
Keesokan harinya Kania seperti biasa di antar oleh Arga dia lumayan sudah terbiasa dengan sikap Arga yang sedikit berubah, bahkan Arga dengan senang hati memberikan Atm kepada Kania dengan maaf yang tulus dari hati nya.
Mereka kini sudah sampai di depan sekolah namun sebelum Kania turun Arga meminta Kania untuk diam sebentar dia ingin berbicara kepadanya
Entah kenapa selama beberapa hari bersama Arge menjadi terbiasa dengan kedekatan mereka, bahkan dia sangat takut jika waktu itu tiba dan Kania benar-benar meninggalkan nya,namun Arga gengsi untuk meminta Kania tetat bersama nya.
Hingga Arga pun bertekad akan memulai nya dengan meminta maaf kepada Kania, dia sangat tulus sekali ingin berbaikan dengan istrinya, karna Kania tidak salah apa-apa kenapa juga dia harus membencinya apalagi setelah dia tahu kalo Kania lah gadis kecil itu bukan Sita.
Kemarin siang Arga menemui Sita di salam satu Cafe dia ingin berbicara sesuatu dengan gadis itu, Sita sudah hampir satu tahun mendekati nya dan alasan Arga menerima nya karna satu yaitu dia mempunyai kalung angsa yang mengingatkan nya dengan gadis kecil yang di temuinya belasan tahun yang lalu.
Saat itu Arga sudah berumur 11 tahun dia sudah mengerti apa yang terjadi dan dia mengingat semua nya, namun dia salah sangka terhadap Sita tanpa bertanya terlebih dahulu karna perjanjian debfan pemilik kalung tersebut dia beransumsi kalo Sita lah gadis kecil itu.
Maka dari itu Arga merasa sangat bersalah bila harus meninggalkan nya sedangkan dia sudah berjanji akan menjaga gadis kecil itu, namun setelah dia menemukan fakta yang sebenarnya dia merasa sangat bersalah karna gadis kecil itu adalah Kania istri nya.
Dulu Arga sangat kesal dengan orang tuanya yang menjodohkan nya secara tiba-tiba, jadi dia berfikir buruk terhadap Kania, dia yakin kalo Kania hanya akan menguasai harta nya saja karna yang dia tahu Kania anak yatim dan tinggal di sebuah perumahan biasa.
Namun seiring berjalan nya waktu dia bisa melihat kalo istrinya itu adalah wanita yang baik dan yang tidak dia sangka adalah gadis kecil nya itu adalah Kania.
"Nia aku minta maaf karna selama ini tidak memperlakukan mu dengan baik dan seharus nya aku memberikan mu nafkah dari dulu."
"Hah? nafkah??" tanya Kania yang salah fokus.
"Bukannya dari awal Kakak udah bilang kalo kita gak ada kontak fisik, terus kenapa sekarang Kakak nanyain soal nafkah segala." lanjut nya.
Arga pun mengerutkan kening nya mendengar perkataan gadis cantik itu sedangkan Kania sudah menundukan wajah nya sambil menutup mulut nya kenapa bibir nya harus berbicara seperti itu karna malu berbicara seperti itu.
Lalu Arga pun tersenyum sambil kenyentil kening nya Kania."Dasar mesum," ujar nya membuat Kania mengaduh sambil mengusap-ngusap nya pelan.
__ADS_1
"Aww.. apaan sihh kak, sakit tahu," ucap nya terus mengelus kening nya sedangkan Arga semakin terkekeh.
Arga baru tahu kalo di balik sikap nya yang dingin Kania menyimpan sikap manja nya.
Dia gemas sekali apalagi melihat Kania cemberut sedangkan Kania nampak kesal sekali dengan suami nya itu selalu saja mengacau kan mood nya.
"Sini mana yang sakit nya," ucap Arga mengelus kening Kania yang sedikit tertutup rambut dan jangan di tanya perasaan Kania saat ini dia benar-benar gugup karna wajah meraka sangat dekat sekali dan tanpa Kania duga Arga memajukan nya semakin dekat.
Cup
"Eh!!"
Kania pun melongo namun setelah itu dia memejamkan mata nya saat Arga mencium kening nya, dia benar-benar tidak menyangka Arga akan melakukan hal itu.
"Mau sampai kapan merem terus," ucap nya membuat Kania membuka mata nya, dia benar-benar malu sekali apa yang dia inginkan pikir nya.
"Udah untuk kali ini cukup, ini waktu nya mepat takut nya kamu kesiangan dan jangan berpikiran mesum lagi yah apalagi sama cowok lain," ujar nya terkekeh dan mengacak-ngacak rambut Kania.
Kania pun segera membuka sabuk pengaman nya dia tidak mau berlama-lama karna saat ini jantung nya merasa tidak aman rasanya serasa mau lompat dari tempat nya.
"Nah Nia ini nafkah yang aku maksud, tapi kalo kamu mau nafkah yang lain juga boleh ko" ucap nya mengerlingkan sebelah matanya sedangkan Kania hanya bergidik ngeri mendengar nya.
Setelah itu Arga meletakan sebuat kartu Atm di tangan Kania dia berharap Kania tidak salah paham.
"Oke makasih," jawab nya.
Setelah mendapat kan Atm itu Kania lalu keluar dari dalam mobil jujur saja dia ingin segera menghilang dari hadapan suami nya itu.
__ADS_1
Namun sebelum itu dia mencium dulu tangan Arga."Jangan nakal," bisik nya di telinga Kania membuat sang empu nya meremang.
'Asataga jantung gue,' batinnya.
Kania tak bicara apa dia langsung keluar dari mobil dan Arga pun melajukan mobil nya ke kantor.
Hingga dia tidak sadar kalo sudah sampai di ruangan nya di sana sudah ada beberapa guru yang lain termasuk Andres.
"Pagi bu Kania," ucap nya.
Kania pun tersenyum dan duduk di dekat Andres, dia ingin bertanya keadaan Dita kepada nya.
"Gimana keadaan Dita sekarag?" tanya Kania membuka beberapa buku tugas siswa.
"Sudah sehat kamu bisa lihat kan hari itu dia sangat sehat apalagi bisa bertemu dengan kamu, kapan-kapan kunjungi dia lagi ya seperti nya kalian cocok," ujar nya tersenyum.
Andres sangat bersyukur sekali melihat Kania dan Dita sangat dekat, dia sempat berpikir macam-macam kepada calon mertuanya yang sempat berbicara kasar pada Kania.
Namun lain yang dia lihat kemarin dimana Bu Mira sangat menyayangi Kania, namun dia penasaran dengan ucapan Kania yang mengatakan kalo dia sudah menikah.
.
Disisi lain Bagas sudah beberapa hari ini mengunjungi Ayana/Aisyah.
"Mau apa lagi sih kamu mas datang kesini bukannya aku sudah bilang kalo Kania tidak tinggal di sini lagi," ucap Aisyah kesal.
Sedangkan Bagas hanya menundukan wajah nya menyesal baru mengetahui kalau istri yang di cari nya itu selama ini sangat dekat dengan nya.
__ADS_1
"Ay ku mohon maafkan aku, aku telat menemukan mu tapi asal kamu tahu Ay cintaku masih saja sama seperti dulu."
Aisyah pun hanya menghela nafas dan mengeluarkan nya kasar, dia benar-benar tidak ingin berurusan lagi dengan Bagas atau pun Oma Maria sudah cukup dia menderita di masa lalu.