Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 84


__ADS_3

"Apa yang Mas rencanakan kok senyum senyum sendiri?" tanya bu Ayana.


"Aku hanya ingin membuat Marvin mencintai Nabila," ucap Papa Bagas.


"Lalu tentang perjodohan nya dengan Cantika gimana?" tanya Bu Ayna bingung bukannya Papa Bagas yang menyarankan perjodohan itu namun sekarang kenapa malah jadi seperti ini.


"Kan Marvin nya yang gak mau, udahlah sayang kita gak usah ikut campur urusan anak muda, biarkan mereka memilih kasian Marvin baru saja patahati mungkin dengan kehadiran Nabila Marvin bisa melupan Arsya dan menerima persaudaraan mereka, Nabila adalah sahabat nya dari kecil pasti dia paling mengerti Marvin" ucap Papa Bagas dan bu Ayana pun mengangguk.


"Apa jangan jangan Mas merencanakan untuk menjodohkan mereka?" tanya Bu Ayana.


"Tidak sayang, aku membebaskan Marvin memilih sendiri siapa pun yanh akan menjadi istrinya kelak," ucap Papa Bagas membuat Bu Ayana tersenyum.


"Jangan kecewa ya kalo Marvin tidak memilih keponakan kamu," ucap Papa Bagas merasa tidak enak.


"Apaan sih Mas aku kan gak pernah berharap mereka bisa berjodoh dan soal ucapan Mas Victor itu mungkin hanya candaan saya, lagian aku merasa sedikit tidak suka dengan sikap dan cara berpakaian Cantika," ucap nya saat mengingat pertemuan mereka waktu itu.


"Maksud nya gimana?" tanya Papa Bagas bingung apa yang di maksud oleh istri nya.


"Entah lah aku juga gak nyangka kalo dia yang Kania ceritakan waktu itu," ucap nya mengingat Kania pernah bercerita tentang anak dari pemilik Yayasan tempat Kania mengajar dulu.


"Kania sempat bertemu dengan Cantika di Yayasan dan Mas tahu kalo Cantika lah yang mengeluarkan Kania dari sana," ucap Bu Ayana.


Di sisi lain Arga sudah masuk ke dalam kamar Marvin, tak lupa dia juga mengunci pintu takut nya ada pelayan masuk untuk membersihakan kamar itu.


Arga bisa melihat Kania sudah terlelap di bawah selimut tebal milik Marvin, Kania memang sudah terbisa memakai milik Marvin walau bagaimana pun mereka di besarkan bersama dan Kania sudah menganggap Arsen sebagai adik kandung nya sendiri.


Arga pun ikut tidur di samping Kania dia memeluk perut istrinya itu, untung saja Kania tidak bangun sehingga dia bisa bernafas lega.


Marvin sendiri mampir ke sebuah Mall, dia sengaja membeli baju untuk Nabila, walau pun ia tidak tahu ukuran nya namun Ia tetap saja membeli nya dengan menebak saja.


Mungkin kali ini akan membeli satu baju saja, nanti dia akan membawa Nabila berbelanja supaya gadis itu bisa memilih sendiri.


Marvin pun masuk ke dalam apartemant dia mencari keberadaan Nabila yang sudah tidak ada di kamar nya.

__ADS_1


"Kemana dia, apa pergi?" ucap nya meletakan kotak makanan itu di atas meja.


Marvin pun masuk ke dapur dan benar saja Nabila sedang berdiri di dekat kulkas dia sedang minum.


Marvin pun mendekat dia benar benar bingung kenapa dengan jantung nya yang berdetak semakin kencang saat berada di dekat Nabila.


"Bila lu lagi apa?" tanya Marvin.


Nabila pun sontak membalikan tubuhnya, namun Marvin malah salah fokus pada pakaian yang di pakai oleh gadis itu.


Nabila memakai tangtop berwarna hitam dan juga hot pans,membuat Marvin panas dingin.


"Dari mana lu dapet baju itu?" tanya Marvin sambil menundukan wajahnya.


"Dari lemari lu, apa mungkin ini milik mantan lu yang tertinggal?" tanya Nabila penasaran.


"Bukanlah mana pernah gua bawa cewek ke apartemant ini, cuma lu dan Kak Kania yang pernah gua izinin masuk kesini," ucap nya.


"Dia belum pernah gua ajak kesini, dan baju yang lu pake mungkin milik kak Kania, lu tanya aja deh ke dia biar percaya," ucap nya membuka kotak makanan dan memindahkan nya ke atas piring.


Nabila pun hanya mengangukan kepalanya, dia percaya kalo Marvin tidak mungkin bohong padanya, karna yang dia tahu hidup Marvin lempeng lempeng aja gak neko neko.


"Lu beli makanan dari mana, kaya nya enak nih," ucap Nabila tersenyum senang kebetulan dia juga lapar karna cuma sarapan dua lembar roti.


"Bawa dari rumah, ini masakan ibu Ayana lu harus coba," ucapnya.


"Tapi nasi nya belum matang, baru juga beberapa menit yang lalu gua masukin nya," ucap Nabila.


"Lu bisa masak nasi?" tanya Marvin penasaran.


Karna selama ini Marvin hanya tahu kalo Nabila adalah anak yang manja, mana mungkin gadis itu bisa memasak nasi pikir nya.


"Ya bisa lah, cuma makan nasi doang bikin pepes ayam juga gua bisa," jawab nya membuat Marvin melongo tidak percaya.

__ADS_1


Sedangkan Nabila sendiri hanya terkekeh melihat nya, dia yakin kalo Marvin tidak akan mempercayai nya.


Nabila pun melihat tempat nasinya dan memang sudah matang, Ia pun membuka tutup nya dan membiarkan uap nya mengepul.


"Liat tuh kalo gak percaya," ucap nya membuat Marvin tersadar dari lamunan nya.


Marvin pun mendekat dan benar saja sudah matang, Marvin benar benar kagum pada Nabila ternyata gadis itu tidak bohong.


Di apartemant nya Marvin memang tersedia nasi, biasanya ada art yang membersihkan apartemant nya 3 hari sekali dan memanga beras itu di sediakan untuk art nya karna Marvin sendiri tidak pernah makan di sana.


"Udah ah malah bengong, ayo makan gua udah laper banget," ucap nya


Marvin pyn menganggukan kepalanya dan segera duduk, sedangkan Nabila mengambilkan nasi untuknya.


"Segini cukup gak Vin?" ucap nya memperlihatkan nasi di dalam piring.


"Banyak amat lu kira gua kuli apa," ucap Marvin saat Nabila mengambilkan nasi nya terlaly banyak.


"Ya elah mana gua tahu, lagian biasanya kan cowok kalo makan suka banyak," ucap nya memindahkan sebagian nasi ke atas piring nya.


"Segini?" tanya nya lagi dan Marvin pun mengangguk.


"Oke kita makan," ucap nya seraya membaca do'a sedangkan Marvin hanya melihat nya saja Ia sangat kagum dengan gadis itu


"Ya elah di suruh makan malah bengong, kesambet baru tahu rasa lu," ucap Nabila melihat Marvin hanya diam saja.


Mereka pun makan dengan haning tidak ada yang bicara hanya suara sendok saja yang terdengar.


Setelah makan Marvin pun mengajak Nabila keluar, Ia ingin membelikan barang dan juga pakaian untuk sahabat nya itu selain itu Ia juga Marvin ingin mengajak sahabatnya ke tempat tempat favorit mereka saat sekolah dulu.


"Astaga gak salah apa kenapa lu harus beli baju kaya gini, rasanya gak enak banget gua merasa seperti orang lain," ucap nya saat mencoba dres yang Marvin belikan.


Sedangkan Marvin nampak terpesona dengan gadis cantik itu Ia baru sadar kalo sabahat nya itu sangat cantik sekali berpakaian seperti itu karna biasanya gadis itu akan berpenampilan tomboi hanya memakai celana jeans besar dan juga kaos kebesaran.

__ADS_1


__ADS_2