Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 48


__ADS_3

Hari itu pun tiba Kania sudah bersiap dia sangat cantik sekali malam ini memakai dres yang mertua nya belikan beberapa hari yang lalu, Mama Maya memang sangat menyayangi nya sehingga dia selalu saja di belikan barang-barang mewah meskipun Kania sendiri sungkan menerima nya.


"Kamu cantik banget, emang mama tuh pinter banget milihin baju buat kamu," puji nya membuat Kania merona.


"Udah ah ayo berangkat udah mau telat," ajak nya tak menanggapi perkataan suami nya itu.


"Kalo orang lain tuh berterimakasih kalo di puji, eh kamu malah gak suka gitu."


"Gak gitu maksud aku."


"Terus apa?"


"Udah ah jangan bahas, kalo kita berdebat terus aku yakin kita bakalan telat beneran."


Mereka pun akhirnya berangkat mengendarai mobil nya, hanya beberapa menit saja akhirnya mereka sampai di depan gedung tempat acara di selenggarakan.


Setelah memarkirkan mobil nya mereka pun langsung memberikan surat undangan itu dan masuk ke dalam ruang Vip.


Suasana di dalam ruangan itu nampak meriah sudah banyak tamu undangan yang hadir yang jelas mereka adalah pengusaha dan banyak juga para artis ibukota yang mengisi acara tersebut.


Kania duduk di sebelah suami nya, tak lama kemudian acara pun di mulai suara tepuk tangan mulai terdengar meriah.


Apalagi saat Mc memanggil kedua pasangan itu, Arga menggengam tangan kania erat seolah dia tahu kalo Kania sedang tidak baik-baik saja sedangkan Kania nampak biasa saja.


Dia tersenyum lebar saat melihat Vani melambaikan tangan padanya.


"Gue kira lu gak datang," ucap nya memeluk sahabat nya itu sedangkan Kania hanya tersenyum.


"Ehh Kak Arga di sini juga? apa jangan-jangan calon loe lagi?" tanya Vani menyalidik sedangkan Kania nampak gelagapan.


"Itu-

__ADS_1


Belum sempat Kania menjawab tiba-tiba ada yang memeluk Arga dari belakang dan itu sukses membuat Arga kaget begitu juga dengan Kania.


"Sayang kamu di sini juga?" tanya wanita itu manja.


Sedangkan Vani nampak menatap wanita itu tidak suka, malu-maluin aja pikir nya begitu juga dengan Kania.


Mereka nampak saling melirik lantas Vani pun menarik tangan Kania agar mengikuti nya."Ayo ikut gua aja dari pada liat orang lain mesra-mesraan," ajak Vani.


"Maksud nya apa? dan kenapa kamu bisa kenal sama kak Arga?" tanya Kania bingung.


"Astaga Kania lu itu jangan bodoh-bodoh amat deh, gue kan udah pernah cerita kalo Kak Arga sama kakak gue dulu sahabatan maka nya gue bisa kenal sama dia dan lu harus tahu kalo cewek yang barusan itu cewek nya dia," jawab nya membuat Kania menunduk


'Gue juga udah tahu Van," batinnya.


Namun Kania pura-pura kaget agar Kania tidak curiga."Apa? serius lu?" tanya Kania.


"Biasa aja tuh mata, kalo loncat gimana," ucap nya terkekeh sedangakan Kania nampak mengerucutkan bibir nya kesal.


Kania hanya bisa diam dia tidak mau Vani tahu kalo dia sudah menikah dengan Arga, entah mengapa dia merasa belum siap saja menjawab beberapa pertanyaan yang nanti nya Vani lontarkan.


Sedangkan Arga sendiri nampak risih dengan Sita namun dia tidak mau membuat keributan di acara tersebut jadi dia hanya diam saja.


Dia terus melirik Kania yang tak jauh dari sana,Kania nampak asyik berbincang bersama Vani namun beberapa saat kemudian Arga nampak kesal karna Axsel ikut bergabung di sana.


"Hai Nia kamu sama siapa? boleh gabung" tanya Axsel.


"Aku emm sendiri iya sendiri, silahkan kalo mau gabung," jawab nya sambil melirik Arga yang masih anteng bersama pacara nya jujur Kania benar-benar kesal melihat Arga nampak diam saja di perlakukan seperti itu.


'Apa gue mulai cemburu ya," batinnya.


Mood nya pun mulai memburuk untung saja Axsel ada di sana menemani nya yang sedikit galau.

__ADS_1


Axsel pun tersenyum."Makasih cantik," ucap nya.


Axsel pun sengaja duduk di sebelah Kania sehingga Kania berada di tengah mereka.


Jujur saja Kania merasa canggung berada terlalu dekat dengan Axsel apalagi Arga sedari tadi menatap nya tajam, namun Kania malah sengaja memperlihat kan senyum manis nya kepada Axsel untuk memberi pelajaran kepada suami nya itu.


Sesekali mereka tertawa entah apa yang mereka bicarakan yang jelas itu membuat Arga semakin kesal, sedangkan Sita nampak menyunggingkan senyum saat melihat pelayan meletakan gelas minuman di depan nya.


"Sebaik nya kita minum dulu yah," ujar nya memberikan minuman itu kepada Arga.


Arga yang sedang kesal pun lantas langsung meneguk nya hingga tandas, dan itu membuat Sita tersenyum puas.


Beberapa saat kemudian Arga pun nampak merasakan ada yang aneh dalam diri nya, sehingga dia pun izin ke toilet sebentar sedangkan Kania yang melihat Arga pergi pun lalu mengikuti nya takut kalo dia di tinggal pulang.


Arga nampak masuk ke dalam toilet dan Kania bisa bernafas lega dia pun berniat kembali ke dalam namun suara Arga menghentikan langkah nya.


"Kania tunggu," teriak nya dengan suara serak.


Kania pun menoleh ternyata Arga sudah berjalan mendekatinya, Kania bisa melihat wajah Arga memerah dia pun panik dan langsung meletakan tangan nya di kening suaminya itu.


"Kamu gak papa Mas?" tanya Kania.


"Aku sedikit gak enak badan, gimana kalo kita pulang duluan kamu bisa nyetirkan?" tanya Arga dan Kania pun mengnggukan kepala nya.


Mereka pun segera berjalan ke tempat parkir dan Kania segera melajukan mobil nya meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan Sita nampak kesal menunggu Arga yang tidak balik-balik dari toilet, sudah tiga puluh menit masih gak datang juga.


"Sialan apa jangan-jangan Arga pulang?" gumannya dia pun lantas mencari keberadaaan Kania namun sama wanita itu tidak ada ." Benar-benar wanita licik kamu Kania," batinnya karna rencana nya gagal dia sudah menyuruh orang memasukn obat kedalam minuman Arga.


Sedangkan Arga dan Kania baru saja sampai di rumah, dia langsung berlari ke arah kamar mandi namun sebelum itu dia mengambil es batu di dalam kulkas.

__ADS_1


Ini benar-benar menyiksa nya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berendam dengan air dingin sedangkan Kania nampak bingung ada apa dengan suami nya itu apa mungkin Arga mabuk.


__ADS_2