Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 77


__ADS_3

Hari ini mereka mengunjungi orang tua Kania karna sudah hampir satu bulan mereka tidak berkunjung kesana.


"Loh pada kemana kok sepi bi?" tanya Kania saat mereka sampai di sana.


"Lagi ke rumasakit non nyonya besar jatuh dari kursi roda kemarin," ucap Art itu.


Kania pun kaget dan memegangi dada nya. jujur dia merasa bersalah karna tidak ada di sana.


"Sayang tenang lah semua akan baik baik saja, ayo kita susul mereka kesana."


Mereka pun langsung menyusul kerumasakit, Kania hanya tahu kalo Oma Maria sehat itu pun dari telpon karna dia jarang sekali ke sana.


Tidak perlu lama mereka pun sampai di rumasakit mereka langsung bertanya kepada suster.


"Maaf sus mau tanya ruang rawat atas nama Ibu Maria dimana ya?"


"Ibu Maria Levani Bagaskara?" tanya suster itu.


Kania pun menganggukan kepalanya, Ia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Oma nya itu.


"Ada di lantai 3 kelas VIV," ucap suster itu.


"Baik sus terimakasih," ucap mereka.


Kania yang cemas pun berlari membuat Arga sedikit kesal.


"Sayang hey jangan lari," teriak nya namun Kania menghiraukan nya.


Arga pun segera menyusulnya dia menarik tangan Kania setelah masuk ke dalam lift.


"Sayang tenang lah jangan lari lari, ingat kandungan kamu," ucap nya.


Kania pun baru sadar kalo Ia sedang hamil, lalu dia pun menyandarkan kepala nya di dada suaminya.


"Maaf by aku terlalu menghawatirkan Oma," ucapnya.


Arga pun mengelus rambut istrinya itu lalu tersenyum,ternyata Kania sangat menyayangi Oma nya itu hingga melupakan kondisi nya.

__ADS_1


"Aku tahu kamu pasti khawatir namun kamu juga harus ingan kondisi kamu sayang, sekarang tenang ya," ucap nya dan Kania pun menganggukan kepalanya.


Tring


Lift pun berhenti danereka pun sampai di lantai 3,mereka keluar dari dalam lift.


Di tempat itu nampak sepi jadi mereka bisa melihat langsung ibu Ayana dan Papa Bagas juga Marvin.


"Ibu, Papa bagaimana keadaan Oma sekarang?" tanya Kania.


Mereka pun lantas menoleh saat Kania bertanya, mereka sengaja tidak memberi tahu kepada Kania karna kondisi Kania yang belum stabil Ia tidak boleh stres dan banyak pikiran.


"Kalian di sini?" tanya Ibu Ayana melihat anak dan menantunya.


"Kenapa kalian tidak memberi tahu kami kalo Oma masuk rumasakit," ucap Kania dia memeluk ibunya sambil menangis.


Arga pun hanya bisa diam baru kali ini Ia melihat Kania sesedih itu bahkan dia bisa mendengar isak tangis nya, biasanya Kania selalu bisa menahan kesedihan nya mungkin karna hormon kehamilan dia jadi cengeng.


"Tenang lah nak Oma pasti akan baik baik saja," ucap Papa Bagas ikut menenangkan.


Sedangkan Marvin hanya menatap mereka sendu jujur Ia juga sedih melihat Oma seperti ini dan semua itu terjadi karna salah nya.


Entah apa yang Oma Maria tahu tentang keluarga gadis itu yang jelas dia penasaran kenapa sampai Oma Maria kaget mendengar nya.


"Apa Oma mendengar kabar buruk sehingga langsung drop seperti itu?" tanya Arga karna biasanya orang yang mempunyai penyakit jantung itu akan langung drop saat mendengar berita buruk.


"Papa juga tidak tahu karna Marvin yang ada di rumah," ucap Papa Bagas.


Karna memang benar diri nya pun tahu dari istrinya karna dia masih di kantor sore itu, sedangkan Ayana sendiri sedang menyiram bunga saat Marvin berteriak meminta tolong.


Arga menatap Marvin seolah ingin bertanya namun Marvin terus menundukan kepalanya, Arga yakin ada yang Marvin sembunyikan dari mereka.


"Marvin apa Kakak boleh bertanya padamu?" tanya Arga dia tahu Marvin pasti menyembunyikan sesuatu.


"Kakak mau tanya apa?" tanya Marvin masih menunduk Ia tidak berani menatap wajah Arga.


"Sebaiknya kita jangan bicara di sini, ayo ikut Kakak kita cari tempat sambil ngopi," ajak nya dan Marvin pun menganguk Ia langsung bangkit mengikuti Arga.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?" tanya Papa Bagas bingung melihat anak dan menantunya sudah berdiri.


"Cari kopi Pah, Papa mau biar sekalian kita belikan," ucap Arga.


"Oh gak usah kalian saja sana, Papa udah lama gak minum kopi," jawab nya.


"Ya sudah kalo ada apa apa hubungi kami ya," ucap Arga dan Papa Bagas pun menganggukan kepalanya.


Setelah membeli kopi mereka pun duduk di bangku dekat taman, Arga bisa melihat kesedihan dimata Marvin.


"Sebenarnya ada apa Vin gak biasa nya kamu sesedih ini. Ini bukan kali pertama Oma masuk rumasakit tapi kamu seperti nya terpukul sekali," ucap Arga.


"Aku merasa bersalah Kak karna Oma sakit gara gara aku, kalo saja aku tidak cerita pada Oma tentang gadis itu Oma pasti sekarang masih sehat," ucap nya.


"Maksud nya gadis siapa?" tanya Arga bingung karna dia juga tidak tahu siapa yang Marvin maksud.


"Aku berencana melamar Caca, kakak masih ingat kan gadis yang bekerja di toko kue Ibu Ayana," ucap Marvin dan Arga pun mengangguk.


"Namun saat aku cerita Oma nampak kaget Kak seperti nya Oma menyembunyikan sesuatu tentang keluarga nya, aku juga belum pernah membawa Caca kerumah karna gadis itu selalu menolak," ucap Marvin sendu.


Arga juga bingung kenapa Oma Maria kaget mendengar nya padahal kan Oma belum pernah bertemu dengan Caca, apa mungkin Oma tahu sesuatu tentang keluarga Caca.


"Kita akan cari tahu nanti kita tunggu dulu sampai Oma sadar," ucap Arga menenangkan.


"Makasih ya Kak, aku gak tahu harus cerita ke siapa aku takut kalo cerita sama Kak Kania dia pasti akan marah," ucap nya.


"Kenapa harus marah?" tanya Arga semakin bingung.


"Kak Kania udah ingetin aku kalo aku gak boleh deketin Caca," ucap nya.


Arga pun semakin penasaran sepertinya Kania juga tahu sesuatu tentang keluarga nya Caca sehingga dia melarang Marvin berhubungan dengan gadis itu.


Dulu Kania mendukung Marvin dengan Caca bahkan saat ada Cantika pun Kania tetap memilih Caca, sebenarnya apa yang terjadi.


"Tenang saja kita cari solusi nya ya, Kakak akan bantu kamu kok jangan khawatir," ucap nya terus menengkan Marvin.


Marvin pun sedikit bernafas lega setelah berbincang dengan Arga, semoga masalah nya cepat selesai.

__ADS_1


Arga tahu kalo Marvin masih labil dan pemikiran nya pun masih belum dewasa, jadi Arga akan berusaha membantu nya jika benar Marvin mencintai gadis itu.


Lalu bagaimana tentang perjodohan nya dengan Cantika bukannya Ibu Ayana sangat berharap Marvin bisa menikah dengan keponakan nya.


__ADS_2