Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 100


__ADS_3

Nabila menatap Arsen sebal karna sedari tadi bos nya itu nampak senyum senyum sendiri karna memang Arsen sedang mengingat kejadian kemarin.


-Flasback-


Nabila terpaksa menemani Arsen makan siang karna seperti biasa bos nya itu akan memaksa nya mau tak mau Nabila pun mengikutinya mereka makan bersama dan memilih makanan jepang ternyata selera mereka sama dan itu membuat Arsen bahagia.


"Ternyata kita jodoh ya dari segi makanan saja selera kita sama," ucap Arsen namun Nabila tidak merespon Ia masih kepikiran dengan Marvin yang pergi bersama seorang wanita.


'Seperti nya satu bulan tidak bertemu membuat kamu lupain gua Vin, tapi gak papa yang penting lu bahagia gua juga ikut bahagia,' batinnya.


Arsen menatap gadis itu lekat, Ia merasa ada yang sedang Nabila pikirkan namun apa karna Ia tidak tahu.


"Loh kenapa melamun, ayo makan dong," ucap Arsen menjentikan jarinya di depan wajah Nabila sehingga membuat sang gadis kaget dan sadar dari lamunan nya.


"Oh gak papa kok," jawab nya tidak semangat.


Namun baru saja berapa suap mood nya kembali buruk saat Nabila melihat Marvin ada di depan nya bersama gadis yang tadi.


"Bil lu di sini juga?" tanya Marvin tersenyum namun senyum itu hilang saat Ia tersadar kalo sahabat nya itu bersama dengan Arsen sedangkan Nabila hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


"Sama siapa Vin?" tanya Arsen ingin tahu kalo hubungan Nabila dan Marvin sudah putus.


"Kak Arsen di sini juga, oya ya kenalkan ini Cantika," ucap Marvin mengenalkan wanita yang ada di sebelahnya itu.


'Oh nama nya Cantika ya orang nya cantik anggun dan ya pantas bersanding sama Marvin dan gak kaya gua udah jelek gak bisa dandan lagi,' batinnya.


"Gimana kalo kalian gabung bersama kami," ucap Arsen basa basi.


"Boleh-boleh, iya kan Vin," tanya Cantika namun Marvin merasa kurang nyaman berada di antara mereka dan entah mengapa Ia merasa kesal saat melihat Arsen begitu dekat dengan sahabat nya itu.


"Vin kok malah bengong sih, ayo gabung," ajak Arsen sedikit memaksa sedangkan Nabila nampak cuek dan makan tanpa menghiraukan mereka Ia ingin segera menyelesaikan makan siang nya dan pergi dari sana.


Marvin pun terpaksa ikut duduk bersama dengan mereka dan Ia duduk berhadapan dengan Nabila sedangkan Cantika berhadapan dengan Arsen.

__ADS_1


Marvin nampak menatap Nabila secara diam diam karna sedari tadi gadis itu nampak diam saja dan itu membuat Marvin kesal kenapa dengan sahabatnya itu setelah satu bulan tidak bertemu Ia malah menjauhi nya apa mungkin semua terjadi karna ada nya Arsen pikirnya.


"Aku ke toilet bentar ya," ucap Nabila ingin membersihkan baju nya yang terkena sedikit noda.


"Aku antar," usul Arsen namun Nabila menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa sendiri, sebentar ya," ucap Nabila pergi meninggalkan mereka.


Jujur sajaa Nabila sangat kesal dengan gadis itu karna sedari tadi Cantika nampak terus mencari perhatian dari Marvin.


Nabila membasuh wajah nya agar lebih segar, karna Ia merasakan sedikit panas dalam dirinya entah mengapa melihat Marvin dengan wanita lain ada rasa tidak rela.


"Apa gua cemburu?"


"Ahh tidak mungkin, gua baik baik saja dan gua harus bisa lupain Marvin karna Marvin cuma sahabat tidak lebih dan Marvin juga butuh kebahagiaan," gumannya.


Nabila pun melihat diri nya di cermin lalu mengoles sedikit lipstik di bibir nya, lantas Ia pun langsung kembali ke tempat mereka.


"Udah?" tanya Arsen dan diangguki oleh Nabila sedangkan Marvin hanya menatap saja tanpa berkata apa apa.


"Iya, ayo. Vin, Cantika kami duluan ya," ucap Arsen.


"Iya kami juga sudah mau pulang kok," jawab Marvin.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, sedangkan Marvin mengapalkan tangan nya di bawah meja Ia benar benar sangat kesal pada Nabila karna sudah pergi tanpa izin nya.


"Ayo pulang nyokap gua pasti udah nunggu di bawah," ajak Marvin mengingat Ia datang ke sana bersama bu Ayana namun tiba tiba Cantika datang dan merengek ingin di antar menukar cincinnya yang sedikit kebesaran.


Sehingga mau tak mau Marvin pun mengantar nya Ia pura bahagia bersama Cantika padahal hatinya hampa samenjak Nabila meninggalkan nya.


Marvin juga tidak menduga kalo Nabila ada di sana bersama Arsen sungguh Ia ingin sekali marah pada Nabila karna sudah meninggalkannya tanpa kabar.


Marvin sendiri gengsi menghubungi duluan, Ia ingin Nabila lah yang chat duluan padanya namun semua hanya angan angan nya saja Bila tidak pernah menghubungi nya sama sekali.

__ADS_1


"Vin gimana udah nemu cincin nya?" tanya Bu Ayana yang sedang berbincang dengan Om Viktor dan istrinya.


"Udah bu, apa ibu udah selesai belanja nya?" tanya Marvin ingin segera pulang dari tempat itu.


"Sudah ayo, dah sore juga takut nya Papa keburu pulang," jawab Ayana.


Ayana meminta Marvin mengantarnya belanja karna Bagas suami nya sedang bermain golp dengan teman teman nya.


"Kami duluan ya Kak," ucap Ayana memeluk ibu nya Cantika.


"Iya kalian hati hati," ucap mereka.


Setelah pamitan mereka pun meninggalkan Cantika dan orag tua nya.


Selama perjalanan Marvin nampak diam saja Ia sedikit murung entah apa yang di pikirkan oleh pemuda itu yang jelas Ayana tidak tahu.


"Vin apa kamu baik baik saja?" tanya Bu Ayana karna biasa nya Marvin akan cerita apapun pada ibu Ayana.


"Enggak papa kok bu aku baik baik saja," jawab Marvin tersenyum.


"Apa kamu marah sama ibu karna menyuruh kamu mengantar Cantika ke toko perhiasan?" Ayana yakin Marvin kesal karna tidak suka dengan tingkah Cantika yang manja.


"Biasa aja kok bu, kenapa harus marah," ucap nya berbohong.


"Maafin ibu ya, ibu berfikir cuma ingin menghibur kamu karna kamu sudah satu bulan ini jarang keluar kamar jadi ibu mengajak Cantika agar bisa hibur kamu, eh tahu nya malah kaya gini," Ayana merasa bersalah.


"Gak apa apa kok bu aku cuma merasa kesal saja sama Nabila. Tadi dia ada di sana bersama Kak Arsen," ucap Marvin membuat Ayana yakin kalo anak nya itu sedang cemburu sekarang.


"Apa kamu cemburu?"


Marvin pun diam namun Ia tidak bisa memungkiri nya kalo Marvin cemburu dengan kedekatan Arsen pada Nabila.


Marvin bisa melihat Arsen sangat menyukai Nabila, membuatnya sedikit minder karna Marvin adalah seorang CEO di perusahaan besar sedangkan Ia cuma seorang menejer di perusahaan Papa nya.

__ADS_1


Pasti Nabila tertarik dengan Arsen yang super komplit itu sudah ganteng, matang, kaya pula pantas menjadi calon istri.


__ADS_2