Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
part 54


__ADS_3

Keluarga Viktor pun ikut makan malam bersama di sana, Marvin yang juga baru pulang pun ikut makan bersama.


Sedangkan Cantika nampak mencuri-curi pandang kepada Marvin sepertinya gadis itu menyukai Marvin.


Tidak ada yang menyadari nya saat Cantika memperhatikan Marvin namun ada sepasang mata nya melihat nya dan tersenyum dia adalah Ibu Ayana dia yakin Cantika menyukai Marvin.


Setelah selesai makan malam Om Viktor dan keluarga nya pun pamit karna sidah jam 9 malam.


Sedangkan Bu Ayana memilih masuk ke dalam kamar nya dia sudah mulai mengantuk sedangkan yang lain masih saja bwrbincang begitu juga dengan Kania.


Marvin dan juga Kania kini sedang duduk di dekat kolam renang sedangkan Arga bersama Bagas duduk tidak jauh dari mereka membahas tentang perusahaan.


"Tumben kamu ada waktu buat cerita, emang kamu mau cerita apa sih?" tanya Kania heran biasanya tidak pernah mau cerita kalo gak di paksa.


"Bagi aku no ponsel nya Caca dong sekalian kasih tahu dimana rumah nya," bujuk nya sedangkan Kania nampak mengerutkan kening nya untuk apa Marvin menanyakan itu.


"Buat apa kamu nanyain itu, apa Caca buat kesalahan sama kamu sehingga kamu nyairiin dia?"


"Dia udah nyuri kak," ucap nya sedikit malu.


Kania pun kaget dia langsung menatap serius Marvian."Hah nyuri apa dia, tapi gak mungkin deh walau pun dia bukan anak orang kaya tapi aku tahu gimana dia bekerja keras cari uang."


"Dia bukan nyuri barang Kak tapi dia nyuri hati aku," jawab nya membuat Kania gemas dan langsung memukul nya dengan bantal.


"Astaga kamu bikin jantungku mau copot kenapa bukannya jawab yang benar malah bikin lulucon kemana-mana," ucap nya sedikit kesal namun hatinya tersenyum ternyata adik nya itu normal.


"Sorry Kak."


Sedari dulu Marvin di kenal tertutup dan jarang bicara, bahkan yang dia dengar Marvin tidak pernah sekali pun punya pacar.


"Eh tapi beneran nih kamu suka sama dia, awas aja kalo kamu cuma mainin dia, Caca udah kaya adik kandung Kakak," ucap nya dia tidak mau kalo Marvin hanya mempermainkan gadis cantik itu.

__ADS_1


"Aku serius, kemarin aku ke toko kue Ibu, tapi dia gak ada padahal aku nunggu lama loh di sana," ujar nya dia memang sengaja datang ke toko kue itu namun yang menjaga nya bukan Caca tapi wanita paruh baya ingin bertanya namun dia malu dan malah duduk di dalam mobil saja memperhatikan dari jauh.


"Kenapa kamu gak telpon Kakak, Caca memang gantian dengan Ibu nya menjaga toko karna dia harus kuliah dan kemarin saat kamu datang dia pasti sedang kuliah," ucapnya.


Marvin tidak menyangka gadis kecil itu sudah kuliah dia malah menyangka gadis itu masih SMA.


"Aku lupa,"jawab nya.


Kania pun menggelengkan kepala nya dia tahu bagaimana Marvin dia selalu saja bertidak sendiri tanpa meminta saran dari yang lain.


"Ya sudah sini ponsel kamu."


"Ngapain pake harus ngasih ponsel aku segala?"


"Astaga Marvin bukan nya tadi kamu yang minta nomer ponsel nya, ya udah sini ponsel nya biar aku masukin nomer nya Caca."


Marvin pun tersenyum dan merogoh saku celana nya dia mengambil ponsel nya dan membarikan nya kepada Kania.


Kania pun menerima nya dan mengetik nomor ponsel nya Caca semoga adik nya serius dengan itu bukan hanya ingin mempermainkan nya saja.


"Makasih banyak ya Kak, semoga aku bisa dekat dengan dia," ucap nya dan Kania pun tersenyum.


Kania yakin Caca adalah gadis yang tepat untuk Marvin mereka memiliki sifat yang yang sama yaitu sama -sama tertutup dan cuek bila bertemu cowok/cewek yang mengganggu mereka.


"Kok gak ada sih?" ucap Marvin mengskrol ke bawah namun tak ada nama Caca di kontak ponsel nya.


Kania pun menepuk kening nya dia lupa memberi tahu Marvin nama asli nya Caca.


"Sorry tadi kakak namain Arsya bukan Caca."


Sekarang giliran Marvin yang memerutkab kening nya dia bingung sebenarnya siapa nama gadis cantik itu sebenar nya.

__ADS_1


Tapi Marvin tidak peduli mau apapun nama nya dia tetap sudah menetapkan hatinya pada gadis itu walau pun pertemuan mereka baru sekali tapi Marvin yakin kalo dia suka pada pandangan pertama.


"Nama nya Arsya Wijaya, dia anak dari bu Yuni dan dia juga punya ayah tiri nama nya Darto," ucap nya dia ingin Marvin tahu siapa gadis yang di sukai nya itu.


"Apa ayah tiri nya baik?" tanya Marvin karna yang dia dengar dari teman-teman nya ada banyak ayah tiri yang gak beneran sayang sama anak tirinya.


"Aku tidak tahu karna Caca anak nya tertutup, tapi dari yang aku dengar sih memang ayah tiri nya itu preman di pasar dan aku juga pernah liat pipi nya biru gitu kaya bekas tamparan tapi saat aku tanya dia bilang cuma jatuh," ucap nya.


Perasaan Marvin semakin bergerak ingin melindungi gadis itu dia tidak mau melepaskan nya walau pun banyak rintangan yang akan datang namun dia yakin akan melindungi gadis itu.


Setelah lama berbincang mereka pun masuk ke kamar masing-masing karna sudah malam.


"Sayang kamu ngomongin apa sih sama Marvin kaya nya serius sekali?" tanya Arga kini mereka sudah berada di atas tempat tidur, Kania menyandarkan kepala nya di dada Arga.


"Bukan apa-apa sih, dia cuma nanyain tentang Caca," jawab nya sambil memejamkan matanya.


"Caca siapa?"


"Itu loh yang kerja di toko kue nya ibu, kaya nya dia suka sama Caca," ujar nya sedangkan Arga nampak diam saat mendengar hal itu.


Membuat Kania mengubah posisi nya di menatap wajah tampan suami nya itu, dia heran kenapa Arga seperti menyimpan sesuatu saat dia mengatakan tentang Marvin itu.


"Kenapa sih Kak kok kaya yang bingung gitu?"


"Aku tadi dengar kalo Papa mau jodohin Marvin sama anak nya Om Viktor," ujar nya.


Dan Kania pun melebarkan matanya, maksud nya dengan Cantika? tidak dia tidak mau Marvin di jodohkan dengan gadis itu dia tidak suka dengan sifat Cantika yang bermuka dua.


Dia harus cari cara agar bisa membuat Marvin dan Caca dekat, jangan sampai Marvin menyesal nantinya.


Tadi saat berbincang di luar Arga mendangar kalo Bagas berencana menjodohkan Marvin dengan Cantika.

__ADS_1


Itu memang baru rencana Bagas saja dan baru bicara kepada Arga saja, dan mertua nya itu meminta pendapat dari nya.


Arga tidak bisa memberi saran apa-apa dia hanya menyerahkan pada Marvin saja mau atau tidak.


__ADS_2