
Setelah menonton pertandingan Kania pun pulang dan waktu sudah menunjukan jam 7 malam dia terpaksa naik taxi lagi karna motor nya sudah di bawa ke bengkel oleh teman nya karna beberapa hari dia menyimpan nya di tempat latihan karate.
Dia juga tidak bisa menghubungi Arga karna ponsel nya mati dia lupa mengisi batre tadi malam, tadi teman nya pun menawarkan tumpangan pada nya namun dia menolak nya.
Kania pun turun dari taxi namun saat melewati pagar dia tak sengaja mendengar orang yang sedang bertengkar.
Kania pun berlari mendekati rumah ternyata benar dia mendengar keributan di sana dan terdengar isak tangis.
"Ada apa siapa yang nangis?" guman nya bingung karna yang dia tahu mertua nya masih di luar kota.
Kania pun sampai di depan pintu yang terbuka ternyata mama nya Arga yang sedang menangis dan menunjuk-nunjuk seorang wanita.
Kaila nampak kaget karna dia tahu jelas siapa wanita itu, sedangkan Papa nya Arga nampak menenangkan nya bagitu juga dengan Arga.
"Pergi kau dari sini dan jangan sampai menginjakan kaki mu lagi ke tempat ini, atau kamu akan menyesal," ucap Mama Maya berteriak.
"Ma sudah jangan begini ingat kesehatan Mama," ucap suami nya mengusap pundak nya pelan.
Pak Joko tidak tahu mengapa Arga membawa wanita lain ke rumah di saat istri nya sedang tidak ada di rumah.
"Tak perlu anda usir pun saya akan pergi," ujar nya mengambil tas nya di atas meja melenggang keluar rumah sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Dan kamu Arga Mama sama Papa benar-benar kecewa sama kamu," ucap Pa Joko menatap Arga tajam.
Wanita itu melewati Kaila dan menatap sinis sedangkan Kania hanya datar saja.
Kania pun masuk dan langsung memeluk Mama mertua nya itu.
"Mama ini Kania Mama tenang ya," ujar nya mencoba menenangkan nya namun Maya semakin terisak dia membalas pelukan Kania.
"Kania sayang maaf kan anak Mama ya nak Mama tahu dia tidak mencintaimu, kamu bisa minta pisah sama dia nak Mama gak mau buat kamu tersiksa," ucap nya sendu.
Maya sangat merasa bersalah dengan menantu nya itu, mungkin kalo dia tidak memaksa Arga menikah dengan nya semua ino tidak akan terjadi.
Kania menatap Arga seolah meminta penjelasan namun Arga malah memalingkan wajah nya ke arah lain, Arga seperti nya malu dengan Kania.
"Ada yang bilang pada ku kalo coklat bisa mengurangi rasa sedih pada diri kita, Mama coba ya ini enak ko," ujar nya tersenyum.
Maya pun tersenyum mendengar perkataam Kania, memang benar Maya pun pernah mendengar itu dulu dia sangat suka sekali makan coklat, namun setelah beranjak tua dia mulai melupakan nya karna takut gemuk.
"Mama tenang ya mungkin Kak Arga bisa menjelaskan semua nya, Mama mau kan mendengarkan alasan nya," ucap Kania membuat Arga terharu.
Ternyata Kania bisa bersikap bijak juga walau pun dia tahu kalo dia salah namun Kania seperti nya tidak marah padanya.
__ADS_1
Arga menatap Mama nya dengan tatapan menyesal dia tidak tahu harus memulai nya dari mana.
Maya mendelik melihat Arga dia benar-benar kesal terhadap anak nya itu, mungkin kalo Kania tak memaafkan Arga dia akan mencabut semua fasilitas Arga.
"Sebaik nya kamu tinggal bersama Mama dulu sementara waktu biar dia renungkan apa kesalahan nya, tidak sepantas nya dia membawa wanita lain ke rumah saat istri nya tidak ada," ucap Maya menatap Arga sinis.
Sedangkan Arga yang di tatap seperti itu pu n hanya bisa diam dan menundukan kepala nya, ingin sekali dia berkata jujur namun orang tua nya seperti enggan mengdengarkan nya.
"Tapi Ma gak baik kalo sedang ada masalah menghindar, biar aku selesai kan ini dengan Kak Arga ya Ma nanti kalo kami gak ketemu jalan keluar nya aku pasti minta bantuan sama Mama," ucap nya membuat Maya terharu.
Kenapa menantu nya baik sekali apa dia tak sakit hati melihat wanita lain bersama suami nya?
"Aku percaya sama Ka Arga Ma dia tidak mungkin menghianati pernikahan kita, kalo pun dia ingin berselingkuh kenapa dia tidak cerai kan aku saja, aku tahu mungkin ini hanya salah paham saja," ujar nya.
Sedangkan Arga merasa tertampar namun karna rasa cemburu nya melihat Kania pulang bersama Axsel, Arga menerima wanita lain yang mau berkunjung kerumah nya tanpa berfikir panjang.
Saat wanita itu datang orang tua nya pun datang mereka melihat wanita itu memeluk Arga dengan erat.
Emosi Maya pun memuncak dia tidak bisa mengontrol diri nya dia berteriak histeris, untung saja rumah mereka sedikit jauh dark tetangga kalo dekat sudah pasti para tetangga udah berkerumun di sana.
Dia tidak menyangka kalo Arga masih berhubungan dengan wanita itu, Maya menarik wanita itu dan menampar pipi wanita itu lalu dia juga menampar pipi Arga cukup keras.
__ADS_1
Mama Maya benar-benar hilang kesabaran melihat anak nya seperti itu dia tidak menyangka kalo Arga masih tetap sama, dia sempat percaya dengan hubungn Arga dengan Kania yang nampak harmonis di depan mereka.
Apa semua itu hanya sandiwara saja pikir nya, kenapa Kania tidak marah saat tahu Arga punya wanita lain.