
"Loh kok gak jadi makan sayang bukannya tadi pagi kamu yang pesan sama ibu ingin di buatkan kepiting saus padang," ucap Bu Ayana bingung melihat Kania tidak jadi makan.
"Aku udah sarapan bubur tadi masih kenyang kok, oya dimana Marvin?" tanya Kania dengan wajah kesal nya.
"Masih tidur kaya nya, belum keliatan keluar soalnya," ucap Ayana dan Kania pun mengangguk dan segera pergi dari ruang makan.
Sedangkan Arga yang masih merasa bersalah pun mengikuti nya naik ketangga.
"Gak usah ikutin aku," ucap Kania dengan wajah jutex nya.
"Sayang aku minta maaf, kamu liat sendiri kan aku udah berusaha menghindari dia, tapi dia nya aja yang gak tahu diri," ucap nya ingin meraih tangan Kania, namun Kania dengan cepat menepisnya.
"Gak usah pegang -pegang tangan itu sudah menyentuh wanita lain," ucap nya segera masuk ke kamar Marvin dan mengunci nya.
Arga nampak prustasi dia menjambak rambut nya kasar, sungguh sial sekali pagi ini kenapa harus bertemu dengan wanita itu.
Kania memang tidak menunjukan kekesalan nya saat ada Sita, namun hanya sindirin yang Kania lakukan, Arga sempat merasa tenang kalo istri nya baik baik saja namun saat keluar dari sana Kania sengaja meninggalkan suaminya dengan naik taxi.
-Flasback-
Setelah Arga melepaskan pelukan dari Sita, kini Kania berdiri di depan Arga sambil bersidekap dada.
"Bisa gak sih jadi cewek itu gak murahan, gak cukup apa nyarikitin hati wanita lain," ucap Kania tegas.
"Haha kamu takut kalo Arga kembali lagi sama gua, so gua lebih cantik dari lu dan liat sekarang lu lagi hamil badan lu juga udah gak **** lagi, mana mau Arga nyentuh lu," ucap nya mengejek.
Kania pun mengepelkan tangan nya berusaha tenang, karna dia tidak mau membuat keributan di depan umum.
"Kenapa gua harus takut sama kalo pun dia mau balik lagi sama lu gua gak peduli, paling nanti lu yang harus ngasih makan dia karna kalo dia lepasin gua berati dia juga lepasin semua harta milik nya," ucap Kania membuat Sita tercengang.
Ternyata Kania wanita yang licik dia dengan mudah menguasai semua harta Arga hanya dengan waktu dua tahun saja.
"Dasar cewek matre," ucap Sita membuat Kania terkekeh.
"Bukankah kita sama, tapi bedanya gua matre sama suami gua dan itu sah sah saja, kalo lu matre sama Om Farhan uupss sorry gua keceplosan, gimana apa lu udah di buang sama Om Farhan sehingga balik lagi godain laki gua?" ucap Kania tersenyum puas.
Sita merasa malu karna ternyata Kania tahu kalo dia berhubungan dengan tua bangka itu.
__ADS_1
Sita pun tidak bisa berkata apa apa lagi, dia segera pergi sebelum Kania mempermalukannya lebih parah lagi.
Setelah kepergian Sita, Kania menatap suami nya yang berdiri di samping nya.
Arga merasa sangat bersalah sekali karna kecolongan bisa di peluk oleh Sita, namun yang membuat dia kaget adalah Sita yang mempunyai hubungan dengan Farhan.
"Sayang aku-
"Udah bayar sana," ucap Kania ketus.
Arga pun mau tak mau segera membayar belanjaan nya, namun dia tidak sadar kalo Kania sudah tidak ada di samping nya.
Saat dia selesai membayar dia melihat Kania naik ke dalam taxi, ingin mengejar namun taxi itu sudah pergi.
"Sial pasti Kania marah besar," gumannya.
Memang jarak rumah dan tempat itu sedikit jauh jadi Kania memilih naik taxi agar lebih cepat sampai.
-flasback off-
Arga terus meminta maaf hingga Kania pun mau tak mau keluar dari kamar mandi, bukan karna suami nya tapi karna Bu Ayana memanggil mereka untuk makan bersama.
Selama itu Kania tidak bicara apa apa namun Arga tau kalo istri nya itu sedang marah padanya.
"Loh kakak ngapain di sini?" tanya Marvin bingung, dia baru saja keluar dari kamar mandi untung saja Ia sudah memakai boxernya kalo belum bisa malu dia.
"Diem Vin jangan ganggu gua mau tidur bentar," ucap nya sudah merebahkan tubuhnya di kasur Marvin.
"Astaga bukannya lu punya kamar sendiri inget tuh laki lu pasti nyariin," ucap Marvin sambil memakai kaos nya.
"Gua gak peduli," jawab nya sambil memejamkan mata entah mengapa Ia merasa ngantuk setelah selesai berendam padahal baru saja jam 10 pagi.
"Ya udah deh kalo mau tidur di situ tidur aja gua mau keluar dulu bye," ucap Marvin sudah rapi dengan pakaian santai nya.
"Terserah," ucap Kania sudah masuk ke dalam mimpi nya.
Marvin pun menggelengkan kepalanya dua bingung dengan mood orang hamil, pasti deh aneh aneh.
__ADS_1
'Gue kok jadi ngebayangin Bila hamil, kaya nya lucu juga,' batinnya.
Marvin pun tersenyum sambil menggelengakan kepalanya dia segara memakai sepatu nya dan keluar dari kamar.
"Eh kak Arga di sini juga, pasti nyariin Kak Kania," ucap Marvin melihat Arga di depan pintu kamar nya.
"Iya, apa Kania ada di dalam?" tanya Arga.
"Ada, masuk aja Kak gua mau keluar kok udah ada janji sama temen," ucap nya dan Arga pun menganggukan kepalanya.
Marvin pun menuruni tangga terlihat bu Ayana dan Papa Bagas sedang duduk di sofa.
"Vin kamu mau kemana udah rapi gini?" tanya Papa Bagas.
Marvin pun hanya tersenyum bingung harus menjawab apa.
"Sarapan dulu sana ibu udah masak banyak masakan kesukaan kamu , tadi Kakak kamu malah gak mau," ucap bu Ayana mengingat Kania tidak jadi makan.
"Oke aku makan dulu deh takut nya nanti kak Kania berubah pikiran dan malah di abisin lagi," ucap nya segera ke ruang makan.
Benar saja Bu Ayana memasak makanan kesukaannya dan juga Kania, memang selera mereka sama jadi bu Ayana tidak perlu susah karna apa yang Kania suka pasti Marvin juga suka.
Saat ingin mengambil piring dia pun teringat dengan Nabila, apa gadis itu sudah makan atau belum.
Marvin pun mengurungkan niat nya, dia mengambil kotak makanan dan memasukan makanan makanan itu ke dalam nya, dia akan makan di apartemant saja bersama Nabila.
"Loh bawa apa kamu?" tanya Papa Bagas melihat Marvin membawa paperbag.
"Aku makan di apartemant saja kasian Nabila gak ada teman nya," ucap Marvin.
"Kenapa kamu gak bawa dia tinggal di sini sih Vin, malah di tinggal sendiri di sana kasian tahu dia pasti kesepian," ucap bu Ayana.
"Aku juga udah ajak dia tinggal di sini bu. tapi dia nya gak mau takut orang tuanya tau," jawab nya.
"Oh ya sudah kalo begitu kamu jagain dia dengan baik ya jangan sampai dia kenapa napa," pesan bu Ayana dan Marvin pun mengangguk.
Dia langsung pamit dengan menyalami kedua tangan mereka.
__ADS_1