
Siang harinya Kania terpaksa ikut pulang bersama Axsel karna dia mau menonton pertandingan karate anak didik nya yang di selenggarakan siang hari ini.
"Kenapa loe diem aja nyesel ikut pulang bareng gue?" tanya Axsel terkekeh melihat Kania nampak melamun.
Namun Kania hanya tersenyum menoleh ke arah Axsel sebentar dan kembali lagi mentap lurus jalanan.
"Ahh tidak juga, gue malah berterimakasih sama loe udah mau repot-repot, btw gimana kabar cewek loe?" tanya Kania yang pernah membuat seorang wanita salah paham.
Axsel pun mengerutkan dahi mendengar pertanyaan dari Kania yang membuat nya bingung pacar siapa pikir nya.
"Cewek siapa maksud loe" tanya Axsel bingung.
Sedangkan Kania kembali terkekeh mengingat wanita itu, dia tidak menyangka karna sering bersama Axsel membuat orang lain salah paham.
"Itu loh yang pernah marah-marah sama gue, bukannya dia cewek loe," ucap Kania menjelaskan karna Kania sempat di labrak oleh wanita yang mengaku pacar nya Axsel.
Sedangkan Axsel hanya tersenyum dan menyangkal kalo wanita itu pacar nya, karna selama ini dia tak pernah punya pacar.
"Loe itu berlebihan, gue gak punya cewek dan mungkin yang marah sama loe itu salah satu penggemar gue," jawabnya dan Kania pun hanya menanggukan kepala nya.
Sebenar nya Axsel orang yang sangat di gandrungi di kampusnya dulu bahkan banyak wanita yang rela mengantri untuk mendapatkan nya.
Kania sangat tahu seperti apa dia karna dari yang Vani katakan Axsel memang dulu seorang playboy.
__ADS_1
Tiba-tiba Axsel berbicara serius padanya."Gue masih nunggu loe Nia sampai sekarang gue menjomlo karna menunggu loe nerima cinta gue," ucap Axsel serius namun Kania hanya melirik nya sebentar dan kembali menatap ke depan sambil tersenyum tipis.
"Gue dah bilang sama loe, masih banyak wanita lain di luar sana yang sebanding sama loe ya setidak nya mereka sama lah punya banyak harta kaya loe," ucap Kania namun kata-kata itu membuat Axsel kesal.
Dia pun mengerem mobil nya mendadak membuat Kania kaget untung saja kepala nya tak terbentur ke depan mobil.
"Ada apa kok ngerem mendadak?" tanya Kania bingung namun Axsel nampak menatap nya sendu.
Axsel berharap Kania mau menerima dirinya yang apa ada nya, walau pun dia kaya tapi itu bukan milik nya tapi milik orang tuanya, dia tidak punya apa-apa.
"Nia gue bisa ninggalin semua yang gue punya demi bisa sama loe, gue mohon kasih gue kesempatan Nia," ujar nya namun Kania menggelengkan kepalanya.
Kania tidak mau berurusan dengan keluarga itu apalagi Mama nya Axsel yang seperti apa, dia sombong sekali bahkan pernah sekali mereka bertemu di rumah Vani pun Mama nya tidak menyapa nya dengan alasan tidak selevel.
"Maaf gue gak bisa gue gak layak buat loe gue gak mau loe menjadi anak durhaka dan melawan orang tua loe, cinta itu cuma sekedar ungkapan bila loe mau loe bisa cari yang sesuai dengan kriteria loe, tapi itu bukan gue, sampai kapan pun gue gak cinta sama loe," ucap nya yakin mungkin dengan begitu Axsel akan membencinya dan melupakan nya.
"Gue akan selalu nunggu loe Nia sampai kapan pun," ujar nya karna tak ada satu wanita pun yang mampu menggetarkan hati nya berbeda dengan Kania hanya dengan mendengar nama nya saja dada nya sudah bergemuruh.
Kania tidak mau menjawab apa yang Axsel katakan karna semakin dia banyak bicara Axsel akan semakin nekat.
Setelah perbincangan itu mereka nampak diam dengan pikiran masing-masing, hingga tak terasa mereka pun sampai di depan rumah bu Aisyah.
Kania pun sampai di depan rumah Bu Aisyah dia sengaja mampir ke sana sebelum pergi ke tempat pertandingan karna masih ada waktu satu jam.
__ADS_1
"Makasih banyak ya, mau masuk dulu." ujar nya menawarkan Axsel mampir namun Axsel nampak menggelengkan kepala nya.
"Gue langsung cabut aja ada kerjaan," ujar nya dan Kania pun mengangguk lalu melambaikan tangan ketika mobil itu semakin menjauh.
"Sorry gue udah nikah dan seandai nya gue belum nikah pun gue gak bakalan mau jadi pacar loe," gumannya.
Kania melangkah menuju depan pintu rumah bu Aisyah."Asalamualaikum bu," sapa nya namun tak ada sahutan.
Kania pun mengetuk pintu rumah Bu Aisyah, tak lama kemudian Bu Aisyah pun membuka pintu nya.
"Walaikumsalam," jawab Bu Aisyah tersenyum melihat anak kesayangan nya datang berkunjung.
"Apa kabar bu? Kania rindu sekali," ucap nya langsung memeluk erat ibu angkat nya itu.
Tak di pungkiri Aisyah pun juga sama merindukan Kania, karna hanya Kania yang dia punya di dunia ini.
"Iya ibu juga merindukan mu nak, kamu sama siapa kemari mana suami mu sayang?" tanya Bu Aisyah heran tak menemukan Arga di sana.
"Aku diantar sama teman bu, Mas Arga lagi ada kerjaan jadi gak bisa antar, aku juga gak lama kok bu cuma mampir aja soal nya mau nonton pertandingan karate," ujar nya dan Aisyah pun mengangguk.
Aisyah mengajak nya masuk dan makan siang bersama sebelum ke tempat itu, Bu Aisyah sangat senang melihat Kania mengunjungi nya.
Ada rasa haru yang di rasakan nya sungguh dia bahagia melihat Kania tumbuh menjadi wanita yang hebat seperti itu.
__ADS_1
Dia melihat Kania seperti nya bahagia setelah menikah, semoga saja apa yang dipikirkan oleh nya salah.
Semoga pernikahan Kania di karuniai kebahagiaan, walau pun tak di dasari oleh rasa cinta.