Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 85


__ADS_3

Kania nampak kaget saat merasakan tangan kekar memeluk tubuhnya, Ia bingung dimana sekarang karna saat membuka mata rasanya asing dengan kamar itu apalagi nuasa kamar berwarna abu gelap.


Kania melepasakan pelukan itu dan segera bangun, Ia ingat kalo tadi sedang kesal dengan suami nya karna sudah di peluk oleh wanita lain jadi Ia masuk ke kamar Marvin.


Kania bisa melihat suami nya sudah berganti baju, dan itu tetap tidak membuat nya senang Ia masih saja kesal.


Kania pun memilih keluar dari kamar itu Ia memutuskan untuk jalan jalan keluar, mungkin dengan berbelanja mood nya kembali membaik.


"Ka mau kemana?" tanya Bu Ayana melihat Kania sudah membawa tas kecil nya.


"Aku mau keluar sebentar apa boleh pinjam mobil Ibu?" tanya Kania karna memang bu Ayana jarang keluar rumah walau pun sudah di belikan mobil mewah oleh suami nya.


"Boleh, memang nya suami kamu kemana kok gak antar kamu?" tanya Bu Ayana bingung.


Karna sedari tadi ibu nya itu melihat mereka nampak diam tidak ada yang bicara tidak seperti biasanya Kania akan bermanja manja dengan suami nya meski di hadapan mereka.


"Aku ingin pergi sendiri bu," ucap nya bu Ayana pun lantas memberikan kunci yang di ambil nya dari dalam laci.


"Apa gak perlu diantar supir?"


Kania pun menggelengkan kepala nya, bu Ayana pun hanya bisa diam tidak berani berbicara lagi, mungkin Kania sedang butuh sendiri pikir nya karna wanita hamil hormon nya berubah ubah.


"Baiklah hati hati ya bawa mobil nya," ucap bu Ayana dan Kania pun mengangguk.


Kania pun melajukan mobilnya entah mau kemana tujuan nya yang jelas Ia tidak ingin bertemu dengan suaminya.


Kania pun akhirnya sampai di sebuah restoran entah apa setelah lama kesal dia mulai lapar, perut nya meronta ingin di isi.


Kania pun memesan makanan untuk makan siang nya, Ia makan dengan lahap entah mengapa dalam kondisi mood yang tidak baik Ia malah bersemangat makan.


"Kania kamu di sini juga?" tanya Axcel yang entah datang dari mana membuat Kania bingung harus menjawab apa.


Kania pun tersenyum kaku melihat Alex yang sudah duduk di hadapan nya, entah mengapa perasaan nya menjadi tidak enak.

__ADS_1


"Aku lupa kalo restoran ini milik kamu," ucap Kania baru ingat kalo itu adalah milik Axcel.


Ia benar benar lupa gara gara terlalu pukus pada suami dan juga wanita itu sehingga Ia terpaksa harus bertemu dengan Alex.


"Tumben sendiri mana suami kamu, biasanya kan kalian selalu lengket seperti prangko," canda nya, Axcel memang sudah tahu kalo Kania sudah menikah dengan mantan sahabat nya.


Walau dalam hati nya Ia tidak rela melihat Kania bersama Arga, seharusnya dia yang menjadi pendamping hidup Kania bukan pria itu.


"Suamiku sedang ada urusan," jawab Kania asal, Ia memang sedang kesal dengan suami namun Ia tidak mau Axcel tahu.


"Apa kamu sangat lapar sehingga menghabiskan makanan sebanyak ini?" tanya Axcel bingung melihat beberapa macam makanan yang hampir habis.


"Emang gak boleh ya aku makan banyak?" tanya Kania, bukankan Alex sudah tahu kalo dari dulu Ia makannya banyak aneh banget sih nih orang.


"Boleh lah, apa kamu mau nambah lagi? kamu boleh makan sepuasnya gratis," ucap nya membuat Kania mengerucutkan bibir nya.


"Aku gak sekere itu kali," jawab nya membuat Axcel gemas dan mengacak rambut nya.


Dari dulu Kania memang tidak suka dengan kata gratis, karna Ia merasa kalo masih mampu membayar nya.


Setelah mengetahui dari Bara kalo Arga di jodohkan dengan Kania,Axcel mencari tahu semua nya termasuk pernikahan mereka yang tidak sehat.


Axcel tidak tahu kalo sekarang hubungan Kania dan Arga memang benar benar sudah membaik bahkan Arga sekarang sangat bucin dan takut di tinggalkan oleh Kania.


Kania tersenyum Ia tidak merasa perkataan Axcel itu mengandung arti, namun Ia berusaha tidak menanggapinya.


"Ya begitulah, bagaimana denganmu apa masih ingin berpetualang? apa kamu masih mencari wanita yang sempurna?" tanya Kania.


Kania tahu kalo Axcel dari dulu playboy dan pemain wanita, jadi tidak susah baginya memilih wanita yang Ia mau.


"Aku masih menggugumu," ucap Axcel serius namun Kania hanya terbahak mendengar nya.


"Becanda lu itu gak lucu tahu, oya gimana kabar adikmu?" tanya Kania namun Axcel masih diam.

__ADS_1


'Andai lu tahu Ka gua masih mencintai lu dan gua akan selalu nunggu lu, kalo bisa gua akan rebut lu dari Arga,' batinnya.


"Hey kok malah bengong sih?" tanya Kania bingung.


"Ah tidak, kamu tanya apa tadi?"


'Aneh!" batin Kania.


"Aku tanya Aurel bagaimana kabarnya?" tanya Kania.


"Kabar baik, Ia masih di singapur entah lah setelah putus dari Marco Ia memutuskan untuk tinggal disana," ucap nya mengingat percintaan adiknya yang harus putus di tengah jalan membuat nya semakin putus asa.


"Kenapa mereka bisa putus padahal yang aku lihat mereka sangat cocok," ucap nya bingung, kenapa Vani tidak bilang kalo sepupu nya itu sudah putus dari Marco.


"Entah lah aku juga tidak tahu yang jelas mereka berbeda prinsip dan aku pun tidak bisa berbuat apa apa karna itu sudah menjadi pilihan mereka," jawab nya.


Kania pun hanya bisa menganggukan kepalanya, Ia penasaran kenapa mereka sampai putus walau bagaimana pun Marco dulu sangat bucin dengan Aurel.


"Aku sudah selesai," ucap Kania membuat Axcel diam seolah tidak rela melihat Kania pergi dari sana.


Axsel masih sangat merindukan gadis itu, kapan lagi mereka bisa bertemu apalagi Arga selalu saja menempel pada Kania.


Kania pun berdiri Ia bingung kenapa Axsel malah bengong seperti itu, Ia pun menepuk pundak pria itu agar sadar.


"Hey malah bengong, aku pulang dulu ya," ucap nya membuat Axsel tersadar dan menganggukan kepalanya.


"Tia ambilkan Redvelvel yang ada di etalase dan bungkus untuk kakak ini," ucap Axsel membuat Kania bingung siapa yang memesan itu Ia kan tidak bilang pikir nya.


Kania pun meminta bil nya namun Axsel melarang Kania untuk membayar makanan nya, Ia tidak mau Kania mengeluarkan untuk semua makanan itu.


"Aku sudah bilang kan kalo aku serius dengan perkataanku," ucap nya membuat Kania bingung.


"Tapi-

__ADS_1


"Gak ada tapi tapian gak ada penolakan dan ini bawa lah aku masih ingat dengan kesukaanmu," ucap nya memberikan cake itu.


Kania terharu melihat nya karna Axsel masih mengingat makanan kesukaan nya.


__ADS_2