Kontrak Nikah

Kontrak Nikah
Part 91


__ADS_3

Kania pagi pagi sudah berbelanja Ia sangat bersemangat membeli bahan bahan makanan untuk memasak di rumah mertua nya.


"Apa lagi ya kok malah jadi lupa," ucap nya mengingat apa yang harus di beli nya.


Namun Ia malah semakin lupa saat melihat Sita berdiri tak jauh dari sana, wanita itu menatap Kania sinis.


"Wah ternyata kamu di sini juga," ucap wanita itu namun Kania tidak mau mendengarkan nya.


Kania malah fokus pada perut Sita yang sedikit membuncit hampir sama seperti dirinya.


"Apa Sita hamil anak nya Om Farhan ya," batinnya.


"Hey melah bengong,liat nih bukan lu saja yang lagi hamil gua juga hamil anak nya Arga," ucap Sita tidak tahu malu sedangkan kania hanya terbahak mendengar nya.


"Oya selamat ya atas kehamilan kamu," ucap Kania mengulurkan tangan nya membuat Sita heran.


"Ternyata lu kuat juga ya dengar suami lu hamilin wanita lain," ucap Sita heran karna Kania tidak marah sama sekali.


"Untuk apa aku marah karna aku yakin Mas Arga tidak akan pernah berani menyentuh wanita lain, apalagi wanita yang sudah tidak perawan," jawab nya membuat Sita kesal dan mengepalkan tangan nya.


"Jaga ya mulut lu, gua cuma ngelekuin nya sama Arga dan lu harus tahu kalo Arga cinta mati sama gua," ucap nya membuat Kania ingin muntah.


"Ya terserah kamu saja, mau bicara apa pun aku tidak peduli dan kamu harus nya tahu kalo aku sudah tahu siapa ayh daru bayi ini," ucap Kania tersenyum sinis.


"Apa maksud mu?" tanya Sita.


"Pikir saja sendiri," jawab nya membuat Sita kesal dan mendorong tubuh Kania untung saja wanita itu tidak jatuh karna ada seseorang yang menahan nya di belakang.


"Ada apa ini?" ucap pria itu membuat Kania segera menjauh dari pria itu.


"Tidak ada apa apa kita hanya bercanda," ucap Sita merasa takut saat melihat pria itu.


"Kamu gak papa?" tanya pemuda itu.

__ADS_1


Kania pun menggelengkan kepalanya sambil mundur satu langkah Ia tidak mau Arga marah lagi karna Ia tidak sengaja bertemu dengan Axsel.


"Kamu ada masalah apa sama Kania?" tanya Axsel membuat Sita menggelengkan kepalanya.


"Jangan ganggu Kania lagi, mengerti," ucap Axsel.


Sita pun menganggukan kepalanya nya Ia bingung kenapa Kania bisa kenal dengan orang seperti Axsel dari tampang nya saja membuat Sita takut.


Bagaimana tidak tubuh Axsel yang tegap, wajah yang di tumbuhi jambang dan juga rambut yang sedikit gondrong di ikat membuat Sita sedikit ketakutan.


"Ka hey kok malah pergi?" teriak Axsel menarik tangan Kania yang sudah menjauh dari mereka.


Sedangkan Sita yang melihat hal itu mempunyai ide cemerlang, Ia harus cari tahu siapa pria itu siapa tahu saja pria itu bisa di ajak kerja sama Sita bisa melihat kalo pria itu menyukai Kania.


Sita memotret mereka dengan posisi Axsel sedang menarik tangan Kania dari belakang.


"Siap siap saja Kania saat pulang pasti kamu dapat kejutan dari suami mu," guman Sita entah apa yang akan di lakukan wanita gila itu.


Sedangkan Kania nampak sedikit kesal kenapa sih Ia malah ketemu sama orang yang benar benar Ia hindari.


Kania pun segera melepaskan genggaman tangan Axsel pada nya Ia tidak mau ada yang melihat mereka seperti itu.


"Xel bisa gak kamu gak usah ikutin aku, aku gak mau Mas Arga salah paham sama aku," ucap Kania namun Axsel menanggapi nya dengan candaan.


"Ya elah Ka kita cuma ngobrol gak ngapa -ngapin juga kan mana mungkin Arga cemburu," ucap Axsel namun Kania nampak diam Ia merasa tidak nyaman berjalan dengan pria itu.


"Apa Arga terlalu fisesiv?" tanya Axsel.


Ingin sekali Ia berkata jujur namun Ia tidak mau nanti nya malah Axsel salah paham padanya.


"Enggak kok.Mas Arga sangat percaya padaku dan begitu juga aku pada Mas Arsen kami tidak pernah menyembunyikan sesuatu," ucap Kania membuat pemuda itu diam namun beberapa saat kemudian Ia mengajak Kania makan siang bersama.


"Ayo kita makan siang dulu, gua yang teraktir deh mungpung pas waktu nya," ajak Axsel namun Kania menolak nya Ia sudah berjanji pada Arga kalo Ia gak akan dekat lagi dengan teman teman pria nya seperti Arsen dan Axsel.

__ADS_1


"Maaf aku buru buru next kapan kapan," ucap Kania berjalan lebih cepat.


"Astaga Ka pelan pelan ingat kamu lagi hamil, iya aku ngerti kalo kamu gak nyaman jalan sama aku. Aku minta maaf ya gak seharus nya aku ajak istri orang makan," ucap Axsel membuat Kania diam lalu menoleh.


"Bukan begitu tapi aku cuma emm-


"Cuma apa hmm? cuma takut kalo Arga cemburu dan marah karna aku masih deketin kamu. Dari dulu dia memang tidak berubah tetap saja sama selalu takut kehilangan," ucap Axsel memotong perkataan Kania.


"Terserah yang jelas aku harus pergi bye," ucap Kania saat mereka sampai di tempat parkir.


"Ya sudah kamu hati hati ya nanti kalo mau keluar rumah minta orang buat antarkan kamu, jangan sampai kamu jalan jalan sendiri seperti ini," pesan Axsel.


"Iya makasih udah perhatiaan sama aku," ucap nya dan Axsel pun melambaikan tangan nya saat mobil yang di tumpangi Kania pergi meninggalkan nya.


'Gua masih sangat berharap sampai detik ini Ka, namun apa daya kamu malah tidak menikah diam diam dengan Arga yang jelas jelas tidak mencintaimu dengan tulus," batinya.


Axsel memang baru baru ini melihat Arga bertemu dengan Sita, apa mungkin Ia dan wanita itu masih ada hubungan.


'Kalo sampai Arga membuatmu sakit hati aku gak akan segan merebut mu Kania," lanjut nya setelah itu Axsel pun masuk kembali ke dalam karna ada sesuatu yang tertinggal.


Namun baru saja beberapa langkah Ia malah berpapasan lagi dengan Sita. Namun Axsel tak menghirau kan nya


"Hay tunggu!!"teriak Sita membuat Axsel menoleh.


Axsel bingung kenapa gadis itu memanggil diri nya.


"Bisa kita bicara?" tanya Sita membuat Axsel mengerutkan kening nya bingung.


"Bicara apa?" tanya Axsel tidak mau buang buang waktu.


"Aku tahu kamu suka dengan Kania, bagaimana kalo kita bekerja sama tujuan kita sama kan," ucap Sita tersenyum licik namun Axsel hanya tersenyum tipis.


"Aku tidak berminat, kamu cari saja orang lain karna aku tidak sepicik kamu," ucap Axsel langsung pergi begitu saja meninggalkan Sita.

__ADS_1


"Dasar sombong sekali dia, tapi lihat nanti apa yang akan aku lakukan pada Kania agar kamu mau bekerja sama dengan ku," ucap nya menyeringkai.


__ADS_2