
"Ahhh....," teriak nya dia benar-benar kaget saat ini.
Dia memukul tangan itu dan berusaha melepakan pelukan itu, dia sangat tahu siapa yang telah memeluk nya saat ini dari wangi nya di sangat hapal sekali.
"Diamlah," ujar pria di belakang nya menyandarkan kepala nya di bahu Kania.
Kania nampak menetralkan perasaan nya dia benar-benar kaget mendapat perlakuan seperti itu.
Walau pun mereka suami istri namun Kania sangat gugup sekali di posisi seperti itu.
"Ka-kak lepasin," ujar nya berusaha melepas tangan Arga dari perut nya namun Arga malah memeluk nya semakin erat.
"Biarkan begini sebentar lagi." ucap ny dengan suara yang serak.
Jujur saja Kania sangat kesal sekali dengan sikap Arga yang seperti itu, dia benar-benar tidak bisa menjaga kesehatan jantung nya kalo terus begini.
Kania bingung bukannya dia sendiri yang mengatakan tidak ada kontak pisik lalu ini apa, kok dia yang melanggar kontrak itu apa sebenar nya yang terjadi kenapa Arga berubah.
Setelah beberapa saat kemudian Arga pun melepaskan pelukannya.Akhir nya Kania bisa bernafas lega dia langusung menjauh dari pria itu.
Walau bagaimana pun tidak baik bila terlali dekat apalagi Kaila baru pulang kerja pasti bau keringat.
"Dari mana saja jam segini baru pulang, apa kamu lupa kalo sudah punya suami di rumah," ucap Arga yang kini duduk di atas tempat tidur.
Kania yang sedang mengambil handuk pun nampak diam kenapa Arga malah mengajak nya bicara, Kania menyangka Arga akan keluar setelah melepas pelukan nya.
Kania pun menoleh."Kenapa Kakak nanya gitu, bukannya kita gak boleh tahu urusan masing-masing ya, aku juga kan gak pernah nanya kalo Kakak pulang malam," ucap Kania sedikit kesal namun sebisa mungkin dia bersikap tenang.
Kania ingin tahu kenapa Arga sedari pagi bersikap aneh padanya, apa mungkin mertua nya sekarang ada di sana pikir nya.
"Bagaimana bisa begitu kamu kan tanggung jawab ku, aku gak mau kalo sampai kamu kenapa-napa saat masih menjadi istriku," ujar nya.
"Oh cuma itu, udah gak usah khawatir aku sudah besar dan bisa menjaga diri," ucap Kania.
__ADS_1
Arga yang mendengar itu pun langsung berdiri dia nampak kesal mengingat tadi siang tak sengaja melihat Kania di bonceng oleh seorang pria kalo di lihat dari seragam nya mereka mengajar di sekolah yang sama.
Saat Arga ingin mengejar tiba-tiba dia kehilangan mereka,Arga benar-benar kesal kenapa istrinya itu sangat dekat dengan banyak pria membuat nya kesal saja.
"Bisa keluar sekarang kan aku mau mandi," ucapnya mengusir Arga dari kamar nya,karna bagaimana pun dia merasa tidak enak berduaan di dalam kamar.
Arga tak menyangka Kania akan mengusir nya."Kamu ngusir aku dari rumah aku sendiri?" ujar Arga.
"Gak gitu maksud nya, kita kan udah bahas dari awal kalo gak boleh masuk ke kamar masing-masing dan gak boleh sentuh barang apapun, kenapa kakak berubah?" ucap Kania mengingatkan namun sepertinya Arga lupa kalo dia yang membuat peraturan seperti itu.
Arga pun berdecak kesal lantas keluar dari kamar Kania dia benar-benar kesal sekali dengan istrinya itu, kenapa juga dia jadi perhatiaan begini biasa nya juga dia akan cuek dan tak peduli dengan apa yang di lakukan oleh Kania.
"Sial kenapa perasaan ku gak enak kaya gini sih, apalagi liat dia senyum manis sama cowok itu," ujar nya segera masuk ke dalam kamar nya.
Sedangkan Kania segera mengunci pintu kamar dan segera berendam air hangat rasanya lelah sekali hari ini.
"Seger juga udah mandi gini," ujar nya mengusap-ngusap rambut nya yang basah dia baru saja keramas dan sengaja menggerai rambut nya.
Biasa nya Kania kan menggulung rambut nya atau mengikat tinggi-tinggi.
Dia memutuskan untuk memasak untuk makan malam nya, dia melirik kamar Arga yang tertutup rapat.
Kania melangkah menuju dapur, dia memeriksa apa saja yang ada di dalam kulkas setidaknya masih banyak bahan makanan di sana.
Kania memutuskan memasak ayam bumbu kecap dan juga jamur crispi,tak lupa cah kangkung kesukaan nya.
Entah kenapa dari kecil Kania sangat menyukai sayuran hijau itu, sehingga dia pintar memasak nya.
Arga pun sama merasakan lapar di perut nya namun dia bingung mau makan apa, lantas dia kedapur setelah mencium wangi harum masakan.
Ternyata ada Kania sedang memasak di sana sambil bersenandung, seperti nya mood nya sedang baik kali ini.
Arga duduk di kursi makan dan menompang dagu, dia tersenyum melihat istri nya sedang memasak.
__ADS_1
"Apa sebahagia ini ya punya istri bisa masak," batinnya.
Sedangkan Kania baru menyadari kalo Arg juga ada di sana, kini suasana pun mulai canggung dia tidak tahu apa yang harus di bahas.
"Maaf soal tadi," ucap Arga.
Kania pun menghela nafas kasar lalu dia tersenyum dan menata makanan itu di meja.
"Tidak apa-apa tidak perlu minta maaf,apa Kakak sudah makan malam," tanya Kania mengambil piring dari lemari.
"Belum," jawab nya.
Sungguh masakan Kania sangat menggugah selera jadi dia tidak bisa berbohong dia ingin merasakan lagi masakan istri nya itu.
Kania pun mengambil kan satu piring untuk suami nya namun Arga malah diam tidak berbuat apa-apa saat Kania memberikan nya piring.
Akhirnya Kania pun mengambil kan nya nasi,mungkin ini kali pertama untuk nya melayani Arga sebagai suami di meja makan.
"Segini cukup?" tanya Kania dan Arga pun mengangguk.
"Maaf cuma masakan rumahan maaf kalo gak pas di lidah Kakak," ucap nya.
Arga malah tersenyum senang karna Kania mau berbagi makanan dengan nya.
"Tidak masalah aku bisa makan masakan mu apapun itu," jawab nya mengambil ayam dan juga kangkung.
Arga menyuap makanan nya dan merasakan nya, dia benar-benar kagum ternyata masakan istri nya tetap sama seperti yang dimakan nya tadi siang.
Ya Arga memang membawa kotak bekal milik Kania tadi pagi jadi dia bisa merasakan nikmat nya masakan Kania.
"Kenapa Kak gak enak ya, buang aja kalo gitu biar aku pesenin makanan dari luar," ucap nya melihat Arga nampak diam.
Kania tidak tahu selera Arga seperti apa karna selama ini dia tidak pernah bertanya apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh suami nya itu.
__ADS_1
"Gak usah ini enak kok," ujar nya dan Kania bisa berbafas lega.
Mereka kembali melanjutkan makan nya dengan hening hanya suara suara sendok yang terdengar.