
Bagas membawa Ayana pindah ke rumah besar mereka akan tinggal di sana bersama Oma Maria dan juga Marvin.
Marvin nampak senang melihat Papa nya bahagia dan dia sangat bersyukur bisa berada di tengah-tengah mereka.
Sedangkan di tempat lain yakni di rumasakit jiwa seorang laki-laki paruh baya mengepalkan tangan nya dia tidak menyangka kalo adik nya semakin lama di sana bukan nya sembuh tapi malah semakin parah.
"Andai saja kamu tidak menikah dengan pria berengsek itu pasti kamu tidak akan seperti ini," gumannya melihat Sonia dari jauh sedang berbicara sendiri sambil sesekali tertawa.
"Pah ayo pulang nanti kita ke sini lagi," ucap istrinya mengusap tangan suami nya itu.
Farhan pun menghela nafas dia harus mencari cara agar bisa membalas dendam kepada Bagas, atas apa yang dia lakukan sehingga adik nya menderita begini.
Mereka pun pergi meninggalkan rumasakit jiwa dan segera pulang ke rumah karna waktu sudah menjelang senja.
"Loh Mama sama Papa tumben pulang nya sore?" tanya Vani melihat kedua orang tua nya turun dari mobil sedangkan dia juga baru pulang dari kantor.
"Iya kamu ada urusan dulu tadi," jawab Mama Niken dan Vani pun menganggukan kepala nya.
Minggu ini akan ada pesta di keluarga Farhan sebastian yakni pertunangan Fadli dengan seorang anak dari pengusaha ternama.
Kania dan Arga baru saja pulang dari acara nikahan nya Andres dan juga Dita,mereka nampak bahagia melihat ny terutama Arga.
Kania sendiri terkekeh mengingat wajah Arsen yang menatap nya tajam, ya bagaimana tidak ternyata Arsen adalah adik nya Dita dan dulu mereka adalah teman bermain saat kecil.
Arsen menunjukan kalung yang sama kepada Kania begitu pun dengan Kania, Arga pun awal nya salah paham namun Kania menjelaskan semua nya.
"Ini tuh kalung nya Kak Dita bukan nya aku yang samaan sama Arsen, punya kak Dita yang di kasih sama aku jadi jangan salah paham oke," ucap Kania.
Dan Arga pun tersenyum senang akhirnya dia bisa tahu siapa orang spesial yang memberikan kalung itu, Arga sempat mengira kalo Arsen yang memberikan nya dan dia juga mengira Arsen ada hati kepada istri nya.
__ADS_1
"Gue mana suka gadis bar-bar kaya dia, kita cuma temen gak lebih," ucap Arsen yang tahu kalo Arga cemburu kepada nya.
Itulah yang Arsen katakan tadi siang di acara nikahan nya Andres dan Dita, aneh emang namun Arga percaya kalo kania wanita yang setia buktinya dia banyak teman laki-laki tapi cuma punya mantan satu.
Arga pun menatap istri nya yang berbaring samping nya Kania nampak senyum-senyum sendiri mengingat tadi siang.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Arga memiringkan wajah nya menatap Kania dari samping.
"Gak papa kok cuma inget yang tadi aja rasanya pengen ketawa terus liat kamu sama Arsen," jawab nya masih tersenyum.
Arga pun ikut tersenyum mendengar nya dia juga merasa malu karna sudah berkata kasar kepada Arsen namun di balas tawa oleh Arsen.
Ya Arga memang mengancam Arsen kalo dia masih mendekati Kania dia akan berurusan dengan nya.
Bukannya marah Arsen malah terbahak dia memang baru tahu kalo Kania sudah menikah namun dia tidak menyangka kalo suami Kania itu sangat bucin sekali.
"Udah gak usah ketawa aku tahu seharusnya aku tanya dulu sama kamu siapa Arsen itu bukannya malah langsung menyimpulkan saja," ujar nya dan kania pun mengangukan kepalanya.
Dan hari ini Kania menerima undangan pertunangan Fadli dengan wanita yang sangat di kenal nya, dia menatap undangan itu sambil tersenyum.
"Akhirnya hari ini tiba, aku gak nyangka Om Farhan benar-benar jodohin kamu sama Clarisa," batinnya sambil menatap ke arah kaca rias.
Clarisa adalah anak seorang pengusaha terkenal dan dia juga seorang model jadi pasti Kania tahu karna sering masuk tv dan juga majalah.
Arga yang melihat istri nya bengong pun akhirnya berdiri di belakang nya dan memutar kursi agar Kania menghadap nya.
"Kamu kenapa?"
Kania pun menggelengkan kepala nya dia bingung dengan hatinya walau bagai mana pun Fadli adalah cinta pertama nya, setelah pulang dari rumah bu Aisyah Kania nampak banyak diam entah apa yang ada di pikiran nya.
__ADS_1
"Apa?" Kania malah balik tanya membuat Arga gemas lalu mencubit hidung nya.
"Aww sakit ihh," ucap nya mengerucutkan bibir nya.
"Kamu kenapa kok aku perhatiin dari tadi malah bengong?" tanya Arga penasaran baru kali ini dia melihat Kania nampak bengong.
"Gak papa kok," jawab nya.
Arga pun melirik kertas undangan yang ada di meja rias istrinya itu, dia mengambil nya ternyata dia juga sama mendapatkan undangan tersebut.
"Kamu kenal dekat sama Fadli?" tanya Arga dan Kania pun menganggukan kepala nya.
Pantas saja Kania dapat undangan nya, karna hanya orang -orang yang dekat saja yang di undang dalam acara tersebut.
"Kak Fadli adalah kakak nya sahabat aku, jadi wajar lah kalo kami dulu dekat," jawab nya.
Arga pun mengingat hari dimana Kania ikut liburan dengan keluarga Fadli ternyata mereka memang pernah dekat.
"Apa kalian pernah ada hubungan?" tanya Arga, namun Kania malah diam dia bingung mau jawab apa dan akhirnya menggelengkan kepala nya.
"Aku juga dapet undangan kaya gini, kita bisa berangkat ke sana bersama kan," ujar nya tersenyum sedangkan Kania meresa malas jika harus datang apalagi ada Axsel di sana.
"Kenapa kok muka nya masam gitu apa jangan-jangan kalian pernah punya hubungan dan belum sama-sama move on?" canda Arga namun itu sontak membuat Kania kaget.
"Apaan sih enggak kaya gitu yah, lagian kalo pun kami pernah ada hubungan juga itu udah masalalu gak ada hubungan nya dengan sekarang," kilah nya namun Arga nampak ragu dengan jawaban Kania itu, apa mungkin Arga sedang cemburu kepada Fadli karna sudah pernah dekat dengan Kania.
"Kalo gitu kamu harus nunjukin dong kalo kamu udah move on dari dia dan bisa dapetin aku yang lebih ganteng dari dia," ucal Arga terkekeh dan Kania pun tersenyum tipis.
"Apaan sih narsis banget," ucap nya memang benar sih Kania bisa melupakan Fadli semenjak mereka menikah.
__ADS_1
"Aku tahu loh kamu sering merhatiin aku lama-lama kalo aku lagi tidur, berarti aku ganteng kan," ucap nya sambil menaik turunkan alis nya.
Sedangkan Kania sudah memerah wajah nya karna ketahuan oleh Arga kalo dia menganggumi suami nya itu.