Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
pArt 30


__ADS_3

Pas sampai di kamar Kania benar-benar meluapkan emosi nya dengan mencuci muka panas sekali wajah nya dari tadi.


"Apa-apaan coba pake bilang kaya gitu segala sama Mama, kan nanti Mama bakalan berharap sama gue," guman nya.


Arga pun tersenyum mendengar istrinya mengerutu dia benar-benar senang sekali melihat Kania marah, rasanya lucu aja hidup nya jadi sedikit berwarna.


Kania pun naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya di sana dia sengaja membuat pembatas di tengah dengan bantal.


Sedangkan Arga hanya menggelengkan kepalanya."Kamu terlalu berlebihan Nia," ujarnya.


Namun Kania tak menjawab dia sudah sangat ngantuk sekali apalagi ini sudah malam.


Sedangkan Arga kembali membuka leptop nya masih ada satu pekerjaan lagi yang harus dia selesaikan.


Tiba-tiba ponsel nya bergetar tertera nama Sita di sana dan ternyata sudah dari tadi wanita itu menghibungi nya, Arga benar-benar lupa meninggalkan ponsel nya di kamar.


5 panggilan tak terjawab


5 message


From: Sita


[Mas kamu kemana aja sih aku telpon gak diangkat]


[Mas kamu kenapa sih, kok diemin aku terus]


[Mas jawab dong apa kamu mulai menyukai istrimu itu]


[Mas aku beneran kangen sama kamu, kamu kok jadi berubah sih]


[Mas kamu tuh bener-bener ya]


Arga pun menghela nafas tidak tahu kenapa sejak kejadian malam itu dia menjadi ilfil dengan Sita karna dia semakin berani saja.


Ponsel nya pun kembali bergetar dia melirik Kania sudah tertidur memeluk guling,lantas dia pun keluar kamar dan berdiri di balkon tangan satu nya memegangi pagar dan satunya lagi memegang ponsel di telinga nya.


[Hallo ada apa] ucap Arga sedikit malas.

__ADS_1


[Mas apa kamu tidak rindu padaku hampir satu minggu ini kamu tidak bisa di hibungi, apa kamu benar-benar menghindariku] ucap Sita di sebrang sana.


[Aku sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk bertemu denganmu] jawab nya.


[Mas kamu benar-benar berubah, biasa ny sesibuk apapun kamu selalu mengabari tapi sekarang kamu seolah lupa padaku] ucap nya lirih.


Arga pun mengguyar rambut nya dia duduk di kursi, dia benar-benar bingung harus bagaimana di sisi lain dia tidak mau kehilangan Kania namun dia juga tidak bisa meninggalkan Sita.


[Maaf, nanti kalo aku ada waktu aku hubungi kamu ini sudah larut malam, kita harus istirahat] ujar nya.


Tanpa menunggu jawaban dari Sita Arga pun langsung memutuskan sambungan telpon nya dan kembali masuk ke dalam dan ikut tidur di samping Kania.


Dia masih ingat Kania memakai kalung yang sama dengan gadis kecil yang dulu dia tolong saat tenggelam di kolam renang dulu dia berjanji akan menjaga nya.


Hingga sampai satu tahun yang lalu dia bertemu dengan Sita yang juga mempunyai kalung seperti itu, apa mungkin dia salah orang namun dia harus mencari tahu kebenaran nya.


.


Keesokan harinya Kania sudah membantu Mama Maya di dapur dia membantu menyiapkan sarapan, Arga sendiri baru saja selesai nge gym terlihat dia sangat berkeringat.


Kania baru tahu kalo di rumah itu ada ruangan oleh raga, itu pun dia tahu beberapa hari yang lalu saat tak sengaja lewat dan kebetulan pintu nya sedikit terbuka.


Sedangkan lantai bawah dia yang membersihkan nya sendiri, karna Arga bisa nya hanya menyuruh-nyuruh saja.


Hari ini adalah hari libur bagi kedua nya, tadi nya Kania berniat pergi ke rumah Dita namun dia malu mengatakan nya karna ada Mama Maya disana.


"Nia siang ini bagaimana kalo kita jalan-jalan, sekalian belanja kebutuhan dapur Mama liat bahan makanan tinggal sedikit," ujar nya.


Kania pun hanya bisa mengangguk pasrah mungkin selama satu minggu kedepan dia tidak bisa kemana-mana.


"Gimana mau gak?"


"Oh iya Ma ayo, Nia juga gak ada kerjaan ko dirumah," jawab nya.


Mereka pun sarapan bersama, Kania hany diam saja menyimak obrolan mereka dia hanya menjawab seperlu nya saja.


"Ga kamu anterin kami ke Mall ya Mama sama Nia mau belanja bulanan," ucap nya.

__ADS_1


Arga pun melirik Kania seolah bertanya dan Kania sendiri hanya mengangkat sedikit bahu nya acuh.


"Aku sibuk, Mama bawa mobil aja bukannya kemarin juga kesini bawa mobil sendiri," ujar nya dan Mama Maya pun cemberut.


"Biasanya juga kamu antar Kania belanja kenapa sekarang kamu nolak, apa karna ada Mama dan kamu takut terganggu gitu?" tanya Mama Maya menggoda.


Arga pun tersenyum dia memang pernah berkata akan mengantar Kania belanja, namun kenyataan nya itu hanya alasan dia saja agar ibu nya tidak curiga.


"Aku ada kerjaan Ma, next kapan-kapan aku temenin deh," jawab nya.


Sedangkan Kania hanya acuh saja terserah lah Arga mau bilang apa juga sama Mama nya dia gak peduli.


Mama Maya pun menghela nafas memang anak nya ini susah sekali kalo di ajak pergi akhirnya Mama menyerah mereka akan pergi berdua saja.


Setelah menyelesaikan sarapan nya Kania dan mertuanya pun berangkat ke Mall.


Dan di sini lah mereka berada, sebuah Mall yang lumayan besar, mereka berbincang sambil memilih buah, sayur dan beberapa daging dan banyak yang lain lagi.Setelah itu mereka memasukan nya ke dalam mobil.


Namun sebelum pulang Mama Maya mengajak nya makan di salah satu Restoran milik teman arisan nya beliau sangat antusias mengenalkan nya pada teman nya itu.


"Sayang kamu pesan apa?" tanya Mama Maya memberikan kertas menu padanya.


Restoran itu menyediakan banyak olahan ikan dari berbagai jenis, Kania yang tidak terlalu suka makan ikan pun terpaksa memesan salah satu menu.


"Aku pesen filet tuna goreng tepung, sama jus mangga," jawab nya.


Setelah sama-sama memesan mereka pun menunggu pesanan mereka sambil berbincang, hingga seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.


"May kamu udah dateng, sorry aku tadi habis dari belakang," ujar nya mereka pun berpelukan sambil cipika cipiki.


Sedangkan Kania hanya tersenyum, melihat keakraban mereka, dia jadi teringat dengan Mama nya yang dulu juga seperti itu banyak teman nya.


"Gak papa Serly aku baru datang kok," jawab nya."O-ya kenalkan ini menantu ku nama nya Kania," ujar nya.


Wanita itu menatap Kania dari atas sampai bawah sepertinya dia sedang memperhatikan penampilan Kania yang nampak sederhana.


"Salam kenal tante saya Kania," ucap Kania mengulurkan tangan nya, namun wanita itu seperti nya tidak berminta dia hanya menempelkan tangan nya dan langsung melepasnya lagi.

__ADS_1


Kesan pertama yang Kania lihat wanita itu nampak tidak menyukai nya lantas apa yang salah pada dirinya Kania pun bingung.


__ADS_2