berbagi satu sama lain," lanjut nya membuat Oma Maria tersenyum mendengar nya sedangkan Bagas tersenyum kecut ternyata Ayana masih saja sama seperti dulu.


"Ayo kalian makan siang dulu sana," ucap Oma Maria meninggalkan mereka dengan di dorong oleh suster, Oma memang belum puling seratus persen sehingga dia belum bisa berjalan normal jadi harus di bantu oleh suster.


"Mama gak makan siang bareng kita?" tanya Ayana namun sepertinya Oma tidak berminta karna semenjak sakit beliau selalu pilih-pilih makanan yang dokter boleh kan saja.


"Ibu sudah makan siang tadi di kamar," jawab nya.


Ayana dan Bagas pun saling melirik dan segera pergi ke ruang makan, di sana sudah banyak menu yang Ayana siapkan tadi dia memang sudah berniat ingin mengantarkan ke kantor namun entah mengapa dia jadi lupa saat masuk kamar.


"Apa semua ini kamu yang masak?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Iya tapi di bantu sama bibi," jawab nya membuat Bagas mengganggukan kepala nya dan menerima piring yang sudah di isi basi oleh istrinya itu.


Bagas benar-benar sangat bahagia penantian nya yang sangat lama membuahkan hasil untung saja dia mencari tahu keberadaan Kania hingga dia tidak sengaja melihat Aisayah tidak memakai cadar dan itu benar-benar tidak bisa dia duga.


Kalo wanita yang selama ini ada di rumah kakak nya itu adalah istrinya yang menyamar.


.


Kania memutuskan untuk pulang ke rumah besar sore ini sebelum suami nya menjemput nya karna Kania tidak ketempat karate dulu jadi dia memutuskan untuk menunggu di sana.


Namun sebelum itu dia mengirimkan pesan dulu kepada suami nya agar tidak mencari ny kemana-mana.


[Aku langsung ke rumah Oma, jemput aku di sana ya] itu yang Kania kirimkan namun belum di balas oleh suami nya mungkin Arga sedang sibuk sehingga belum membuka ponsel nya.


Kania langsung masuk saja ke dalan rumah setelah mengucapkan salam dan langsung di sambut pelukan hangat oleh Oma Maria.


"Siang Oma, sinang suster," sapa nya


"Siang Mbak," ucap suster menjawab sapaan Kania dan dia pun teesenyum.


"O-ya Oma dimana ibu apa dia sedang keluar?" tanya Kania heran karna rumah nampak sepi.


"Di kamar lagi di keloni sama Papa kamu. udah biarin mereka jangan ganggu nama nya juga pengantin baru pasti pengen nya nempel terus," canda Oma sambil terkekeh sedangkan Kania nampak mengerutkan kening nya lama-lama mata nya melebar dia teringat adegan panas nya semalam.


Apa mungkin orang tuanya sedang melakukan hal yang sama pikir nya, membuat pipi nya bersemu merah untung saja Oma tidak memperhatikan nya.


Namun dia juga bingung kenapa Papa nya sudah pulang jam segini apa jangan-jangan gak kekantor karna ingin berduaan dengan ibu nya


"Loh emang Papa gak ke kantor ya?" tanya Kania heran karna ini masih siang baru juga jam 3 sore.


"Pulang dulu, mungkin kangen sama istrinya. Udah mendingan kamu istirahat sana jangan ganggu mereka biarkan mereka membuat adik untuk mu biar Oma bisa menggendong bayu lagi," ucap nya menyuruh Kania masuk kedalam kamar tamu yang pernah di masuki nya dan ternyata itu memang kamar yang di sediakan untuk nya.

__ADS_1


"Hahh apa?"


"Lupakan sayang sebaikanya kamu yang bikin cicit untuk Oma," ucap nya membuat Kania tersenyum, dia belum terpikirkan untuk punya anak tapi semalam mereka melakukan nya tanpa pengaman apa itu tidak akan terjadi apa-apa entahlah Kania tidak tahu.


"Ya sudah kalo gitu aku masuk dulu yah," ucap Kania tidak mau memperpanjang lagi pembicaraan mereka.


Kania masuk kedalam kamar dia duduk di sofa menyandarkan tubuhnya di sana sungguh dia benar-benar lelah sekali hari iniHingga tidak terasa dia terlelap di sana.


Jam 5.15 Arga akhirnya sampai di kediaaman Oma Maria dia, langsung memencet bel dan munculah art dan mempersilahkan dia masuk.


"Sore bi dimana Kania?"


"Di kamar Den, masuk aja mungkin lagi tidur soal nya tadi saat Nyonya besar manggil juga gak ada sahutan," jawab nya dan Arga pun mengangguk dan sebelum masuk ke kamar dia berpapasan dengan ibu mertua nya.


"Nak Arga kapan datang nak? dan dimana Kania?"


"Di kamar kata nya buk mungkin dia lelah."


"Ya sudah bersih-bersih dulu aja nanti kita makan malam bersama," ucap nya.


"Iya bu," jawab nya.


Arga pun langsung masuk ke kamar itu dia tahu Kania pasti sangat lelah karna dia.


Bisa di lihat saat Arga datang pun dia tidak menyadari nya sehingga hanya mengecup kaning nya saja tak berani membangunkan nya.


"Gemes banget, kenapa aku baru sadar kalo istriku secantik ini," batin nya.


Arga langsung masuk kekamar mandi untuk memnmbersihkan diri sebelum ikut makan malam bersama mertuanya.


Untung saja dia selalu membawa baju ganti di dalam mobilnya jadi dia tidak perlu meminjam milik orang lain.

__ADS_1


__ADS_2