
Malam harinya mereka makan malam di rumah Mama Maya, Ayah Arga juga ikut senang melihat anak dan menantunya nampak kembali membaik.
Memang Mama Maya sudah merencanakan semua bahkan dia harus merenovasi rumah nya demi bisa melihat keseheharian mereka.
Mama Maya sudah tahu kalo Arga masih berhubungan dengan Sita, sehingga Mama Maya ingin membuat Arga semakin dekat dengan Kania.
"Apa kalian akan menginap di sini?" tanya Pak Joko kini mereka sedang duduk bersantai di ruang keluarga.
Mereka saling berpandangan seolah meminta jawaban masing-masing,Kania pun terlihat menggelengkan kepala nya samar.
Sedangkan Arga sepertinya akan mencari cara agar bisa menginap di sana.
"Kalian menginap saja ya, besok kan hari libur," ucap Mama Maya memelas.
Kania nampak kasihan melihat nya namun dia benar-benar malas menginap di sana.
Dia sudah ingin bebas dari Arga karna selama Mama Maya di rumah Kania harus tidur dengan kasur yang sama dengan suami nya itu dan itu membuat jantung nya tidak aman.
"Ayolah Nia kamu sudah janji kan sama Mama mau kalo di ajak menginap di sini," bujuk nya.
Kania pun hanya menatap suami nya seolah meminta bantuan agar suami nya menolak permintaan itu.
Namun yang terjadi bukan yang seperti yang ada di pikiran nya, Arga malah dengan sengja ingin menginap di sana.
"Baiklah kami akan menginap di sini tapi cuma malam ini saja," ucap Arga membuat
Kania melebarkan mata nya astaga apa katanya tadi.
Bukannya marah di tatap tajam seperti itu namun Arga malah tersenyum manis dan mengerlingkan sebelah matanya.
Sedangkan Kania terus menggerutu dia benar-benar tak habis pikir dengan suami nya itu.
Sedangakan Mama dan Papa mertuanya nampak sangat bahagia.
"O-ya besok tante Ve akan kesini bersama Diora katanya dia mau liburan di sini," ucap Mama Maya.
Sedangkan Kania bingung siapa Ve, siapa Diora karna selama menikah dia tidak pernah bertanya.
"Ngapain sih kesini biasa nya kalo liburan kan keluar negri," ucap Arga tidak telalu antusias menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
"Kania besok kamu bantu Mama bikin cokis ya sebelum pulang," ucap Mama dan Kania hanya mengangguk pasrah toh dia juga tidak akan kemana-mana.
"Ya sudah istirahat sana ini sudah malam, Mama sama Papa juga mau ke kamar," ucap nya mereka pun berjalan meninggalkan Kania san Arga.
"Apa kita akan di sini terus?" tanya Kania sudah merasakan ngantuk.
Sedangkan Arga sendiri masih sibuk dengan ponsel nya entah apa yang dia lakukan.
Kania pun kesal dan menghentakan kaki nya membuat Arga menoleh.
"Ya sudah kita juga seperti nya harus kekamar, ayo,"
Kania pun mengikuti nya di belakang sambil mengingat-ngingat, dia pernah satu kali makan malam di sana namun dia lupa yang mana kamar Arga.
Mereka pun sampai di depan kamar, Arga langsung membuka kamar itu dan duduk di sofa sedangkan tangan nya merogoh lagi ponsel nya.
Kania sendiri masuk kedalam kamar mandi untuk gosok gigi namun saat berkumur tak sengaja menumpahkan air di baju nya.
'Yah gimana dong kalo udah kaya gini," guman nya.
Kania hanya diam saja di kamar mandi selama satu jam, membuat Arga bingung apa yang Kania lakukan disana apa buang air selama itu pikir nya.
ceklek
pintu pun terbuka terlihat Kania menundukan wajah nya.
"Kak boleh aku minta tolong?" tanya Kania.
Arga pun diam dan kemudian mengangguk, kania pun mengutarakan niat nya kalo dia kedinginan.
Arga berlari mencari kemeja dan memberi kan itu kepada Kania.
"Pakai lah," ucap nya.
Setelah memakai baju Arga Kania keluar dari kamar mandi dan segera masuk ke dalam selimut.
Arga pun ikut berbaring terlentang mentap langit-langit kamar nya. sedangkan Kania nampak sudah memejamkan matanya sambil memeluk guling sudah tidak aneh memang.
Keesokan harinya Kania membantu memasak bersama Mama mertuanya, namun tiba-tiba Ve membatalkan kedatangan nya.
__ADS_1
Arga pun mengajak nya pulang, Mama Maya pun tak bisa berbuat Apa-apa selain mengizinkan nya pulang.
.
"Kak aku izin ke rumah Ibu ya," ucap Kania terburu-buru keluar dari kamar sambil membawa tas kecil nya.
Arga yang bingung pun lantas mengejar nya, dan menarik tangan nya agar Kania berhenti.
"Tunggu Nia," ucap nya menbuat Kania berdecak kesal apalagi sih mau nya pria ini.
Kania pun menghela nafas lalu menaikan sebelah alis nya."Apa?"
"Boleh aku ikut kerumah bu Aisyah, selama menikah aku hanya satu kali datang berkunjung," ucapnya membuat Kania terkejut.
"Gak usah ngapain, lagian kita kan bukan suami istri beneran," ucap Kania membuat Arga kesal.
Arga benar-benar tidak tahu kenapa wanita ini selalu saja bersikap begitu, bukannya dia sudah berusaha berbuat baik pada Kania.
"Oke, tapi nanti gimana kalo Bu Aisyah menanyakan ku? itu sih terserah kamu tapi jangan salah kan aku kalo nanti aku bilang sama Ibu kalo kamu yang melarang aku ikut," ucap Arga bersidekap dada dia bersandar di pintu masuk memperhatikan kania yang berdiri dua langkah membelakangi nya.
Kania pun bingung harus bagaimana, setiap kali dia berkunjung ke rumah bu Aisyah pasti dia selalu berbohong jika ibu nya bertanya tentang suami nya.
"Ya sudah Kakak boleh ikut tapi cepetan, aku gak mau yah sampai telat."
Arga pun tersenyum puas melihat Kania mengizinkan nya ikut dia langsung mengunci pintu dan masuk kedalam mobil nya mau tak mau Kania pun duduk di sebelah nya.
Perjalanan pun lumayan lama dan memerlukan waktu sampai tiga puluh menit, selama di perjalanan tak ada yang berbicara mereka terlarut dalam pikiran masing-masing hanya suara musik saja yang terdengar.
Mereka pun sampai di depan rumah Bu Aisyah dan Kania segera berlari keluar dari mobil.
Tidak tahu kenapa Kania kepikiran Bu Aisyah terus dari tadi apalagi dia sudah lama tak berkunjung.
Mobil itu berhenti di depan sebuah ruko karna halaman rumah Bu Aisyah tidak terlalu luas dan Kania pun harus berjalan kaki dulu.
Arga pun menyusul nya dari belakang."Hey tunggu kamu tuh jalan ya benar-benar," ucap nya menarik tangan nya agar berjalan barengan.
"Ckk aku bukan mau nyebrang Kak gak usah pegangan segala," ujar nya namun Arga seolah tak mendengar kan nya.
Saat berada di depan rumah Kania mengeryitkan kening nya melihat pintu rumah terbuka begitu saja.
__ADS_1
Hatinya was-was dan segera masuk ke dalam rumah, Samar- samar dia mendengar keributan di ruang tv ingin dia mendekat namun dia mematung saat nama nya di sebut-sebut.