Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 26


__ADS_3

Arga pun menyimpan kembali ponsel itu di atas nakas namun matanya malah salah fokus menatap poto pernikahan mereka yang ada di sana.


Arga menatap bingkai poto pernikahan itu sambil tersenyum mungkin dia saja yang tidak menginginkan pernikahan ini, berbeda dengan Kania seperti nya Kania menganggap pernikahan itu ada.


Arga pun menyimpan nya lagi dia ingat poto itu yang dikirimkan oleh Mama nya, karna dia pun punya di galeri ponsel nya.


Arga mentap wajah Kania yang terlelap dia mencium kening nya."Selamat malam mimpi indah," setelah itu langsung keluar


kamar takut kalo nanti Kania bangun.


Arga kembali kekamar nya namun dia tak bisa tidur kenapa dia merasa sudah lama mengenal Kania apalagi saat menatap mata indah itu.


Dia seperti mengenal nya tapi dimana dia benar-benar lupa.


Arga pun bingung dengan perasaan nya dia juga tidak bisa melepaskan Sita begitu saja karna dia sudah terikat janji.


"Aghhh sial kenapa jadi seperti ini," gumannya.


.


Keesokan hari nya Kania bangun lebih awal dia semalam bermimpi Arga masuk ke kamar nya dan mencium kening nya.


"Aneh banget ya kok aku sampe mimpiin Kak Arga segala," guman nya.


Kania langsung bangun hari ini dia harus segera membereskan barang-barang nya dan memindahkan barang-barang nya kekamar Arga sebelum Mama Maya datang.


Dia masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah nya dan gosok gigi.


Ketukan pintu kamar membuat nya kaget siapa yang datang sepagi ini, apa mungkin Mama Maya pikir nya dia harus bagaimana apa yang harus dia katakan nanti kalo Mama Maya bertanya.


Kania pun bangkit dan segera membuka pintu kamar, dia bisa bernafas lega ternyata Arga yang ada di sana sepertinya dia juga baru bangun.


"Kamu baru bangun?"


"Udah dari tadi kok, ada apa?" tanya Kania bingung karna melihat Arga pagi-pagi sudah menemui nya.


Arga pun menyentil kening nya."Aww apaan sih Kak gak jelas banget deh," ujar nya mengaduh sambil mengusap- ngusap kening nya.


Sedangkan Arga langsung nyelonong masuk kedalam membuat Kania kesal.


"Apa sebenarnya yang Kakak mau, apa Mama sudah datang?" tanya Kania sedikit panik.


Arga pun tersenyum dia gemas sekali melihat wajah Kania yang sedang panik.

__ADS_1


"Tenang lah Mama belum ke sini, aku mau bantu kamu beresin barang-barang kamu," ujar nya dan Kania pun menepuk kening nya.


Dia benar-benar lupa kalo semalam Arga sudah mengatakan itu, dia pun nyengir menampilkan deretan giginya yang putih.


"Maaf aku lupa," jawab nya salah tingkah.


Mereka pun langsung memasukan barang-barang Kania kedalam koper namun saat Kania menambil sesuatu di lemari dia tak sengaja menjatuhkan baju-baju hingga berantakan.


"Asataga ceroboh sekali," guman nya.


Arga yang melihat itu pun lantas membantu nya namun wajah Kania memerah saat Arga tak sengaja memengang bra nya.


Dia langsung merebut nya dan menyebunyikan nya di belakang tubuhnya.


"Kenapa sih cuma itu doang juga," ucap Arga tidak merasa bersalah sama sekali.


Sedangkan Kania benar-benar tak punya muka karna Arga sudah memegang nya pasti Arga menertawakan nya.


'Astaga malu banget,kenapa aku ceroboh sekali,' batinnya.


Bagaimana tidak bra itu berwarna merah terang sangat kontras sekali sungguh Kania ingin menghilang saja dari sana.


'Gila besar juga bra nya apalagi dalam nya,' batin Arga mulai berfantasi liar.


"Kakak gak papa kan, kok malah malamun."


Arga pun tersadar dari lamunan nya dia menggelengkan kepalanya dia benar-benar tidak waras bisa-bisa nya dia seperti itu.


Bagaimana tidak jiwa nya sebagai laki-laki kini bangkit karna melihat Kania hanya memakai baju tidur tipis bahkan belahan dada nya bisa terlihat jelas.


"Sorry-sorry kamu ngomong apa?" tanya Arga sedikit salah tingkah dia benar-benar tidak bisa mengendalikan pikiran nya.


"Gak papa kok ini udah hampir selesai, gimana kalo Kakak bantu aku bawa ke kamar kakak," ujar nya dan Arga pun mengangguk.


Arga membawa kardus besar berisi buku-buku koleksi Kania, mungkin Kania sangat suka membaca buku sehingga dia mengoleksi sebanyak itu.


Sedangkan Kania mendorong dua koper meletakan nya di depan kamar nya dia lupa kalo belum mengganti sprei nya.


Kania pun membuka lemari dan mengganti sprei nya dengan yang bersih dan memasukan sprei kotor nya ke dalam keranjang pakaian kotor dia pun langsung membawa nya keluar.


Kania membawa barang-barang nya kekamar Arga, baru kali ini dia masuk ke dalam kamar suaminnya tidak banyak barang di sana hanya ada tempat tidur dan satu sofa panjang ada juga televisi tidak seperti di kamar nya.


"Aku simpan ini dimana Kak?" tanya Kania meletakan koper nya di dekat tempat tidur.

__ADS_1


Arga pun menunjukan salah satu lemari baju nya yang kosong Kania pun lantas menata baju-baju nya di sana sedangkan Arga memutuskan untuk mandi duluan.


Kania pun menata buku-buku di rak, ternyata di sana juga ada rak buku namun tidak banyak buku di sana hanya ada beberapa saja karna Arga mempunyai ruang kerja sendiri di samping kamar nya.


"Akhirnya selesai juga," gumannya menyandarkan tubuh nya di atas sofa.


Sedangkan Arga sudah rapi dia sudah mandi dan ganti baju kantor.


Kania melirik jam dinding ternyata sudah jam 7 pagi, dia pun langsung masuk kekamar mandi.


Arga hanya geleng-geleng kepala melihat nya, saat mengambil sisir di meja rias dia tak sengaja melihat ponsel Kania bergetar Kania mungkin lupa tadi tak mengeluarkan chat nya karna layar langsung menampilkan riwayat pesan.


"Ckk pagi-pagi gini dia chatan dengan siapa?" gumannya.


"Arsen ternyata dia lagi yang mengirim chat kepada Kania," lanjut nya.


Arga memang sudah menghapus chat yang Arsen dan Andres kirimkan dia tidak mau Kania tahu kalo dia membuka ponsel nya.


Arga pun membaca chat baru dari Arsen yang di kirim nya tadi pagi.


[Arsen: Pagi manis, jangan lupa loe ada janji sama gue hari ini jangan sampai tertunda lagi kaya kemarin]


[Kania: Sorry kemarin tuh darurat lagian loe nya juga kan gak ada, aneh banget sih loe]


[Arsen: Oke tapi kali ini harus jadi loe udah janji ya gue gak terima alasan apapun]


[Kania: Hmm]


[Arsen: Yang benar aja doang jawab nya kok cuma hmm doang]


[Kania: Iya iya puas loe]


[Arsen: Nah gitu dong, jangan sampai telat]


[Arsen: Gue tunggu di tempat biasa]


Begitulah pesan yang Arsen kirim kan pada Kania.


Arga pun mengepalkan tangan nya dia benar-benar kesal siapa Arsen itu.


"Gue harus cari tahu siapa dia, berani nya deketin istri gue," guman nya.


Nah loh loh kenapa dengan Arga???

__ADS_1


__ADS_2