
Meski pun Marvin melarang nya pergi Nabila pergi tanpa sepengatahuan Marvin, Ia sudah bertekad akan mandiri dan tak ingin lagi menyusahkan sahabatnya itu.
Dia membawa tas nya meninggalkan apartemant pemuda itu, Ia hanya menyimpan nya di kosan baru nya setelah itu Ia segera masuk kerja.
Ini hari pertama Ia masuk, jujur saja sangat antusias ya walau pun cuma jadi karyawan biasa.
"Hay kamu anak baru ya di sini?" tanya seorang wanita cantik berpenampilan rapi namun sedikit ****.
Wanita itu memberikan beberapa berkas yang harus Nabila pelajari, wanita yang bernama Anita itu adalah seorang HRD di sana.
"Ah iya kak mohon bimbingannya," ucap Nabila.
Hari pertama bekerja lumayan melelahkan Ia mengerjakan tugas nya dengan baik meski sedikit kesulitan Ia pun akhirnya bisa menyelesaikan tugas di hari pertama nya bekerja.
"Ternyata begini ya kerja kantoran,pantas saja Marvin sering mengeluh sakit kepala dan ingin di pijat mungkin karna pekerjaan yang begitu banyak," gumannya.
Nabila berhabung bersama teman satu devisi nya ikut makan siang bersama di kantin.
"Gimana kerja bersama kami?" tanya salah satu dari mereka yang bernama Sani.
"Lumayan menyenangkan makasih ya kakak kakak udah bantu saya," ucap Nabila.
Teman teman Nabila yang satu devisi dengan nya semua nya sudah menikah dan mereka nampak baik pada nya.
Mereka yang berjumlah 4 orang terdiri dari, Dewi, Dina,Sani dan Dinda mereka nampak ramah dan mau membantu nya saat Ia kesulitan, semoga saja Nabila bisa bekerja dengan baik di sana.
"Santai saja Bil kami orang nya tidak ribet kok, asalkan kamu bisa diatur dan tidak membuat masalah kami akan selalu bantu kamu," ucap Dina.
__ADS_1
"Oya kamu tinggal dimana?" tanya Dewi.
"Di belakang kantor ini aku menyewa sebuah kos kosan aku bisa jalan kaki setiap hari tidak harus terkena macet," ucap Nabila dan mereka pun mengangguk.
Setelah makan siang mereka kembali bekerja ke tempat masing masing, namun Nabila berpasaran dengan atasan mereka.
"Siang Pak," ucap yang lain membuat Nabila gugup ternyata pria itu adalah atasan nya.
"Siang," ucap Arsen ramah apalagi melihat Nabila ada di sana bersama mereka, ingin rasanya Arsen memeluk gadis lucu yang sudah memporak porandakan hatinya.
Ia sangat menyukai Nabila sejak pertama kali bertemu, namun Nabila masih saja cuek padanya.
Nabila nampak menunduk Ia tidak mau Arsen mengenali nya, sedangkan Arsen tersenyum senang ternyat Ia satu kantor dengan gadis itu.
"Yang tadi siapa?" tanya Nabila ingin tahu takut nya Ia malah di pecat lagi karna sudah membuat pria itu kesal kemarin.
'Tuh kan pirasat gua bener kalo dia bukan orang sembarangan tapi gimana kalo gua di pecat mana baru satu hari lagi di sini,' batinnya.
"Kok malah bengong kenapa?" tanya Dewi bingung melihat Nabila hanya diam saja.
"Ahh enggak kok aku cuma mikirin kerjaan aja," ucap Nabila berbohong dan mereka pun percaya begitu saja.
Di tempat lain Marvin nampak kacau karna Nabila benar benar pergi meninggalka apartemant nya, pagi tadi Ia berniat mengunjungi Nabila di sana namun gadis itu sudah tidak ada bahkan semua pakaian nya pun sudah tidak ada yang tersisa.
Marvin seharus nya senang karna apartemant nya kembali namun Ia merasa sangat kesepian karna sudah terbiasa dengan keberadaan gadis itu.
"Kamu kenapa? Papa lihat kamu banyak melamun dari tadi?" tanya Papa Bagas.
__ADS_1
Siang ini mereka makan siang bersama karna Marvin baru saja rapat bersama klien di sebuah cafe.
"Aku cuma mikirin kerjaan aja kok Pah, maklum aku kan masih baru dan aku takut proyek ini gagal di tanganku," ucap Marvin berkata jujur namun jujur saja ada hal lain juga yang menambah pikiran nya yaitu sahabat nya.
"Papa yakin kamu bisa, kamu punya kemampuan Vin dan Papa pengen lihat kemampuan kamu sampai dimana," ucap Papa Bagas menepuk nepuk pundak Marvin.
Sedangkan Kania masih sibuk les ibu hamil Ia tidak menyangka kalo sahabatnya pun ikut les di sana.
Vany diantar oleh ibu nya kesana, ternyata orang tua Vany sudah tahu kalo anak kedua nya itu sudah menikah diam diam ddngan Bara asisten pribadi nya Arga.
"Kania apa kabar?" tanya Ibu nya Vany memeluk tubuh Kania.
"Kabar baik tan bagaimana dengan kalian?" tanya Kania bergantian memeluk sahabatnya.
"Kami juga baik, tante tidak menyangka kalo kalian bisa hamil barengan seperti ini," ucap ibu nya Vany tersenyum bahagia.
Ia merasa sangat bersyukur tidak mempunyai suami pun karna ada anak dan calon cucu nya.
Semenjak ada wanita yang datang ke rumah nya mengaku hamil anak nya Farhan, wanita paruh baya itu tidak mengampuni sebuah penghianatan Ia pun langsung mengusir suami nya dari rumah dan juga dari perusahaan dan kini Fadly lah yang menjadi pemimpin di perusahaan.
Sekarang dirinya dan Farhan sedang menunggu perceraian saja ,wanita itu benar benar muak melihat tampang Farhan yang terus terusan meminta maaf padanya.
"Kamu sama siapa nak? apa bersama suami mu?" tanya wanita itu.
"Oh tentu saja tidak, tante tahu kan ssuami saya sibuk," jelas Kania.
Kania datang bersama supir setelah itu Ia mampir ke perusahaan.
__ADS_1