
"Kenapa kamu menyuruh Kania memanggil Aisyah bukankah kita mau bertemu dengan Ayana dimana dia?" bisik Oma.
Oma sangat penasaran sekali dengan wanita itu apakah dia mau memaafkan nya atau tidak.
Semoga saja Ayana bisa memaafkan segala perlakuan nya sehingga dia bisa hidup tenang tanpa bayang-bayang nya.
Kania pun datang bersama Aisyah yang seperti biasa dia memakai cadar sehingga Oma Maria tidak curiga.
Mereka pun duduk bersama."Apa kabar Nyonya besar, ada angin apa sehingga anda bisa datang ke gubuk saya ini?" tanya Aisyah.
Mereka pun tak percaya Aisyah akan bertanya seperti itu, dengan nada yang sinin seoalah dia sedang kesal dengan Oma Maria.
"Kau ini bukannya senang dengan kedatangan ku kau malah bertanya seperti itu," ucap nya sedikit kesal namun Oma sudah tahu kalo itu hanya candaan saja.
"Kau dari dulu tidak berubah selalu saja menyebalkan tapi aku sangat suka dengan mu Aisyah, kamu wanita kedua yang berani kepadaku," lanjut nya terkekeh.
Bagas pun mengisyaratkan Aisyah agar membuka cadar nya sehingga Oma bisa tahu siapa Aisyah sebenar nya.
"Mungkin kalo Nyonya tahu siapa saya Nyonya tidak akan pernah suka dengan saya."
"Maksudnya?"
Aisyah pun membuka cadar nya dan terlihat lah wajah cantik putih itu di hadapan mereka, sehingga Oma Maria melebarkan matanya sambil memegang dada nya yang terasa sakit.
"Ay-yana ka-mu," ucap nya terbata sedangkan Ayana hanya tersenyum.
"Iya ini aku kenapa Nyonya kaget seperti itu?" tanya Ayana dia senang akhirnya Oma Maria tahu kalo yang selama ini mengasuh Kania adalah dirinya.
Tanpa di sangka Oma Maria berdiri dari duduk nya dan bersimpuh di kaki Ayana membuat semua orang kaget.
Bahkan Kania pun ikut merangkul Oma nya agar tidak seperti itu.
"Ayana maafkan saya nak, saya benar -benar menyesal maafkan saya Ayana," ucap nya terisak.
"Nyonya bangun jangan seperti ini. Mas ayo bantu bangunkan," ucap nya meminta tolong kepada Bagas namun Bagas hanya diam.
"Iya Oma ayo bangun kita bisa bicara sambil duduk, Kania memang tidak mengerti dengan apa yang Oma katakan tapi ayo berdiri ibu tidak akan suka kalo Oma begini," ucap nya namun Om tetap tidak mau berdiri.
__ADS_1
"Nyonya saya sudah memaafkan nyonya dari dulu dan ayo berdirilah saya hanya manusia biasa tidak sepantas nya Nyonya begini terhadap saya," bujuk nya lalu merangkul bahu nya dan memeluk nya.
Oma Maria pun menangis dalam pelukan Ayana wanita yang sudah dia sakiti puluhan tahun lalu.
"Sudah ya jangan menangis ayo duduk lagi."
Oma Maria pun duduk di sebelah Ayana dia sangat senang Ayana bisa memaafkan nya.
"Ayana terimalasih sudah memaafkan saya, jujur setelah tahu kalo laki-laki itu bukan pacar kamu saya benar-benar menyesal," ucap nya.
Ayna pun mengerutkan kening nya dan menatap Bagas seolah bertanya siapa sambil mengangkat sebelah alis nya.
"Viktor," jawab Bagas.
Ayana pun teringat sehari setelah Viktor pamit Oma Maria datang ke rumah dan menyuruh nya pergi jauh dari kehidupan Bagas,namun takdir malah mempertemukan nya dengan Bisma dan Anita.
"Sudahlah semua telah berlalu aku juga sudah lupa apalagi aku tahu Nyonya orang yang baik, buktinya dia memperlakukan ku baik selama ini ya walau pun sebagai Aisyah bukan Ayana," jawab nya tersenyum.
Ayana pun menggenggam tangan wanita tua itu, dia tahu seberapa sayang nya Oma Maria kepada Bagas sehingga dia tidak mau melihat anak nya terluka namun apa yang dia lakukan malah membuah Bagas hancur.
"Dia ada di sini bersama kita," jawab nya.
Oma pun melirik kiri kanan tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka, lalu dimana anak itu tidak mungkin Arga kan karna umur Arga berbeda jauh.
"Kania dia anak kami," ucap Bagas membuat Oma semakin syok.
"Jangan bercanda Bagas, kamu mengaku-ngaku Kania sebagai anak mu." ucap nya sambil menggelengkan kepala nya.
"Oma Kania memang anak ibu sama Papa, dan kania juga baru tahu beberapa hari yang lalu," ucap Kania mengusap pundak Oma nya pelan menengkan nya.
Oma memang duduk di tengah diantara Kania dan Ayana."Bagaimana cerita nya kalo Kania bisa menjadi anak kalian?"
"Cerita nya panjang Nyonya," ucap Ayana.
Dia pun menceritakan dari awal hingga bisa melahirkan Kania, mereka pun menyimak.
~Flasback~
__ADS_1
Malam itu Ayana tidak tahu harus kemana setelah di usir oleh Nyonya Maria, sedangkan dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi mau ke panti pun tempat nya jauh harus dua kali naik bis.
Ayana pun berjalan dalam gelap dan juga hujan yang tiba-tiba deras menguyur tubuh nya.
Tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menabrak nya Ayan sendiri sudah pasrah jika dia harus mati tertabrak malam itu.
"Astaga Ayana apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Anita ternyata yang hampir menabrak nya itu adalah Bisma suami Anita.
Ayana pun malah tidak sadarkan diri karna terlalu syok, dia langsung di bawa kerumasakit.
Dan di sana lah mereka tahu kalo Ayana hamil, mereka pun bertanya apa yang terjadi dan Ayana pun menceritakan semua nya kalo Nyonya Maria datang kerumah dan mengusir nya.
"Astaga kenapa Mama sekejam itu padamu Ay, lalu bagaimana dengan Bagas apa dia tidak menghubungi mu?" tanya Bisma kesal sekali dengan adik nya itu.
Bagas memang sedang keluar kota jadi dia tidak tahu apa-apa apalagi jaringan di tempat Bagas sangat susah.
"Aku gak mau Mas Bagas tahu dan menyalahkan Nyonya besar, tolong jangan bicara apa-apa kepada nya bilang saja kalian tidak tahu apa-apa, aku sudah menulis surat untuk nya semoga saja dia tidak curiga," ujar nya.
"Tapi Ayana dia suami mu apalagi kamu sedang hamil begini," ucap Anita kesal kenapa Ayana sangat keras kepala sekali apa dia tidak kasihan kepada calon anak nya.
Mereka pun menuruti kemauan Ayana dan Ayana pun ikut pulang bersama mereka dia menginap di rumah mereka satu malam karna Ayana tidak mau nanti nya Anita tidak nyaman ada dia di rumah itu.
Keesokan harinya Ayana pun pamit pergi dia izin akan mencari kontrakan yang masih di kota yang sama, Anita pun terpaksa mengizinkan nya.
Ayana mengontrak sebuah rumah di salah satu perumahan padat penduduk di pinggiran kota namun tempat nya nyaman dan dia pun memulai usaha nya menjuah ayam geprek dan itu lumayan laku karna di sana tidak da yang jualan yang seperti itu.
Hingga tak terasa usia kandungan nya pun 9 bulan, dia menjalani hari-hari nya sendiri dan saat akan melahirkan pun dia naik bis sendiri ke rumasakit.
Dan ternyata saat Ayana pergi Anita pun hamil mereka pun bertemu saat akan melahirkan, Ayana melahirkan 3 jam lebih dulu dia yang tidak punya siapa-siapa pun di bantu Bisma mengadzani nya karna bagaimana pun Bisma adalah paman bayi itu.
Sedangkan saat Bayi Anita lahir bayi itu sudah meninggal dunia, Anita nampak syok dia histeris ingin bunuh diri sehingga Ayana pun tidak tega dia memberikan bayi nya dengan syarat dia yang akan menyusui dan mengasuh nya.
Bagas dan Anita dengan senang hati menerima nya dan sejak saat itu lah Ayana tinggal di rumah Anita dengan mengganti nama nya dan juga penampilan nya.
Saat acara syukuran Bayi mereka Bagas ternyata datang bersama seorang wanita yang Ayana yakini itu adalah calon istri nya yang Nyonya Maria katakan waktu itu.
Hati Ayana sangat sakit sekali melihat nya namun dia sudah berjanji pada diri nya sendiri kalo di harus bisa melupakan suami nya itu.
__ADS_1