Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 92


__ADS_3

Kania sampai di rumah sore hari Ia pun langsung membersihkan diri setelah itu menyiapkan apa saja yang akan di bawa nya ke rumah mertuanya.


Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah, pasti suami nya sudah pulang karna Ia bisa melihat sudah pukul O6.10 tadi pagi Arga memang bilang Ia akan pulang telat karna ada metting sampai sore.


Kania pun berjalan ke depan menyambut suami nya sambil tersenyum.


"Akhirnya kamu pulang juga by," ucap Kania.


Ia mencium tangan suaminnya namun Arga hanya diam saja tidak seperti biasanya akan mencium kening Kania dan juga beby dalam perut nya namun kali ini Arga langsung masuk ke dalam kamar.


"Kenapa By apa ada masalah di kantor?" tanya Kania bingung melihat perubahan sikap Arga padanya.


"Tidak ada," jawab nya ketus sambil membuka dasi nya dan melemparkan ke keranjang cucian.


"Tapi By aku lihat kamu berbeda?" tanya Kania benar benar tidak mengerti Ia seperti melihat Arga yang dulu saat awal mereka menikah.


"Berbeda seperti apa? aku biasa saja oya kamu dari mana tadi?" tanya Arga.


Kania pun mengerutkan kening nya, bukannya Ia sudah izin tadi pada suami nya itu kalo Ia mau belanja kebutuhan dapur.


"Ya belanja, kan aku udah izin sama kamu tadi pagi apa kamu lupa?" tanya Kania bingung dengan suami nya itu.


"Yakin cuma belanja hmm?" tanya Arga menatap nya tajam membuat Kania tidak nyaman.


"I..iya," jawab nya jujur.


"lalu ini apa hmm? atau sengaja ketemuan di sana iya," teriak nya membuat Kania kaget karna Arga membentak nya sambil melembar sebuah poto dirinya bersama Axsel tadi.


"By aku bisa jelaskan ini gak seperti yang kamu bayangkan, aku sama dia cuma kebetulan ketemu," jelas Kania memang itu yang sebenar nya terjadi.


'Pasti wanita ular itu yang mengirimkan poto ini pada Kak Arga,' batinnya.


"Lalu apa hmm kamu gak punya alasan lagi apa selain kebetulan yang di sengaja," teriak nya membuat Kania sakit hati karna di bentak, mungkin karna hormon kehamilan nya Ia jadi lebih sensitif.


"By kamu gak percaya sama aku?" tanya Kania lirih Ia tidak mau bertengkar seperti ini.


"Tentu saja tidak atau mungkin kalian sengaja janjian ketemu di saat aku tidak ada, jangan jangan kalian sering bertemu selama ini," ucap Arga masih dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


"By kamu nuduh aku selingkuh dengan dia?" tanya Kania tidak percaya.


"Kalo iya kenapa sah sah saja bukan, aku suami kamu Kania kenapa kamu malah jalan dengan pria lain, atau jangan jangan anak ini juga anak nya dia iya," teriknya membuat Kania menggelengkan kepalanya Ia tidak percaya kalo suami nya akan berkata seperti itu.


"Kamu nuduh aku by, jangan kan sekarang orang orang sudah tahu tentang pernikahan kita dari dulu saja aku sangat menghargai pernikahan kita by meski kamu tidak mengakuinya, aku selalu menjaga jarak dengan teman teman pria ku agar bisa menghargai kamu sebagai suami ku apalagi sekarang.Tapi kalo kamu gak percaya sama aku, aku juga gak akan percaya sama kamu," ucap Kania sambil terisak.


"Terserah aku tidak peduli sebaik nya kamu keluar aku tidak mau melihat wajahmu," ucap Arga membuat dada Kania sesak.


"By apa maksud kamu?" tanya Kania.


"KELUAR," teriaknya.


Kania pun berlari keluar dari kamar mereka sambil menangis Ia langsung pergi dari rumah itu membawa mobilnya, entah kemana Ia akan pergi yang jelas sekarang hatinya sedang terluka.


'Ini yang aku takutkan ternyata Sita benar benar memanfaakan kehadiaran Axsel untuk membuat kami bertengkar, kamu hebat Sita kamu berhasil membuat Mas Arga membenciku dan menuduhku macam macam.' batinnya.


Kania mengemudikan mobilnya dengan kencang hingga Ia tidak sadar menabrak sebuah tugu, untung saja Ia tidak apa apa hanya kepalanya saja yang sedikit pening.


Brak


"Brengsek kenapa harus seperti ini sih," ucap nya lalu Ia menelpon polisi agar membawa mobil itu pulang sedangkan Ia pergi menggunakan taxi Ia ingin pergi sejauh mungkin.


Ia pun berhenti di taman kota entah mengapa Ia ingin duduk di bangku taman untuk sejenak.


Ia memengangi kepalanya yang sedikit pening dan sedikit mengeluarkan darah.


"Kenapa gak mati aja sih, percuma hidup punya suami juga gak berguna cuma karna cemburu dia sampai usir aku," gerutu nya kesal.


Namun pening nya semakin berat Ia pun tidak bisa menahan dirinya dan Ia pun pingsan ke tanah.


"Mbak bangun mbak," ucap seorang ibu ibu yang kebetulan lewat di sana.


"Bawa aja ke rumasakit bu takut nya kenapa napa liat mbak ini lagi hamil," ucap bocah kecil itu.


Mereka pun membawa Kania ke rumasakit untung saja tidak jauh dari sana.


"Gimana dok keadaan nya?" tanya Ibu itu.

__ADS_1


"Dia baik baik saja dan kadungan nya pun sehat, pasien hanya kelelahan dan butuh istirahat," jawab nya.


"Apa saya bisa melihat nya?" tanya ibu itu.


"Silahkan, saya permisi dulu," ucap nya dan mereka pun masuk ke dalam ruang rawat Kania.


Bocah itu nampak memencingkan matanya melihat Kania dengan jelas.


"Bu Kania," ucap nya dan Kania pun menoleh.


"Nizam," ucap nya lirih.


"Kamu kenal sama mbak ini nak?" tanya Ibu nya Nizam.


"Beliau guru Nizam di sekolah bu, dan guru karate juga itu loh yang sering Nizam ceritakan," ucap bocah berumur 11 tahun itu.


"Gimana apa ada yang sakit nak kania?" tanya ibu nya Nizam.


"Cuma sedikit pusing," jawab nya dan ibu nya Nizam pun mengangguk.


"Terimakasih banyak ya Nizam dan ibu sudah membantu saya," ucap Kania berterimakasih kepada mereka.


"Jangan sungkan Nak sudah menjadi kewajiban kami menolong kamu, oya apa kamu mau menghubungi keluargamu?" tanya ibu itu namun kania menggelengkan kepalanya.


"Tidak," jawab nya.


"Mungkin malam ini kita harus menginap di sini sampai kamu sembuh," ucap ibu itu.


"Tidak usah kalian pulanglah aku akan menghubungi keluargaku, maaf sudah merepotkan kalian," ucap nya.


"Kamu yakin tidak apa apa, kami bisa menunggu sampai kelurga mu datang," ucap ibu nya Nizam.


"Iya pulang lah sudah malam terimakasih banyak ya," ucap nya dan mereka pun mengangganguk mereka pun lalu pamit meninggalkan Kania.


Setelah kepergian mereka Kani nampak menatap langit langit Ia bingung harus kemana setelah ini, Ia hanya bisa menangis Ia tidak mau orang tua nya tahu tentang semua masalah nya.


"Aku harap besok akan lebih baik," gumannya lalu memejamkan matanya mungkin karna efek obat Ia jadi mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2